kelinci
Peternakan

Kelinci: Deskripsi, Sejarah, Karakteristik, Pakan, Potensi, Jenis, Penyakit

Kelinci adalah hewan dari kelas mamalia karena memiliki kelenjar susu dan famili Leporidae atau telinga panjang. Terdapat tiga tipe kelinci yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu penghasil daging (Potong), hias dan penghasil bulu. Hewan ini memiliki berat badan berkisar antara 1 sampai 7 kilogram tergantung varietasnya. Umumnya mamalia ini memiliki struktur badan sempurna dari anatomi dan juga histologinya.

Hewan bertelinga panjang ini sudah dipelihara banyak orang dengan berbagai macam tujuan, ada yang memelihara kelinci sebagai hewan hias dan ada juga yang memelihara kelinci sebagai hewan ternak yang akan dijual nantinya. Hal ini karena budidaya kelinci sangat mudah dan tidak diperlukan perawatan khusus.

Klasifikasi Ilmiah Kelinci

  • Kingdom/Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata (mempunyai penyokong tubuh dalam)
  • Subfilum : Vertebrata (hewan bertulang balakang)
  • Kelas : Mammalia (mempunyai kelenjar susu)
  • Ordo : Lagomorpha (kaki depan pendek)
  • Famili : Leporidae (telinga panjang)
  • Genus : Oryctolagus
  • Spesies : Oryctolagus cuniculus

Baca Juga Kelelawar: Ciri Khusus, Habitat, Perilaku, Persebaran, Pakan, Manfaat

Sejarah

Awalnya mamalia ini merupakan hewan liar yang hidup di Afrika hingga daratan Eropa. Ketika manusia melakukan perpindahan ke daerah benua baru, hewan ini ikut menyebar bersama manusia seperti di daerah Amerika, Australia, dan Asia.

Di Indonesia sendiri kelinci pertama kali ditemukan di Jawa, karena menjadi hewan hias oleh orang orang belanda pada tahun 1835. Kemudian pada tahun 1912 hewan ini secara resmi masuk dalam ordo Lagomorpha. Berdasarkan jurnal yang saya baca ordo tersebut dibagi menjadi dua famili yaitu Ochtonidae (jenis pika yang bersiul) dan Leporidae (jenis kelinci dan terwelu).

Karakteristik Kelinci

Khsususnya untuk kelinci Indonesia atau lokal memiliki ciri khusus yang membedakan dirinya dengan varietas lainnya. Contohnya kelinci Jawa yang hidup di hutan hutan sekitar pulau Jawa Barat, ciri khasnya memiliki warna bulu kecoklatan perunggu kehitaman dengan ekor berwarna jingga dan ujung ekor hitam dengan berat badan mencapai 4 Kg.

Loading...

Kemudian untuk famili Sumatera, umumnya hidup disekitar hutan hutan serta penggunungan Sumatera. Ciri khasnya memiliki panjang badan mencapai 40 sentimeter, bulu berwarna kelabu cokelat kekuningan. Ada dua jenis bulu pada kelinci sumatera yaitu bulu pendek dan bulu panjang dengan warna kekuningan. Ketika musim dingin tiba, warna kekuningan tersebut akan berubah menjadi kelabu.

Baca Juga Ciri ciri Singa, Klasifikasi, Habitat, Perilaku, dan Jenisnya Terlengkap

Varietas

jenis kelinci
Sumber www.cepets.info

Terdapat beberapa jenis kelinci yang dikelompokan berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu penghasil daging, hias dan penghasil bulu. Berikut ulasan lebih jelasnnya.

1. New Zealand White, Ciri khasnya adalah memiliki masa pertumbuhan sangat cepat dibadingkan jenis lainnya. Maka dari itu varietas ini sering dimanfaatkan masyarakan sebagai penghasil daging. Umumnya varietas ini mampu tumbuh dengan bobot berkisar antara 4 sampai 5 kilogram.

2. Flemish Giant (Vlaamsce Reus), dengan ciri khas memiliki ukuran badan yang sangat besar sehingga cocok digunakan sebagai penghasil daging. Umumnya satu ekor mampu memiliki berat badan mencapai 6,3 kilogram.

3. Kelinci Angora, Jenis ini sering dimanfaat sebagai hewan hias. Hal ini tidak terlepas dari keindahan bulu yang dimilikinya. Umumnya varietas ini memiliki berat badan berkisar antara 2 sampai 3 kilogram.

4. Lyon, penamaan varietas memang mencirikan dirinya yang mirip sekali dengan singa. Vareitas ini memiliki berat badan berkisar antara 4 sampai 5 kilogram.

5. Dutch, yang menjadikan ciri khas dari jenis ini terletak pada lingakaran putih dibagian lehernya jadi terlihat seperti sedang memakai kalung putih. Varietas ini memiliki berat bedan berkisar antara 1 sampai 2 kilogram.

6. Kelinci Rex, untuk jenis yang satu ini sering dimanfaat sebagai penghasil bulu dan daging. Karena dari segi bulunya, varietas ini memiliki bulu yang indah. Lalu pada bagian dagingnya, varietas ini menghasilkan daging yang baik. Ada beberapa jenis rex berdasarkan warna bulu diantaranya biru (blue rex), hitam (black rex), bertotol (dalmatian rex). Baca Juga Ciri Ciri Kelinci

Pakan Kelinci

pakan kelinci
Sumber hot.liputan6.com

Jika anda hendak melakukan budidaya kelinci, pemahaman mengenai pakan menjadi salah satu faktor terpenting agar budidaya yang anda lakukan berhasil. Lalu pakan seperti apa yang cocok untuk hewan ini. Sebaiknya pakan yang dipilih mengandung gizi seimbang seperti mengadung protein, karbohidrat, mineral, vitamin, digemari ternak dan mudah dicerna. Selain itu pastikan juga pakan tersebut mengandung beberapa zat lain, seperti hidrat arang, dan air. Untuk lebih jelasnya simak tabel dibawah ini.

No Nutrisi Jumlah
1 Air 12% (Maks)
2 Protein 16% (min)
3 Lemak 4% (maks)
4 Serat Kasar 14% (maks)
5 Calsium 1,36%
6 Phosphorus 0,7%

Sumber : (Ernawati, 2011).

Baca Juga Jenis Makanan Ikan Gurame Agar Cepat Besar dan Bergizi Tinggi

Potensi

Jika kita melihat tingkat konsumsi daging di Indonesia sangat tinggi, khususnya daging sapi. Oleh karena itu kebutuhan daging selalu mengalami peningkatan yang mengakibatkan pemerintah harus membeli daging sapi dari luar negeri. Padahal jika kita lihat dari hasil ternak kelinci, terutama penghasil daging cukup tinggi, hal ini bisa meminimalisir pemerintah agar tidak membeli daging hewani seperti sapi dari luar negeri lagi. Kebiasaan mengkonsumsi daging sapi bisa kita rubah menjadi mengkonsumsi daging kelinci.

Padahal banyak sekali kelebihan daging kelinci yaitu lebih rendah lemak dan kolesterol, lalu mengandung lemak jenuh atau lemak esensial dapat dikonsumsi oleh manusia tanpa takut akan terkena penyakit yang diakibatkan lemak jahat seperti pada daging sapi. Selain itu untuk masalah kadar kalsium, daging yang dihasilkan dari hewan bertelinga panjang ini juga mengandung kalsium tinggi sehingga sangat baik untuk tulang. Baca Juga Ciri ciri Sapi

Penyakit

penyakit kelinci
Sumber www.hewanpeliharaan.org

Timbulnya penyakit pada hewan bertelinga panjang ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya menjaga sanitasi kadang, pakan yang diberikan tidak sehat, tingkat pemberian pakan tidak sesuai kebutuhan, air minum tidak sehat atau kotor, tidak diberikan zat nutris (protein, vitamin, mineral), cuaca mengalami perubahan terus menerus, dan tertular oleh kelinci lain. Lalu apa saja penyakit yang mampu menyerang hewan bertelingan panjang ini, sebagai berikut.

Loading...

1. Enteritis,  adalah penyakit yang menyerang bagian pencernaan

2. Pasteurellosis, biasanya menyerang kelinci dewasa baik jantan dan betina dibagian pencernaannya.

3. Sembelit merupakan penyakit yang menunjukan susah buang air besar dan kecil. Karena peternak terlalu banyak memberi ransum kering kurang diimbangi dengan kebutuhan air minum yang cukup.

4. Pilek, merupakan penyakit pada saluran pernafasan ditandai dengan keluarnya air dibagian hidung dan biasanya ditandai juga perilaku bersin bersin.

Demikian ulasan tentang Kelinci, dari pengertian, klasifikasi, karakteristik, jenis, pakan, potensi dan penyakit. Semoga sedikit pengetahuan kami dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *