KhasiatPertanian

Kepuh: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Pertumbuhan dan Manfaat

pohon kepuh

Kepuh – Pohon kepuh merupakan tanaman dari spesies Sterculia foetida L dan famili Malvaceae asli dari Indonesia. Umumnya tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian kurang lebih 45 meter dan memiliki diameter batang sangat besar.

Spesies ini merupakan tanaman asli dari daerah Lamongan dengan sebut kepuh, sedangkan didaerah lain banyak orang menyebutnya dengan nama kabu-kabu (Batak), kapok/kepoh (Jawa), kalumpang (Madura), gelumpang/kalumpang (Sumbawa), wuwu (Bima), kalumea (Kendari).

Manfaat dari tanaman ini sangat banyak, biasanya masyarakat sekitar sering menggunakan buahnya sebagai obat alami luka, demam, TBC, Radang dan pusing kepala. Selain itu, ada juga yang menggunakannya sebagai pakan ternak, bahan bakar nabati dan berbagai kerajinan tangan.

Untuk bijinya sendiri masyarakat sekitar sering menggunakan sebagai bahan produk industri seperti kosmetik, sabun, shampo, pelembut kain, cat, dan plastik. Daun kepuh, dapat dimanfaatkan sebagai obat luka, demam, TBC, Radang dan pusing kepala. Baca Juga Pohon Kersen: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Persebaran dan Manfaat

Klasifikasi Ilmiah Pohon Kepuh

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisio Spermatophyta
Divisio Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
SubKelas Dilleniidae
Ordo Malvales
Famili Malvaceae
Genus Sterculia
Spesies Sterculia foetida L.

Morfologi Pohon Kepuh

Batang

pohon kepuh
Sumber www.tanahnusantara.com

Diatas sudah kami jelaskan sedikiti mengenai morfologi atau ciri khusus dari tanaman ini. untuk lebih jelasnya begini, tanaman ini memiliki batang berukuran besar dengan tinggi mencapai 45 m, diameter 90 – 125 cm, dan berbanir.

Dibagian luar batang terdapat kulit yang dapat dengan mudah terkelupas, berwarna coklat muda hingga dewasa berwarna coklat muda, bercabang banyak dengan bentuk simpodial.

Baca Juga Pohon Banyan: Pengertian, Klasifikasi dan Karakteristik Morfologi nya

Daun Kepuh

Untuk daunnya, umumnya termaksud daun menjari dengan 7 sampai 9 anak daun(foliolum). Biasanya berwarna hijau muda hingga hijau tua, dengan panjang mencapai 12,4 sampai 37 sentimeter dan tebal 0,025 sampai 0,06 sentimeter.

Apabila disentuh dengan tangan secara langsung, daun ini memiliki tekstur kasar dibagian luarnya dan daging daun mirip kertas. Untuk tangkainya, umumnya memiliki tangkai daun(petiolus) dengan panjang 12,5-37 cm.

Bunga

bunga kepuh
Sumber herba.berita1.com

Tanaman ini memiliki bunga berjenis tunggal, berumah satu yang biasanya tumbuh dibagian ketiak daun muda. Artinya bunga tunggal adalah jenis bunga yang memiliki kelamin jantan(benang sari) dan kelamin betina(putik) disatu tempat.

Bunga ini memiliki warna merah tua dan mengeluarkan bau busuk. Proses pembuahan pada bunga kapuh dibantu langsung oleh serangga atau enemogami seperti lalat, kumbang dan lebah.

Yang menjadi ciri khas dari bunga kepuh adalah baunya yang busuk. Dari infomasi yang kami dapat bau busuk pada bunga kepuh dianggap mengganggu ada juga yang menganggap unik dan menarik. Lalu menurut pendapat masyarakat Lamong bau busuk kepuh dipercaya sebagai tanda bawah pohon ini akan menyebarkan penyakit seperti demam dan lain lain.

Buah dan Biji

buah kepuh
Sumber www.jenisfloraindonesia.web.id

Secara umum buah kepuh memiliki warna hijau untuk buah yang muda, sedang untuk buah yang sudah matang atau masak memiliki warna merah dan ada juga yang berwarna hitam membuka. Kemudian buah ini memiliki kulit tebal dengan bagian ujung runcing.

Untuk memastikan buah kapuk matang atau belum dapat anda lihat dari warna kulitnya, atau biasanya akan matang setelah berumur 4-6 bulan. Setiap buahnya akan menghasilkan biji, biasanya berwarna hitam mengkilat dan banyak mengandung minyak. Jumlah biji kering sebanyak 493 – 495 butir/kg.

Pertumbuhan dan Perkembangan

Untuk melakukan pertumbuhan dan perkembang pada tanaman ini, dapat dilakukan melalu biji. Awal pertumbuhan pohon ini dimulai dari proses pertumbuhan kecambah pada bijinya, secara alami biji kapuk akan tumbuh pada bulan Januari dan februari.

Proses pertumbuhan awal tanaman ini sangat cepat, namun difase pertumbuhan selanjutnya akan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan kebutuhan sinar matahari yang tinggi. Dibeberapa kasus, perkembang biakan tanaman ini sering gagal dikarena serangan hama dan penyakit.

Maka dari itu diperlukan perawatan khusus agar masa pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini dapat berjalan cepat. Kami akan memberikan tips, bagaimana cara meningkat masa pertumbuhan dan perkembangan kepuh, seperti melakukan rekayasa faktor abiotik atau memberikan hormon tertentu.

Hormon tersebut adalah auksin, giberelin, sitokinin atau hormon yang lainnya, dapat juga dengan melakukan pemangkasan/pemotongan ujung batang dan melukai bagian batang sampai mengenai daerah kambium. Hal ini berfungsi merangsang hormon hormon tersebut bekerja secara baik.

Hipotesis

Mneurut hipotesis saya, pertumbuhan dan perkembangan pohon kepuh dipengaruh oleh lingkungan sekitar. Jadi untuk daerah dataran rendah, bukit, dan pesisir memiliki latitude dan longitude berbeda sehingga memberikan kondisi lingkungan hidup kepuh yang berbeda. Diduga terdapat perbedaan karakteristik fenotip kepuh pada daerah dataran rendah, bukit, dan pesisir di wilayah Kabupaten Lamongan.

Manfaat

Untuk daerah Lamongan tanaman ini tidak dianggap bernilai ekonomis, masyarakat sekitar lebih mengganggap kepuh sebagai tanaman mistik. Padahal tanaman ini mengandung sejuta manfaat bagi tubuh kita terutama pada batang, biji, buah dan daunnya.

Biasanya daun tanaman ini digunakan sebagai obat alami demam, TBC, dan sakit kepala. Sedangkan bijinya sering digunakan sebagai bahan produk industri pembuatan shampo, sabun, pelembut kain, cat, dan plastik.

Lalu bagian kulit buahnya, beberapa orang menggunakan kulit buah tanaman ini sebagai bahan pembuata kue.terakhir adalah batangnya, batang kepuh dapat menghasilkan kayu. Nah kayu tersebut dapat digunakan sebagai bahan bangunan rumah, bahan pembuatan kapal, kotak kontainer, dan kertas bulp karena kayu ini termasuk kayuh yang kuat dan kokoh.

Demikian ulasan tentang Kepuh dari pengertian, klasifikasi, morfologi, cara pertumbuhan dan manfaatnya. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya. Baca Juga Jeruk: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Varietas, Syarat Tumbuh, Hama

Loading...

3 pemikiran pada “Kepuh: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Pertumbuhan dan Manfaat

Tinggalkan Balasan