KhasiatPertanian

Pohon Waru: Pengertian, Klasifikasi, Ciri ciri, Nama Lokal dan Manfaat

pohon waru

Pohon Waru – Merupakan salah satu tanaman dari suku kapas-kapasan (Malvaceae), di daerah Pontianak tanaman ini dikenal dengan naman Waru Laut. Biasanya tanaman ini digunakan sebagai pohon peneduh baik di tepi jalan atau di tepi sungai dan pematang serta di tepi pantai. Masyarak sekitar menyukai waru karena memiliki akar yang tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya, serta memiliki bunga cantik berwarna kuning cerah yang indah dipandang.

Jika dilihat dari marganya, pohon waru masih satu marga dengan bunga sepatu. Tanaman ini termaksud tumbuhan asli dari daerah tropika sekitar Pasifik Barat. Untuk sekarang waru sudah tersebar hampir diseluruh wilayah pasifik dengan sebutan atau nama beragam tergantung daerah masing masing. Seperti nama: hau (bahasa Hawaii), purau (bahasa Tahiti), beach Hibiscus, Tewalpin, Sea Hibiscus, atau Coastal Cottonwood dalam bahasa Inggris.

Baca Juga: Kepuh: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Pertumbuhan dan Manfaat

Klasifikasi Ilmiah Pohon Waru

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Hibiscus
Spesies: H. tiliaceus

Ciri ciri Pohon Waru

pohon waru
Sumber sinarpidie.co

Bentuk Batang Waru

Secara umum tanaman waru merupakan tumbuhan yang hidup di daerah topika dengan kondisi tanah yang subur. Apabila tanaman ini ditanam pada tanah subur cenderung memiliki batang yang lurus, sedangkan ditanaman ditanah yang tidak subur batang cenderung bengkok dan ukuran daun lebih lebar serta panjang. Pohon waru memiliki batang yang mampu tumbuh mencapai ketinggian berkisar antara 5 sampai 15 meter. Batang ini berkayu keras, bulat dan memiliki banyak cabang dengan warna kecoklatan.

Bentuk Daun Waru

Daun waru termaksud jenis daun tunggal yang memiliki tangkai dan berbentuk seperti jantung atau bulat telur dengan diameter 19 sentimeter. Daun ini memiliki tulang menjari dan berwarna hijau. Dibagian bawah daun terdapat rambut berwarna abu-abu  rapat. Fungsi daun waru hampir sama dengan fungsi tanaman lainnya, yaitu sebagai tempat terjadinya fotosintesis, alat pernafasan, dan alat untuk menyerap sinar matahari.

Bentuk Bunga Waru

daun pohon waru
Sumber www.faunadanflora.com

Setiap tanda terdapat 2 sampai 5 buah bungam dengan 8 sampai 11 buah tajuk. Umumnya bunga waru memiliki warna kuning cerah disertai noda berwarna ungu dibagian pangkal mahkota dalam. Setelah bunga mulai tua, warnanya akan berubah menjadi kuning kemerahan.

Bentuk Buah Waru

buah pohon waru
Sumber www.wikiwand.com

Buah waru memiliki bentuk bulat seperti telur yang ditutupi rabut lebat. Umumnya buah ini terbagi menjadi lima ruang, dengan panjang sekitar 3 sentimeter dan berwarna cokelat. Dibagian buah waru terdapat biji berukuran kecil dengan warna coklat muda.

Baca Juga: Pohon Kersen: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Persebaran dan Manfaat

Nama Lokal Pohon Waru

Penamaan pohon waru disetiap daerah di Indonesia cukup beragam, baik itu di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Berikut penamaannya :

Sumatera : Di daerah Sumatera waru memiliki beberapa nama yaitu kioko, siron, baru, buluh, bou, tobe, baru, beruk, melanding.

Jawa : Di daerah Jawa waru memiliki beberapa nama yaitu waru, waru laut, waru lot, waru lenga, waru lengis, waru lisah, waru rangkang, wande, baru.

Nusa Tenggara : Di daerah Nusa Tenggara waru memiliki beberapa nama yaitu baru, waru, wau, kabaru, bau, fau.

Sulawesi : Di daerah Sulawesi waru memiliki beberapa nama yaitu balebirang, bahu, molowahu, lamogu, molowagu, baru, waru.

Maluku : Di daerah Maluku waru memiliki beberapa nama yaitu war, papatale, haru, palu, faru, haaro, fanu, halu, balo, kalo, pa.

Papua : Di daerah Papua waru memiliki beberapa nama yaiu kasyanaf, iwal, wakati.

Baca Juga: Pohon Banyan: Pengertian, Klasifikasi dan Karakteristik Morfologi nya

Manfaat Pohon Waru

Tanaman waru terutama bagian daun dan batangnya mengandung zat musilago yang sifatnya berfungsi untuk melapisi dinding saluran cerna, saluran kencing serta tenggorokan. Selain itu juga mengandung zat emolien bermanfaat sebagai pembasmi kuman (anti septik). Kemudian tanaman ini juga mengandung protein serta zat tanin.

Dari hasil pengamatan dan uji coba kami, daun waru dapat mengobati beberapa penyakit seperti penyakit batuk, demam, melancarkan buang air kecil dan penyubur rambut. Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut :

Kayu dan Kulit

Umumnya kayu dari tanaman waru memiliki ciri ringan, cukup padat, berstruktur cukup

halus, dan tak begitu keras; liat, awet dan tahan dalam tanah, kelabu kebiruan, semu ungu atau coklat keunguan, atau kehijau-hijauan. Maka dari itu, masyarakat sekitar sering mengolah kayu waru sebagai bahan bangunan atau perahu, roda pedati, gagang perkakas, ukiran, serta kayu bakar.

Sedangkan kulit batang waru dapat diolah menjadi tali, dengan cara direndam dan dipukul-pukul, kemudian diambil seratnya. Serat tersebut lah yang digunakan masyarakat untuk dibuat menjadi tali, ditambah lagi dengan pengetahuan lebih serat tersebut dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jaring dan tas menari.

Daun

Dibeberapa daerah yang kami jelaskan diatas, daun waru sering digunakan sebagai pakan ternah(daun Muda) dan dapat diolah menjadi masakan atau sayur. Khususnya di daerah Jawa daun waru sering digunakan sebagai wadah atau tempat pembungkus makanan seperti tempe, daun ini dapat menjadi pengganti dari daun jati.

Bunga dan Akar

Bunga waru dapat digunakan untuk pengobatan radang mata sedangkan akarnya digunakan untuk mengatasi terlambat haid dan demam.

Loading...

Demikian ulasan mengenai Pohon Waru, dari klasifikasi, ciri ciri(morfologi), nama lokal di Indonesia dan manfaatnya. Semoga sedikit pengetahuan ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya. Baca Juga Jeruk: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Varietas, Syarat Tumbuh, Hama

Satu pemikiran pada “Pohon Waru: Pengertian, Klasifikasi, Ciri ciri, Nama Lokal dan Manfaat

Tinggalkan Balasan