Ciri ciri Gajah, Klasifikasi, Penyebaran, Populasi dan Perilakunya

Ciri ciri Gajah – Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan spesies kunci yang ada di Taman Nasional Way Kambas. Gajah sumatera memiliki manfaat penting bagi kehidupan manusia secara ekologi, ekonomi, maupun sosial budaya, salah satunya yaitu ekowisata.

Secara umum Gajah sumatera (Elephas maximus sumateranus) merupakan mamalia terbesar di Indonesia yang tersebar di sepanjang Pulau Sumatera. Gajah sumatera merupakan satwa yang terancam punah, karena setiap tahun populasi gajah sumatera semakin berkurang. Penyebab utama dari kelangkaan gajah sumatera adalah hilangnya habitat gajah akibat konversi lahan (Saleh dan Adriani 2005).

Gajah sumatera memiliki beberapa perilaku dalam kehidupan sehari-hari seperti perilaku makan, perilaku minum, perilaku istirahat, perilaku pergerakan, perilaku sosial dan perilaku seksual. Mamalia raksasa ini memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibandingkan hewan mamalia sejenisnya yang ada di darat. Ciri fisik gajah adalah belalai dan gadingnya.

Untuk lebih jelas memahami mengenai ciri ciri gajah, kami SawonBudidaya akan memaparkan beberapa ciri khas dari hewan mamalia raksasa ini. Berikut penjelasanya ! Baca Juga Ciri Ciri Kelinci

Ciri ciri Gajah

Untuk memastikan ciri ciri gajah secara umum terdapat beberapa hal yang perlu anda perhatikan, dari klasifikasi gajah, ciri khas gajah, populasi gajah, penyebaran gajah dan perilaku gajah. Semua hal itu sudah kami rangkum sebagai berikut !

Klasifikasi Gajah

Gajah sumatera termasuk ke dalam kelas Mammalia. Klasifikasi gajah sumatera menurut Natalia (2014) adalah sebagai berikut.

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Mamalia
  • Bangsa : Proboscidae
  • Suku : Elephantidae
  • Marga : Elephas
  • Jenis : Elephas maximus
  • Anak Jenis : Elephas maximus sumateranus

Ciri Khas Gajah

Ciri ciri Gajah
Ciri ciri Gajah

Berikut ini akan kami berikan beberapa paparan mengenai ciri ciri gajah, silahkan simak paparan ini diantaranya :

1. Gajah memiliki ukuran badan yang besar

2. Berat atau bobot gajah mencapai tiga sampai lima ton

3. Dengan tinggi badan antara dua sampai tiga meter

4. Setiap gajah memiliki vertebrata berjumlah 326 sampai 351.

5. Lalu terdapat 21 pasang tulang rusuk.

6. Memiliki Tengkorak kepala yang kuat dan keras.

7. Memiliki telinga berukuran besar, sehingga gajah mampu mendengar suara berfrekuensi rendah sekalipun dengan jelas.

8. Untuk gajah sumatera, umumnya memiliki telinga berbentuk segitiga.

9. Sedangkan untuk gajah afrika memiliki bentuk telinga kotak, dengan ukuran lebih besar dibandingkan gajah sumatera.

10. Gajah memiliki belalai yang merupakan bagian dari hidung dan mulut. Secara umum belalai adalah otot tanpa tulang dengan fungsi sebagai alat penafasan, penciuman, meraba, menggenggam dan pendengar.

11. Setiap gajah dewasa memiliki dua puluh enam buah gigi. .

12. Memiliki dua buah gading, sebenarnya gading adalah gigi gajah yang sudah tumbuh.

13. Kemudian gajah juga memiliki 2 pasang kaki, dibagian depan dan belakang.

14. Untuk kaki bagian depan, umumnya memiliki lima buah kuku

15. Sedangkan untuk kaki bagian belakang memiliki empat buah kuku.

16. Gajah memiliki kulit tebal, dengan ketebalan mencapai 2,5 sentimeter.

Loading...

17. Umumnya gajah memiliki kulit berwarna abu abu, cokelat dan kemerahan.

18. Jika gajah sumatera umumnya yang memiliki gading adalah gajah jantan, beda halnya dengan gajah afrika. Karena untuk gajah afrika kedua jenis kelamin baik itu jantan ataupun betina sama sama memiliki gading.

19. Untuk gajah jantan memiliki testis dengan ukuran panjang mencapai 100 sentimeter dan diameter 16 sentimeter.

Loading...

20. Sedangkan untuk gajah betina memiliki klitirs dengan diameter 40 sentimeter.

21. Gajah sumatera umumnya memiliki dua benjolan dibagian kepalanya, sedangkan untuk gajah afrika cenderung datar.

22. Gajah memiliki sepasang mata yang kecil, berwarna coklat.

23. Memiliki ekor yang panjang, dengan bagian ujung ditumbuhi rambut.

24. Umumnya perkembang biakan gajah dilakukan dengan cara melahirkan.

25. Termaksud hewan mamalia, dengan ukuran badan terbesar di Indonesia.

Baca Juga Ciri ciri Ayam

Penyebaran Gajah

Menurut Abdullah dkk (2012), mengatakan bahwa gajah sumatera adalah salah satu hewan mamalia yang masuk ordo Proboscidea yang terancam populasinya. Ancaman dari gajah sumatera dipengaruhi oleh dua faktor yaitu biotik dan abiotik, yang salah satunya adalah manusia. Padahal sudah jelas dipaparkan didalam Undang undang tahun 1931 No 134 dan 266 mengenai perlindungan binatang liar.

Umumnya gajah dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu gajah Asia dan Afrika, untuk gajah sumatera sendiri termaksud kedalam dua kelompok tersebut. Gajah sumatera tersebar di pulau Sumatera seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung.

Populasi Gajah

Karena banyak dilakukan pemburuan liar populasi dari gajah, terutama gajah sumatera telah menurun dari tahun ke tahun. Banyak upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi penurunan populasi gajah sumatera yaitu dengan melakukan konservasi eksitu gajah sumatera di luar habitat aslinya.

Dengan konsep pengelolaan gajah oleh pemerintah Indonesia pada saat itu adalah Tiga Liman  yaitu terdiri dari: Bina Liman, Tata Liman dan Guna Liman. Pada periode tahun 1986 hingga 1995, lebih kurang 520 ekor gajah telah ditangkap untuk mengatasi konflik manusia dan gajah. Gajah yang ditangkap ditempatkan di enam Pusat Latihan Gajah di Sumatera.

Dalam proses pelestarian gajah menggunakan konsep tersebut kemudian direvisi oleh pemerintah Indonesia karena dianggap tidak berkesinambungan dan dapat mempengaruhi kelestarian gajah di habitat aslinya. Selain itu, konsep Tiga Liman juga mengakibatkan terjadinya penumpukan gajah di PKG yang konsekuensinya mengakibatkan pengelolaan PKG membutuhkan dana yang sangat besar.

Perilaku Gajah

1. Makan Gajah

Gajah merupakan mamalia yang aktif baik di siang maupun malam hari. Namun, sebagian besar dari mereka aktif dari 2 jam sebelum petang sampai 2 jam setelah fajar untuk mencari makan. Hal ini sependapat bahwa gajah sering mencari makan sambil berjalan di malam hari selama 16-18 jam setiap hari. Gajah bukan satwa yang hemat terhadap pakan sehingga cenderung meninggalkan banyak sisa makanan apabila masih terdapat makanan yang lebih baik lagi. Gajah sumatera memakan rumput-rumputan, daun, ranting, umbi-umbian dan kadang buah buahan.

Umumnya terdapat enam puluh sembilan ( 69) jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pakan gajah. Tumbuhan tersebut terdiri dari 29 kelompok rumput-rumputan dan 40 kelompok tanaman non rumput. Gajah sumatera diketahui lebih menyukai rumput-rumputan (Supartono, 2007).

2. Sosial Gajah

Gajah merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok. Kelompok berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup gajah. Jumlah anggota kelompok sangat bervariasi. Tergantung pada kondisi sumber daya alam dan luas habitat. Secara umum jenis gajah sumatera dapat ditemukan dalam kelompok berjumlah besar yang terdiri dari 20-35 ekor, tetapi juga ada kawanan yang hanya 3 ekor saja. Setiap kelompok dipimpin oleh seekor betina yang paling besar. Sedangkan yang jantan berada dalam kelompok untuk periode tertentu saja.

Untuk gajah yang berumur tua akan hidup sendiri atau memisahkan diri, sampai waktunya habis (mati). Gajah jantan muda dan sudah beranjak dewasa dipaksa meninggalkan kelompoknya atau pergi dengan suka rela untuk bergabung dengan kelompok jantan lain. Sementara itu, gajah betina muda tetap menjadi anggota kelompok dan bertindak sebagai bibi, pengasuh pada kelompok “taman kanak-kanak kindergarten” (Nawawi, 2003).

3. Seksual Gajah

Untuk gajah berkelamin betina dapat melahirkan anak gajah, setelah berumur sembilan sampai sepuluh tahun. Usia kehamilan gajah sumatera mencapai 22 bulan, bayi gajah sumatera yang baru lahir memiliki bobot tubuh sekitar 40-80 kg dengan tinggi 75-100 cm. Setiap bayi gajah yang dilahirkan akan dibesarkan oleh indukannya masing masing hingga berumur 18 bulan.

Biasanya sekali hamil dan melahirkan indukan gajah hanya mampu melahirkan satu anakan gajah saja, tetapi dibeberapa kasus langka terdapat indukan gajah yang mampu melahirkan 2 ekor anakan gajah sekaligus. Jarak waktu antar kehamilan berkisar 4-4,5 tahun. Gajah jantan memiliki periode musth, yaitu masa produksi hormon testosteron. Musth menandakan bahwa gajah jantan sudah siap kawin.

Secara umum gajah jantan akan mengalami musth setelah berumur sekitar 12-15 tahun. Ketika gajah jantan telah memasuki masa mush akan terjadi perubahan perilaku, nafsu makannya menurun, gerakannya lebih agresif dan suka mengendus-ngendus dengan belalainya. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti sering meneteskan urin, penis sering keluar dan dari dahinya mengeluarkan kelenjar berbau menyengat (Anggraini, 2003).

Demikian artikel tentang gajah ini, dari ciri ciri gajah, klasifikasi gajah, penyebaran gajah dan perilaku gajah. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya. Baca Juga Ciri ciri Buaya : Klasifikasi, Jenis, Perilaku dan Gangguan Di Habitatnya !!