ciri ciri buaya
Peternakan

Ciri ciri Buaya : Klasifikasi, Jenis, Perilaku dan Gangguan Di Habitatnya !!

Ciri ciri Buaya – Secara umum terdapat 4 jenis buaya di Indonesia yaitu buaya Sinyulong, buaya Siam, buaya muara dan buaya air tawar riau. Keempat jenis buaya ini termaksud hewan dilindungi, dijelaskan didalam PP. No.7 tahun 1999. Buaya sendiri termaksud hewan karnivora, yang artinya hewan pemakan daging, dengan kata lain hewan berbahaya. Karena buaya tidak hanya memakan hewan saja, terdapat beberapa kasus menjelaskan bahwa buaya mampu memakan manusia secara brutal.

Meskipun begitu buaya tetaplah hewan yang berusaha hidup dengan mencari makan dan mencoba bertahan hidup terhadap ganguan biotik di habitatnya seperti manusia. Karena banyak sekali manusia manusia tidak bertanggung jawab sengaja berburu buaya dengan alasan ingin menjual kulitnya, karena harganya yang menggiurkan. Maka cobalah dari sekarang untuk merubah pola pikir tersebut, kembali ketopik !

Diartikel ini SawonBudidaya hanya akan membahas mengenai buaya, dari klasifikasi ilmiah buaya, ciri ciri buaya, perilaku buaya, habitat buaya, jenis buaya dan gangguan habitat buaya sebagai berikut.

Klasifikasi ilmiah Buaya

  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Vertebrata
  • Class : Reptilia
  • Ordo : Loricata atau Emidosauria
  • Famili : Crocodylidae
  • Subfamili : Crocodylinae
  • Genus : Crocodylus
  • Spesies : Crocodylus novaeguineae Schmidt, Crocodylus porosus Schneider, Crocodylus palustris Lesson, Crocodylus siamensis Schneider.

Ciri ciri Buaya

ciri ciri buaya
Ciri ciri Buaya

Berikut ini akan kami jelaskan ciri ciri buaya secara umum :

1. Buaya termaksud hewan bertulang belakang ( Vertebrata)

2. Memiliki lubang dubur memanjang ( Longitudinal)

3. Tubuh buaya dilindungan sisik yang terbentuk dari plat sisi dari zat tandung di bagian punggungnya.

3. Kemudian dibagian perut buaya juga terdapat sisik yang lebih kuat dibandingkan sisik punggungnya.

4. Tubuh buaya terbagi menjadi 4 anggota badan.

5. Memiliki dua buah kaki bagian dengan jumlah jari masing masing lima.

Loading...

6. Lalu terdapat dua buah kaki belakang dengan jumlah jaring masing masing masing empat.

6. Buaya juga memiliki ekor yang panjang dan kuat.

7. Dibagian kepalanya terdapat lubang lubang anterior.

8. Memiliki mata berbentuk vertikal.

9. Memiliki Telinga yang dapat bergerak.

10. Buaya termaksud hewan yang memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap lingkungannya.

11. Buaya termaksud hewan berdarah dingin.

12. Buaya termaksud hewan pemakan daging ( Karnivora)

13. Buaya berkembang biak dengan cara bertelur.

14. Setiap indukan betina, mampu menghasilkan enam sampai delapan telur

15. Telur yang dihasilkan memiliki bentuk lonjong dan memanjang dengan kulit yang keras.

16. Memiliki rahang gigi yang sangat kuat, hal ini tidak terlepas dari class buaya yaitu reptil sehingga sangat cocok digunakan untuk mengunyah atau membunuh mangsanya.

17. Terdapat gigi yang tajam, yang merupakan kombinasi mematikan antara rahang kuat serta gigi tajam dalam menggigit mangsanya.

18. Terdapat selaput yang tebal dibagian hidung dan matanya.

19. Bernafas menggunakan paru paru.

Loading...

20. Memiliki kuku yang tajam di setiap jari jari kakinya.

21. Umumnya kulit buaya berwarna hijau tua, tergantung kondisi lingukangannya.

22. Termaksud Kingdom Animalia.

23. Termaksud Ordo Loricata atau Emidosauria.

24. Termaksud Famili Crocodylidae.

25. Termaksud Subfamili Crocodylinae.

26. Termaksud Genus Crocodylus.

27. Termaksud Spesies Crocodylus novaeguineae Schmidt, Crocodylus porosus Schneider , Crocodylus palustris Lesson, Crocodylus siamensis Schneider.

28. Buaya termaksud hewan Ectherms, artinya hewan yang mengatur suhu atau temperatur tubuhnya tergantung kondisi lingkungannya.

29. Buaya senang hidup di daerah yang memiliki arus tenang.

30. Buaya hidup di daerah yang memiliki air payau atau tawar.

Baca Juga Ciri Ciri Kelinci

Jenis Buaya Air Tawar

Secara umum buaya air tawar memiliki empat jenis apa saja itu ? berikut penjelasannya !

1. Buaya Muara/Laut/Bekatak (Crocodylus porosus), terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Halmahera, dan Irian Jaya,

2. Buaya air tawar Irian (Crocodylus novaeguineae) terdapat di Irian Jaya,

3. Buaya Julung/Senyulong (Tomistoma schlegelii) terdapat di Sumatera dan Kalimantan,

4. Buaya Siam (Crocodylus siamensis) terdapat pada air tawar di Pulau Jawa, dan

5. Buaya Muara (Crocodylus palustris) di Jawa.

Perilaku Buaya

Secara umum buaya termaksud hewan Ectotherms, artinya hewan yang hidup karena pengaruh panas matahari sehingga dapat mengatur suhu atau temperatur badannya. Setiap pagi setelah sinar matahari muncul atau kira kira pukul tujuh lewat lima belas menit, buaya akan muncul kepermukaan dan berjemur ditepi tepi sungai.

Dengan tujuan menstabilkan suhu badannya agar kembali normar serta memulih atau mengembalikan kalori yang sudah hilang ketika berada di dalam sunga semalaman. Untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap stabil meskipun terik matahari sangat panas, buaya akan membuka mulutnya yang merupakan cara buaya untuk mendinginkan tubuhnya dari sinar matahari tadi.

Setelah itu buaya akan mencari daerah lembang seperti ke daerah semak semak yang becek atau kembali lagi kesungai dengan kondisi tubuh setengah terendam air. Umumnya buaya hidup bersembunyi dan sering bersembunyi ( Seretive). Ketika matahari mulai turun atau sore hari buaya akan pergi mencari makan, setelah itu buaya akan kembali kesungai untuk berendam, hal ini dikarena suhu air pada malam hari lebih hangat dibanding suhu di darat.

Untuk berenang di air, buaya menggunakan ekor sebagai dayung sehingga dapat berenang ber mil mil jauhnya tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Meskipun buaya dapat berenang dengan cepat diair, beda halnya di darat karena buaya akan bergerak sangat lambat. Namun ketika buaya dalam kondisi siaga atau dalam bahaya buaya mampu bergerak cepat tanpa terduga.

Kelemahan buaya adalah bahwa buaya kesulitan dalam membelokkan badannya yang tidak fleksibel karena adanya tulang rusuk yang terletak diperutnya. Oleh sebab itu, cara termudah lepas dari kejaran buaya adalah dengan membelokkan badan berbalik arah menurut Harto 2002.

Habitat dan Penyebaran Buaya

Menurut ahli Alikodra ( Tahun 2002) berpendapat bahawa habitat yang disukai satwa seperti buaya harus memenuhi tiga ciri yaitu makanan, air dan cover. Untuk buaya sendiri, akan lebih menyukai ciri lingkungan atau habitat seperti berikut :

1. Daerah rawa, baik rawa air payau maupun rawa air tawar, terutama daerah rawa yang terdapat banyak pohon penutup (nipah, pandan, dan lain-lain) yang dapat digunakan sebagai tempat bersembunyi terutama pada saat mengintai mangsanya sekaligus sebagai tempat berlindung.

2. Berada di daerah aliran air yang mempunyai arus tenang.

3. Di daerah danau-danau yang disekitarnya banyak ditumbuhi vegetasi.

4. Di muara (daerah pertemuan antara sungai dan laut) menjadi tempat favorit jenis buaya muara karena ketersediaan makanan yang cukup yaitu ikan yang banyak hidup di daerah ini.

Masalah Di Habitat Buaya

Secara umum didalam suatu lingkungan kehidupan tentu terdapat masalah atau penganggu, hal ini sangat lumrah terjadi. Bukan hanya di habitat buaya saja, kita sebagai manusia tertentu terdapat gangguan di habitnya. Namun umumnya terdapat dua faktor pengganggu di habitat buaya diantara faktor biotik dan abiotik.

Faktor biotik dapat berupa predasi atau pemangsaan, perburuan oleh manusia, ketersediaan makanan dan persaingan mendapatkan makanan. Sedangkan faktor abiotik adalah suhu, pH, salinitas air, curah hujan, kerusakan habitat akibat eksploitasi hutan, ramainya lalu lintas sungai, pencemaran air dan tekanan penduduk (Anonim 1976).

Baiklah mungkin sekian penjelasan dari kami mengenai buaya, dari klasifikasi ilmiah buaya, ciri ciri buaya, perilaku buaya, habitat buaya dan gangguan di habitat buaya. Semoga sedikit penjelasan ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiaannya. Baca Juga Ciri ciri Ayam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *