pohon akasia
Pertanian Pohon Pohon Akasia

Pohon Akasia: Deskripsi, Klasifikasi, Persebaran, Syarat Tumbuh, Jenis, dan Budidaya

Menurut National Research Council 1983, pohon akasia adalah salah satu jenis pohon yang memiliki masa pertumbuhan cepat dan sering dimanfaatkan dalam program pembangunan hutan di Asia dan Pasifik dengan nama latin Acacia mangium Willd. Kenapa akasia digunakan sebagai program pembangunan hutan? Karena pohon ini memiliki masa pertumbuhan lebih cepat, kayu yang dihasilkan berkualitas baik dan lebih mudah beradaptasi terhadap lingkungan sekitar.

Umumnya akasia mampu tumbuh mencapai ketinggian 30 meter, dengan pertumbuhan cabang yang lebih tinggi dari batang utamanya. Apabila akasia dibudidayakan di daerah yang kurang subur, pohonnya hanya mencapai ketinggian antara 7 hingga 10 meter saja.

Biasanya batang ini memiliki diameter 60 sentimeter, namun ada juga yang memiliki diameter 90 sentimeter seperti di daerah Papua Nugini. Batangnya memiliki alur memanjang dengan kulit mulus dan berwarna hijau ketika masih muda. Namun ketika umur pohon akasia mangium sudah tua kulit halus tersebut akan berubah menjadi kulit kasar, keras, bercelah dekat pangkal dan berwarna coklat tua.

deskripsi pohon akasia
Sumber bibithijau.blogspot.com/

Kemudian daunnya, akasia memiliki daun majemuk tumbuh memanjang dan memiliki tulang daun paralel. Umumnya daun ini memiliki panjang 25 sentimet dan lebar 10 sentimeter. Setelah akasia cukup umur akan ditumbuhi bunga-bunga kecil berwarna putih hingga krem, ketika bunganya mekar akan berbentuk seperti sikat botol dengan aroma wangi yang khas.

Bunga-bunga tersebut akan mengalami perubahan menjadi buah, akasia menghasilkan buah polong-polongan hijau. Polong tadi akan berubah menjadi buah masak berwarna coklat gelap. Disetiap polong tersebut menghasilkan biji berwarna hitam mengkilap dengan bentuk beragam dari memanjang, elips dan oval. Biji tersebut memiliki ukuran kurang lebih 3 sampai 5 milimeter atau 2 sampai 3 milimeter.

Baca Juga Pohon katilayu: Ciri ciri, Asal-usul, Nama Lain Di Jawa dan Manfaat

Daftar Isi

Loading...

Klasifikasi Ilmiah

Berikut ulasan tentang klasifikasi pohon akasia diantaranya :

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Tracheobionta
Super Divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub Kelas Rosidae
Ordo Fabeles
Famili Fabaceae
Spesies Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth.

Persebaran Aksia

Dari data yang saya baca, menurut National Research Council tahun 1983 akasia tumbuh secara alami di hutan tropis lembab di Australia bagian timur laut, Papua Nugini dan Kepulauan Maluku Kawasan Timur Indonesia.

Setelah berhasil dikembangbiakan pohon akasia banyak ditanam dibeberapa negara seperti Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, Bangladesh, Cina, India, Filipina, Sri Lanka, Thailand dan vietnam menurut Pinyopusarerk dkk 1993.

Syarat Tumbuh

Seperti yang sudah saya singung diatas bahwa aksia termaksud tumbuhan yang memiliki tidak adaptasi tinggi terhadap lingkungan baru. Bahkah pohon ini dapat tetap tumbuh ditanah yang memiliki nutrisi rendah sekalipun hingga tanah dengan kadar asam tinggi.

Namun tanah yang paling ideal untuk membudidayakan pohon akasia adalah tanah laterit atau tanah yang memiliki kandungan oksida besi dan aluminium yang tinggi. Jika budidaya akasia dilakukan pada lingkungan asin maka pohon yang dihasilkan akan kercil dan kurus.

Umumnya akasia dapat tumbuh di dataan rendah beriklim tropis dengan periode kering pendek selama 4 bulan saja setiap tahun. Lokasi budidaya paling ideal adalah daerah dengan ketinggian 480 sampai 800 meter diatas permukaan laut.

Kemudian adalah tingkat curah hujan, akasia dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam di daerah dengan curah hujan berkisar antara 1.000 sampai 1.4500 mm dengan curah hujan rata-rat tahunan 1.446 sampai 2.970 mm.

Di tempat tinggal aslinya suhu ideal untuk akasia berkisar antara 12 sampai 16 derajat celcius, dengan suhu maksimal 31 sampai 34 derajat celcius. Sebenarnya pohon ini dapat tetap tumbuh di daerah musim kemarau ataupun musim dingin berkepanjangan.

Karakteristik kayu

kayu akasia
Sumber www.tentangkayu.com/

Diatas tadi sudah saja jelasnya, salah satu bagian yang sering dimanfaatkan pada tanaman akasia adalah batang atau kayunya. Kenapa orang memilih kayu akasia dibandingkan kayu pohon lain? Karena kayu yang dihasilkan tanaman ini keras dan tahan lama, ditambah masa pertumbuhan akasia cepat sehingga orang lebih memiliki kayu jenis ini dibandingkan lainnya.

Kayu akasia memiliki karakteristik tipis, berwarna coklat, keras dan kuat sangat cocok digunakan pada ruangan dengan sirkulasi udara baik. Dibagian dalamnya memiliki serat lurus hingga dangkal dengan tekstur halus dan seragam. Keratapan kayunya beragam dari 450 sampai 650 kilogram per m3.

Manfaat

Secara umum manfaat pohon akasia diantaranya sebagai bahan untuk pulp, kertas, papasn artikel, krat dan kepingan-kepingan kayu. Kemudian kayunya juga dimanfaat sebagai bahan pembuatab molding, mebel dan vinir karena memiliki tektur keras, kuat dan tahan lama. Selain kayunya, daun akasia juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, cabang kering dijadikan bahan bakar.

Bukan hanya itu saja, pohon akasia dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penaung, ornamen, penyaring, pembatas dan penahan angin serta sering dijadikan tanaman pengendali erosi. Dimata petani akasia merupakan tanaman peningkat kesuburan tanah, maka dari penanaman akasia sering dilakukan pada lahan pertanian karena mampu bersaing dengan gulma.

Baca Juga Pohon Waru: Deskripsi, Klasifikasi, Ciri ciri, Nama Lokal dan Manfaat

Budidaya

Berikut penjelasan cara menanam pohon akasia dari pemilihan bibit, penanam, perawatan hingga proses panen. Langsung saja simak ulasan dibawah ini.

1.Persiapan Bibit

bibit akasia
Sumber www.bukalapak.com/

Tahap pertama dalam budidaya akasia adalah persiapan bibit, pada tahap ini anda harus mengumpulkan biji akasia. Untuk memperoleh biji tersebut berbeda-beda disetiap daerah, karena akasia berbuah tidak bebarengan contohnya di Australia terjadi pada bulan maret dan mei sedangkan di Indonesia dibulan Juli.

Loading...

Buah akasia yang siap dipanen memiliki ciri kulit berwaran coklat tua dan biji mulai terbuka. Anda dapat melakukan panen dengan cara memotong buah langsung dari potongnya, pastikan buah yang dipanen tidak terbuka secara penuh.

Setelah memperoleh buah akasia, tahap selanjutnya adalah pemisaha kulit dan biji buah, ada banyak sekali teknik pemisahan saya sarankan untuk memisahkan kulit dan biji secara manual saja. Caranya keringkan buah tadi selama beberapa hari atau sekitar 24 sampai 48 jam hingga berwarna coklat kehitaman, pastikan suhu dibawah 43 derajat celcius agar viabilitas benih tidak hilang.

Setelah dikeringkan lakukan pemisahan dengan cara memutar-mutat buah tersebut selama 10 sampai 15 menit atau anda juga bisa menggunakan karung lalu masukan buah tersebut kedalam mesin perontok agar lebih simpel.

2. Proses Penanaman

Tahap selanjutnya adalah penanaman, anda dapat menanam pohon akasia pada musim hujan pada lahan yang sudah disiapkan dan diberi tanda jarak antar tanaman. Saya sarankan penanaman dilakukan pada areal yang miring sesuai garis kontur dan diareal datar sesuai garis lurus.

Pastikan sebelum menanam anda sudah membuat lubang berdiameter 13 sentimeter dan kedalam 20 sentimeter. Setelah lubang selesai dibuat lakukan penanaman secara hati-hati agar tidak merusak perakaran bibit akasia nantinya.

Jarak antar tanaman sangat perlu diperhatikan, sebaiknya jaraknya berkisar antara 2 x s meter atau 4 x 4 meter.

3. Perawatan

Terdapat beberapa cara perawatan tanaman aksia dari penyiangan, penyulaman, pemupukan dan lain-lain. Lebih jelasnya simak ulasan dibawah ini.

1. Penyiangan

Anda dapat melakukan penyiangan pertama ketika tanaman sudah berumur 2 bulan sejak awal ditanam, tujuan dari perawatan ini adalah agar akasia terbebas dari tanaman berlukar dan tanaman penganggu lainnya. Penyiangan selanjutnya disetiap daerah berbeda-beda, untuk daerah yang memiliki pertumbuhan alang-alang sangat cepat sebaiknya proses penyiangan sering dilakukan.

2. Pemupukan

Untuk daerah yang mengandung hara rendah sebaiknya proses pemupukan segera dilakukan, anda dapat menggunakan pupuk yang mengandung 100 gram fosfat pada setiap tanaman akasia. Pemupukan selanjutnya bertujuan agar tanaman akasia memiliki masa pertumbuhan cepat, anda dapat menggunakan pupuk yang mengandung 100 kg/ha N, 50 kg/ha P dan 50 kg/ha K.

3. Penyulaman

Perawatan selanjutnya adalah penyulaman, anda dapat melakukan penyulama pada tanaman yang berumur tidak lebih dari 1 bulan. Tujuan dari penyulaman adalah mengganti bibit atau tanaman akasia yang mati dengan tanaman baru yang lebih segar dan sehat.

4. Penangggulangan Hama dan Penyakit

Secara utaman akasia termaksud tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, namun tidak menutup kemungkinan hama dan penyakit tidak mampu menyerang pohon aksia.

Karena dari sumber yang saya baca hama dan penyakit yang paling sering menyerang akasia diantarnya busuk hati, busuk akar dan karat phyllode (masing-masing infeksi pada kayu gubal, akar dan daun oleh jamur) merupakan ancaman utama.

Jika akasia terserang jamur busuk akan berisiko kematian sehingga kualitas kayu menurun, warna kayu berubah menjadi keputih-putihan dan memiliki bercak-bercak hitam.  Sedangkan hama jamur busuk hati batang akan tampak seperti terluka.

Lalu penyakit busuk akar disebabkan oleh patogen  basidiomisetes, menyerang jaringan akar sehat dan dapat mengakibatkan kematian pohon atau gejala penurunan pada tajuk.

Serangga yang mungkin menyerang anakan mangium di persemaian meliputi serangga kecil (Hemiptera), belalang dan ulat kantong, yang menyebabkan berbagai tipe kerusakan.

Rayap (Captotermes curvignathus), mampu memakan akar bibit tanaman muda atau batang dekat tanah dan menembus ke jantung kayu dan telah membunuh 10–50% tanaman. Untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut anda haru melakukan  Insektisida pada tanaman yang terserang.

Baca Juga Pohon Keben: Deskripsi, Klasifikasi, Morfologi, Habitat dan Manfaat

Jenis jenis Akasia

Selanjutnya saya akan menjelaskan jenis jenis pohon akasia dari Texas, Willow, Koa dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya simak ulasan dibawah ini.

1. Texas atau Prairie Guajillo

Jenis pertama adalah Texas, tumbuhan ini memiliki masa pertumbuhan cepat merupakan tanaman asli di barat daya Amerika Serikat dan juga Meksiko.

Ciri khas texas memiliki tinggi batang berkisar antara 4 sampai 5 meter dan tahan terhadap kondisi lingkungan sangat kering.  Selain itu akasia texas memiliki pola pertumbuhan padat dan lebat dengan struktur daun seperti kanopi bulu. Bunganya berwarna putih indah dengan aroma wangi khas.

2. Willow

Jenis lainnya adalah Willow, jenis ini memiliki kemampuan bertahan pada kondisi lingkungan sangat kering. Tanaman ini asli dari Australia memiliki daun berwarna biru keperakan dan siluet akasia willow memberikan tambahan keindahan dan pemandangan taman untuk wilayah-wilayah kering seperti yang berada di selatan barat daya Amerika Serikat.

3. Koa

Jenis ini merupakan tanaman yang hidup di wilayah Hawai, biasanya berbunga pada musim semi dengan warna kuning cerah. Koa mampu tumbuh mencapai ketinggian 18 meter, oleh karena itu masyarakat Hawai menjadikan Koa sebagai tanaman endemik mereka.

4. Espinillo (Akasia Caven)

Pemanfaatan akasia Espinillo sering dijadikan sebagai bahan kayu bakar, arang, dan bahan baku kayu. Sama halnya dengan jenis akasia lain, Espinillo mampu tumbuh didaerah dengan masa kering berkepanjangan. Bunga yang dihasilkan berwarna kuning dengan aroma wangi yang khas.

5. Kangaroo Thorn (Akasia Paradoxa)

Masyakat sekitar memanfaatkan akasia ini sebagai pagar dikarenakan memiliki duri yang tumbuh dibagian batangnya. Jenis ini tersebar merata hingga ke daerah California, Afrika Selatan, termasuk Australia tanaman ini dianggap invasif.

Demikian ulasan singkat dari saya tentang Pohon Akasia, semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua dan saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Baca Juga Pohon Tembesi: Deskripsi, Klasifikasi, Morfologi, Manfaat dan Habitat

One Reply to “Pohon Akasia: Deskripsi, Klasifikasi, Persebaran, Syarat Tumbuh, Jenis, dan Budidaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *