Jenis Jagung – Seperti yang kita ketahui jagung marupakan salah satu tanaman paling penting di Indonesia, karena jagung sangat cocok dijadikan makanan pokok oleh orang Indonesia sebagai pengganti beras.

Selain sebagai bahan pangan pengganti beras, di Indonesia jagung juga dimafaatkan untuk pangan ternak. Budidaya jagung cukup mudah, sehingga banyak petani Indonesia yang membudidayakannya. Berikut jenis-jenis jagung yang potensial untuk dibududayakan di Indonesia.

Keragaman Jenis Jagung Merupakan Bukti Kekayaan Biodeversitas Indonesia

Jenis Jagung
Jenis Jagung

Dalam hal Kekayaan biodiversitas, Indonesia berada dalam urutan kedua. Indonesia memiliki memiliki 77 jenis sumber Karbohidrat, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayur-sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, 110 jenis rempah atau bumbu, 40 jenis bahan minuman, dan 7 jenis sumber lemak/minyak.  

Baca Juga JENIS BUNGA MATAHARI PALING CANTIK SEBAGAI TANAMAN HIAS

Jagung  adalah salah satu komoditas pangan yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan ditanah air. Baik lembaga penelitian, maupun para petani sendiri telah menghasilkan banyak jenis atau varietas jagung lokal. Keragaman jenis jagung ini menjadi bukti kekayaan biodeversitas Indonesia.

Jenis Jagung Hitam

Jagung yang kita konsumsi umumnya berwarna kuning. Namun ada pula jenis jagung yang memiliki biji selain kuning. Salah satunya adalah jagung hitam. Jagung hitam memiliki pigmen yang membuat bijinya memiliki warna hitan secara alami, bukan  rekayasa genetik.

Jagung hitam mengandung protein 30% lebih banyak dibanding jagung berwarna kuning. Jagung hitam juga kaya akan kandungan nutrisi, seperti zat besi, kalsium, asam amino, asam filkat, selenium, niasin, potasium, serat dan juga lemak.

Loading...

Jagung hitam memiliki kadar gula yang rendah, sehingga disebut sebagai jagung paling tawar didunia. Namun kandungan anti oksidan yang dimiliki jagung hitam lebih tinggi dibanding dengan jenis jagung lainnya. Selain itu jagung hitam juga memiliki masa panen yang lebih singkat.

Jenis Jagung Ketan

Jagung Ketan atau jagung pulut memiliki karakter seperti ketan yang lengket dan pulen ketika direbus. Hal ini disebabkan oleh kandungan amilopektin pada jagung ketan yang tinggi.

Untuk konsumsi, jenis jagung ketan biasanya dijadikan campuran nasi atau dibuat emping, glontor, atau marning. Jagung ketan juga baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.  Sebab daya cerna pati jagung ketan lebih rendah dibanding jagung lainnya. Dengan demikian karbohidrat yang dihasilkan tidak tercerna sempurna menjadi glukosa.

Jagung ketan juga dapat digunakan sebagai campuran bahan baku kertas, tekstil, serta lem atau perekat.  Selain itu jagung ketan juga banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kandungan amilopektinnya mampu meningkatkan bobot ternak hingga 20%.

Jenis Jagung Hibrida

Jagung hibrida adalah jagung keturunan pertama yang dihasilkan dari persilangan dua, tiga, atau empat jagung tetua yang memiliki sifat unggul. Keturunan yang dihasilkan dari persilangan jagung  ini mewarisi sifat unggul jagung tetuanya.

Keunggulan jagung hibrida dibanding dengan varietas jagung lainnya adalah kapasitas produksinya yang tinggi. Untuk meningkatkan kualitas hasil panen, ada kombinasi seimbang antara perawatan dan jumlah pupuk untuk jagung yang digunakan. Produksi jagung hibrida bisa mencapai 8 hingga 12 ton jagung per hektar tanah.

Sayangnya harga jagung hibrida cukup mahal, bisa mencapai 20 hingga 40 kali lipat dari harga jenis-jenis jagung konsumsi lainnya. Selain itu, menimbulkan ketergantungan petani. Sebab keturunan jagung hibrida tidak bisa ditanam, karna kualitas benihnya akan turun hingga 30%. Oleh karena itu petani harus terus membeli lagi bibit jagung hibrida.

Jenis Jagung Pelangi

Jenis-jenis jagung di Indonesia memangg banyak ragamnya. Salah satu jenis jagung yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah jagung pelangi. Jagung jenis ini sukses di bududayakan oleh Luki Lukmanulhakim, petani asal Cianjur, Jawa Barat.

Luki melakukan inovasi budidaya jagung yang memiliki hingga 12 warna dalam satu tongkol. Warna-warna unik ini didapatkan dari hasil persilangan benih jagung berwarna merah, ungu, hitam, dan putih.

Keunggulan jagung pelagi hasil inovasi petani Indonesia ini bukan hanya pada warnanya yang menarik, tapi juga dari sisi kesehatan, masa tanamnya yang relatif singkat, serta harga jualnya yang relatif tinggi.

Jenis jagung berwarna baik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Misalnya jagung warna hitam yang memiliki kadar gula sangat rendah. Lalu jagung berwarna putih yang memiliki daya cerna pati rendah. Sehingga karbohidrat jenis jagung ini tidak tercerna sempurna menjadi glukosa. Jenis-jenis jagung yang merupakan induk jagung pelangi ini baik dikomsumsi penderita diabetes.

Masa tanam jagung pelangi lebih cepat dibanding dengan varietas jagung pada umumnya. Perawatannya juga tidak rumit. Jika jagung biasa memerlukan waktu hingga 120 hari untuk bisa di panen; jagung pelangi hanya memerlukan waktu satu bulan.

Harga jual jagung pelangi juga lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual jenis-jenis jagung lainnya. Contohnya jagung biasa, harga jualnya hanya sekitar Rp 2000 perkilogramnya. Sedangkan jagung pelangi harga jualnya bisa mencapai Rp 9000 perkilogramnya.

Jenis Jagung Ungu

Jagung ungu memiliki warna ungu akibat kandungan antosianinnya yang tinggi. Khususnya kandungan antosianin jenis chrysanthemin: cyanidan 3-O glucoside dan pelargonidin 3-O-B-D-glucoside.

Jagung ungu banyak di bududayakan di Amerika Selatan, tepatnya pegungungan Andes. Mereka memanfaatkan jagung ungu untuk bahan minuman dan pewarna makanan. Salah satu minuman berbadan dasar jagung ungu yang sangat digemari oleh penduduk Peru adalah Chicha Morada. Chicha Morada mirip seperti softdrink, namun memberikan dampak yang baik untuk kesehatan.

Di Indonesia sendiri, verietas jagung ungu masih belum populer dibudidayakan di Indonesia. Jagung ini baru dikembangkan di beberapa daerah saja, yaitu di Palu, Manado, dan Maluku Barat Daya. Padahal kandungan antosianinnya yang bersifat anti-oksidan sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Zat antosianin dalam jagung ungu bermanfaat dalam merelaksasi pembuluh darah sehingga dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Zat anti-oksidan jagung ungu juga mengoksidasi lipoprotein yang merupakan lemak jahat dalam tubuh serta menghambat terjadinya proses aterogenesis.

Antosianin dalam jagung ungu juga bermanfaat dalam mencegah obesitas, diabetes, dan penyakit neurologis; serta meningkatkan kemampuan otak dan menangkal radikal bebas. Zat ini juga baik untuk meningkatkan kemampuan penglihatan, mencegah kerusakan lambung, dan menghambat sel tumor.

Jagung Pulut

Jagung pulut memiliki tekstur dan warna biji yang khas. Jenis jagung ini umumnya berwarna putih dan memiliki tekstur yang kenyal dan mengenyangkan. Jagung pulut dapat dipanen pada umur 60 hari setelah tanam (hst) dan tahan disimpan dalam waktu lama. Sayangnya produktivitas jagung ini relatif rendah, hanya sekitar  2 ton/ha.

Di daerah Nusatenggara Barat, Nusatenggara Timur, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua; jagung pulut banyak dibudidayakan untuk konsumsi. Sedangkan di Jawa dan Sumatra, jagung ini lebih banyak digunakan dalam industri pakan ternak.

Jagung Merah

Jagung merah termasuk dalam keluarga jagung popcorn yang memiliki bulir mengkilat, berukuran lebih kecil, dan lebih keras dibanding dengan jagung lainnya. Daya pikat utama dari jagung ini adalah warna bulirnya yang berwarna merah. Sekilas tampak seperti jagung mainan dari serat fiber.

Meskipun demikian, jagung merah dikenal sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan mineral sangat tinggi, kaya antioksidan, dan memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi dibanding varietas jagung lainnya.

Demikian artikel mengenai jenis jagung yang potensial untuk dibududayakan di Indonesia ini. Silahkan tinggalkan komentar jika memiliki pertanyaan. Jangan lupa klik bagikan, jika artikel ini dirasa bermanfaat. Semoga bermanfaat!