bunga aster
Bunga Pertanian

Bunga Aster: Deskripsi, Klasifikasi, Morfologi dan Budidaya

Bunga Aster adalah salah satu jenis tanaman yang sering dimanfaat sebagai hiasan, baik didalam rumah ataupun luar rumah. Bunga ini memiliki keindahan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa orang. Salah satu keindahan yang dapat kita nikmati adalah warna bunga yang beragam, bunga aster memiliki banyak warna dari putih, biru, ungu, pink.

Apakah anda semua tahu dari mana asal bunga aster? Bunga ini berasal dari Tiongkok dengan nama latin Callistephus chinensis L atau lebih dikenal dengan nama bunga Aster (Indonesia). Tanaman ini akan tumbuh subur jika ditanam di daerah beriklim Subtropis dengan suhu 20 sampai 26 derajat celcius. Rata rata tinggi bunga ini berkisar antara 30 sampai 70 sentimeter. Dibeberapa daerah khususnya Indonesia, bunga ini sering digunakan sebagai hiasan acara pernikahan.

Klasifikasi Ilmiah Bunga Aster

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Kelas Dycotyledonae
Ordo Asterales
Famili Asteraceae
Genus Chrysanthemum
Spesies Chrysanthemum morifolium

Morfologi Bunga Aster

morfologi bunga aster
Sumber www.rancupidfarm.com

Diatas sudah kami jelaskan bahwa bunga aster memiliki warna beragam, dari putih, biru, ungu, pink. Bunga berbentuk circular atau menyerupai bintang, dengan kelopak dan mahkotanya berjumlah banyak. umumnya tanaman ini memiliki ketinggian berkisar antara 30 sampai 70 sentimeter. Daerah yang cocok ditanami aster adalah penggunungan dengan suhu berkisar antara 20 sampai 40 derajat celcius. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa aster juga bisa dibudidayakan di daerah datara rendah.

Jenis jenis Bunga Aster

a. Aster chinensis tipe Princes

Ciri khasnya dapat dilihat dari warna bunganya, yaitu merah muda, biru muda, biru tua, kuning muda dan putih.

b. Aster chinensis tipe Amerika. Ciri khasnya dapat dilihat dari warna bunganya, yaitu biru, merah lembayung, merah muda, merah, dan putih.

Loading...

c. Aster chinensis tipe Liliput. Ciri khasnya dapat dilihat dari warna bunganya, yaitu putih, merah muda, merah tua, dan biru.

d. Aster chinensis tipe Giant Cornet. Ciri khasnya dapat dilihat dari warna bunganya, yaitu merah muda, merah tua, dan putih

e. Aster novae-angliae. Ciri khasnya dapat dilihat dari warna bunganya, yaitu violet muda.

f. Aster incisus. Ciri khasnya dapat dilihat dari warna bunganya, yaitu violet dan kebiruan.

Budidaya Aster

a. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bak persemaian yang telah diisi media tanam.

b.Kemudian, anda juga harus menyiapkan media tanam berupa campuran tanah halus, pasir dan kompos (1 : I : 1).

c. Lalu siram air hingga lembap. Setelah itu anda buatlah larikan didalam bak semai dan tebar biji-biji tersebut.

d. Tutup dengan tanah.  Ketika biji sudah mulai berkecambah, maka anda sudah dapat memindahkan benih atau bibit aster tersebut ketika sudah memiliki 4 sampai 5 helai daun dan tingginya l0 – 15 cm, itu berarti aster siap ditanam di halaman.

e. Tanah halaman pun perlu diolah. Cangkul dan biarkan selama sekitar 2 minggu, lalu cangkul lagi. Buatkan bedengan dengan ukuran lebar 100 – 200 cm, lalu taburkan pupuk kandang di atas bedengan sebanyak 2 kg per meter persegi.

f. Kemudian buat lubang tanam, lalu bibit ditanam secara tegak pada lubang tersebut. Jangan lupa untuk memadatkan tanah sekitar lubang tanamn tersebut, dan pasang penyangga bambu. Waktu tanam biasanya sore hari pada musim penghujan.

g. Lakukan pemupukan sebulan sekali.

h. Jarak antara satu tanaman ke tanaman yang lain sejauh l0 cm.

Demikian ulasan mengenai Bunga Aster, dari pengertian, klasifikasi, morfologi, jenis-jenis dan budidaya. Semoga sedikit pengetahuan ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *