Pohon Tembesi ( Samanea Saman) merupakan tanaman dengan nama lain pohon hujan atau ki hujan. Hal ini dikarenakan akar dari tanaman tembesi memiliki daya serap tinggi, sehingga bagian tajuknya sering mengeluarkan air layaknya hujan. Bukan hanya itu saja, masih banyak penamaan tembesi dibeberapa daerah di Indonesia, seperti kayu ambon (Melayu), trembesi munggur, punggur, meh (Jawa), ki hujan (Sunda).

Tanaman ini berasal dari daerah tropika di daerah Amerika Latin, seperti Venezuela, Meksiko Selatan, Peru dan Brazil. Tepatnya tahun 1876 pohon tembesi mulai dibudidayakan di daerah melayu, khususnya Indonesia sebagai tanaman peneduh. Kini tanaman tembesi sudah terbesar secara merata di Asia Selatan dan Asia Tenggara serta dibeberapa daerah Pasifik Hawai.

Baca Juga Pohon Keben: Pengetian, Klasifikasi, Morfologi, Habitat dan Manfaat

Klasifikasi Ilmiah Pohon Tembesi

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae (alt. Mimosaceae)
  • Genus : Samanea
  • Spesies : Samanea saman (Jacq.) Merr.

Baca Juga Pohon Waru: Pengertian, Klasifikasi, Ciri ciri, Nama Lokal dan Manfaat

Morfologi Ilmiah Pohon Tembesi

morfologi pohon tembesi
Sumber travel.tribunnews.com

Secara umum tembesi dapat tumbuh dengan ketinggian berkisar antara 15 sampai 25 meter. Dengan diameter mencapai 1 sampai 2 meter. Lalu tembesi juga memiliki kanopi yang dapat mencapai diameter 30 m. Kenopi tersebut berbentuk seperti payung yang tersebar secara horizontal, sehingga tampak sangat besar dibandingkan tinggi pohonnya sendiri.

Beberapa kasus yang saya temui mengenai budidaya tembesi, seperti model penanaman rapat. Tembesi akan tumbuh lebih tinggi atau dapat mencapai ketinggian 40 meter, namun dibagian kanopinya akan memiliki diameter lebih kecil. Lalu untuk bagian tajuknya akan tumbuh lebat dan membentuk seperti lingkaran, biasanya tajuk tersebutlah yang menjadikan tembesi sebagai tanaman pelindung.

Loading...

Tanaman tembesi menghasikan bunga berbentuk umbel12 sampai 25 per kelompak yang tumbuh sepanjang tahun. Umumnya bunga tembesi berwarna pink dengan stamen panjang dalam dua warna (putih dibagian bawah dan kemerahan di bagian atas) yang berserbuk. Ketika bunga mulai berbunga maka tanaman ini akan terlihat warna pink dibagian kanopinya. Bunga tersebut akan mengalami penyerbukan yang dibantu oleh serangga.

Buah tembesi berbentuk seperti polong, dibagian dalamnya terdapat biji yang akan terbentuk setelah berumur 6 sampai 8 bulan. Ketika polong sudah tua akan jatuh dengan sendirinya, umumnya polong tersebut berukuran 15 sampau 20 sentimeter dan setiap polong terdapat 5 sampai 20 biji.

Biji tembesi memiliki warna coklat kemerahan, dibagian luarnya memiliki cangkam keras dan akan berkecambah dengan cepat setelah terkena tanah. Umumnya biji tembesi berbentuk ellipsoid, gemuk, pipih di sisi kanan kiri membentuk huruf U dan berwarna kekuningan, permukaannya halus, biji berwarna coklat tua mengkilat dengan panjang biji 8 sampai 11,5 mm dan lebar biji 5 sampai 7,5 mm.

Baca Juga Kepuh: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Pertumbuhan dan Manfaat

Kandungan Nutrisi dalam Biji Trembesi

Secara umum tanaman tembesi merupakan salah satu tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai peneduh jalan. Namun siapa sangkah ternyata dibagian biji tembesi mengandung banyak sekali manfaat untuk tubuh. Untuk lebih jelasnya simak tabel dibawah ini mengenai kandungan gizi biji tembesi, sebagai berikut:

Komposisi Beltrán (2012), Eastern zone of Cuba Tacón (1987), Latin America and the Caribbean
Bahan
Ash
Protein Kasar
NDF
ADF
Lignin
Ekstrak Eter
Ca
P
95,7
3,4
25,3
29,6
23,2
5,4

0,4
0,1
86,5
4,2
27,3



0,6
0,1
0,3

Sumber (Sumber : Pertiwi, 2016)

Manfaat Tumbuhan Trembesi (Samanea saman)

manfaat pohon tembesi
Sumber www.kompasiana.com

Sudah saya jelaskan diatas bahwa tanaman tembesi memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Namun karena kurangnya pengetahuan masyarakat, mereka menganggap tanaman tembesi hanya bermanfaat sebagai tanaman peneduh jalan padahal masih banyak manfaat lainnya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan para ahli, tanaman tersebut merupakan jenis pohon yang mampu menyerap karbon dioksida sangat tinggi dibandingkan tanaman lainnya. Tembesi mampu menyerap CO2 sebanyak 28.488,39 kg per tahunnya.

Selain itu tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional antara lain sebagai obat demam, diare, sakit kepala dan sakit perut. Lalu dibagian akar tembesi dipercaya mampu menjadi obat dari beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, flu, sakit kepala, dan penyakit usus.

Baca Juga Pohon Kersen: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Persebaran dan Manfaat

Habitat Tanaman Tembesi

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis maupun sub tropis. Awalnya tanaman ini berasal dari Amerika Tropis, khususnya daerahMeksiko, Peru dan Brazil, namun trembesi terbukti dapat tumbuh di berbagai daerah tropis dan subtropis.

Kemudian tanaman ini mulai tersebar hampir diseluruh dunia, terutam di daerah dengan curah hujan rata rata 600 sampai 3000 mm/tahun pada ketinggian 0 sampai 300 mdpl. Tanaman ini juga memerlukan daerah yang memiliki bulan kering 2 sampai 4 bulan dan kisaran suhu 20oC sampai 38oC.

Baca Juga Pohon Banyan: Pengertian, Klasifikasi dan Karakteristik Morfologi nya

Demikian ulasan mengenai Pohon Tembesi, dari pengertian, klasifikasi, morfologi, kandungan gizi, manfaat dan habitat aslinya. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya.

Sumber Referensi (Samanea saman) Pohon Trembesi – Eprints UMM