Pertanian

Apa Pola Tanam Monokultur dan Polikultur itu?

Pola tanam polikultur

Pola Tanam – Proses penanaman secara organik terbagi menjadi dua sistem yaitu monokultur dan polikltur. Kedua sistem tersebut memiliki pola tanam yang berbeda, dan dari kedua sistem itu, polikultur merupakan sistem yang paling banyak digunakan petani karena memiliki banyak keunggulan dari pada sistem monokultur.

Secara umum pola tanam adalah teknik penanaman yang dilakukan pada lahan dengan cara mengantur sususan atau tata letak tanaman berdasarkan periode yang sudah ditentukan.  Cuaca menjadi faktor penentu kapan proses penanaman dapat dilakukan, contoh pada daerah yang memiliki iklim tropis. Maka proses penanam disusun selama 1 year dengan memperhatikan curah hujan, begitu juga sebaliknya.

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa terdapat dua sistem pola tanam yang cukup populer di Indonesia yaitu monokultur dan polikultur. Dari kedua sistem itu Polikultur  menjadi sistem paling digemari petani karena memiliki banyak keunggulan. Nah dibawah ini akan kami jelaskan apa itu monokultur dan polikultur sebagai berikut.

Pola Tanamn

Secara umum terdapat 2 jenis pola tanam yaitu monokultur dan polikultur, kedua jenis pola tanam tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing. Hal ini akan kami jelaskan sebagai berikut !

1. Pola Tanam Monokultur

pola tanam monokultur
Monokultur

Sistem Monokultur adalah teknik penanaman satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Kelebihan dari sistem monpkultur yaitu teknik yang digunakan maupun pemeliharaan tanaman relatif lebih mudah karena jenis tanaman yang dibudidayakan hanya satu jenis saja. Sedangkan kelemahan dari teknik ini yaitu tanaman yang dibudidayakan lebih mudah terserang hama dan penyakit.

2. Pola Tanam Polikultur

pola tanam polikultur
Polikultur

Sistem Polikultur adalah teknik penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Dibandingkan sistem monokultir, sistem ini memiliki banyak keunggulan sebagai berikut :

  • Mampu mengurangi penyakit dan hama pada tanaman lain. Contoh, ketika anda sedang menanam bawang daun dapat mengusir hama aphids dan ulat pada tanaman kubis karena mengeluarkan bau allicin.
  • Mampu menambah kesuburan tanah, contoh ketika menanam kacang kacangan maka tanah akan mengandung unsur N lebih banyak, hal ini dikarena akar pada tanaman kacangan mengandung bakteri Rhizobium.
  • Sistem Polikultur mampu memutuskan siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman.
  • Jumlah panen yang dihasilkan lebih beragam, hal ini karena sistem Polikultur dapat ditanami lebih dari satu jenis tanaman. Sistem ini juga memberi keutungan materi, jika salah satu jenis tanaman memiliki nilai jual rendah, dapat ditutupi oleh jenis tanaman lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Hal yang sulit dilakukan oleh petani pemula adalah memilih jenis tanaman yang sesuai ditanam pada satu lahan yang sama, apabila proses pemilihan jenis tanaman tidak sesuai akan memberikan dampak negatif sebagai berikut :

  • Terjadinya persaingan antar tanaman dalam memperoleh unsur hara, sehingga salah satu tanaman akan mengalami kekurangan asupan unsur hara
  • Kemudian lahan akan lebih mudah ditumbuhi hama dan penyakit,sehigga petani akan mengalami kesulitan dalam perawatan atau pemeliharaan tanaman.

a. Macam-macam pola tanam polikultur

Secara umum terdapat beberapa jenis sistem polikultur, namun pada umum masyarakat lebih mengenal pengertian polikultur adalah proses penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan dan periode sama.

1. Tumpang gilir

Artinya menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama, proses ini memakan waktu hingga satu tahun sehingga akan menghasilkan lebih dari satu jenis panenan.

2. Tanaman pendamping

Artinya dalam satu bedengan akan ditanam lebih dari satu tanaman pendamping bagi tanaman lainnya. Tujuannya agar tanaman dapat saling melengkapi dari segi fisik maupun unsur hara. Agar tujuan tersebut tercapai, pemilihan jenis tanaman pendamping sangat diperhatikan, misalkan jenis tanaman yang memiliki perakaran dalam lebih efesien dalam mengurangi kepadatan tanah dan menambah keseburan tanah dengan menambah bahan organik didalamnya, hal ini akan sangat diperlulkan bagi tanaman berakar dangkal.

3. Tanaman campuran

Artinya menanam lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan dan waktu yang sama, contohnya menanam tomat dan kubis pada bedengan yang sama, mampu mengurangi timbulnya ngengat tritip yang menjadi musuh dari tanaman kubis.

4. Tumpang sari

Artinya menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama dengan susunan yang teratur.

5. Penanaman lorong

Artinya menanam tanaman berusia pendek, misalnya wortel, selada, terong, diantara tanaman yang memiliki masa pertumbuh cepat dan berumur panjang atau tahunan. Jenis tanaman tahunan yang cocok adalah turi, gamal, kaliandara, lamtoro, dan daun kupu-kupu. Dari sistem polikultur yang satu ini memiliki keunggulan yaitu tanah akan mengandung nitrogen lebih banyak, pertumbuhan gulma dapat dikurangi, mencegah terjadinya erosi, mampu meningkatkan penyerapan air dan mampu meningkatkan kelembaban tanah.

6. Pergiliran tanaman

Artinya menanam jenis tanaman yang tidak sekeluarga secara bergatian atau gilir. Tujuan dari kegiatan agar mampu memutuskan siklus hidup hama dan penyakit. Contohnya, kubis famili Cruciferae – selada famili Compositae – bawang merah Alliaceae – wortel famili Umbellidereae – terung famili Solanaceae – kedelai famili Leguminosae – jagung famili Graminae – kangkung famili Convolvulaceae – mentimun famili Cucurbitaceae – okra famili Malvaceae.

b. Pendoman memilih jenis tanam dalam sistem polikultur

Untuk mempraktekkan sistem polikultur langsung hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis tanaman yang sesuai, apabila pemilihan tanaman tidak sesuai dapat menyebabkan kerugian baik dari segi materi ataupun lainnya.  Dalam pemilihan jenis tanaman yang tidak sesuai akan berdampak pada masa pertumbugan tanaman lebih lambat, terjadinya perebutan unsur hara dan masa pertumbuhan hama serta penyakit tidak dapat dikontrol.

Selain itu terdapat beberapa hal lainnya yang perlu anda perhatikan, apa saja itu ? simak penjelasan kami dibawah ini !!

1. Sosok tanaman dan kebutuhan sinar matahari

Loading...

Sinar matahari merupakan bagian terpenting dalam proses pertumbuhan tanaman, karena sinar matahari merupakan salah satu syarat terjadinya fotosintesis pada tanaman. Namun tingkat kebutuhan sinar matahari untuk tanaman berbeda beda. Bagi tanaman yang menghasilkan bunga dan buah memerlukan asupan sinar matahari secara penuh sehingga tidak bisa dinaungi, namun untuk tanaman yang hanya menghasilkan daun tidak memerlukan sinar matahari secara penuh.  Contohnya buncis merambat dan kapri memerlukan sinar matahari banyak, sedangkan selada dan seledri dapat tumbuh dibawah naungan.

2. Kebutuhan unsur hara

Tingkat kebutuhan unsur hara pada setiap tanaman berbeda beda, secara umum terdapat 3 kelompok tanaman berdasarkan tingkat kebutuhan unsur haranya sebagai berikut :

Loading...

a. Tanaman yang memerlukan unsur hara nitrogen lebih banyak disebut heavy feeedrs. Contohnya kubis, selada, bayam, jagung, dan labu

b. Tanaman memerlukan nitrogen lebih sedikit dari pada kalium, disebut light feedrs. Contohnya tanaman yang menghasilkan umbi seperti bawang merah, lobak, ubi kayu, wortel dan ubi jalar.

c. Tanaman yang menghasilka nitrogen atau jenis tanaman yang mampu mengikat nitrogen lebih banyak karena mengandung bakteri Rhizobium disebut soil builders. Contohnya kacang tanah, kedelai, buncis, kacang hijau dan kara.

3. Sistem perakaran

Untuk setiap tanaman memiliki sistem perakaran yang berbeda, dari akar dangkal, melebar, rimbun dan sebagainya. Dengan memperhatikan sistem perakaran anda dapat menentuk jarak antar tanaman yang ditanam. Dalam menggunakan sistem polikultur sebagai tanaman yang dipilih memiliki sistem perakaran yang berbeda beda, sehingga mampu melengkapi satu tanaman dengan tanaman lainnya.

Demikian penjelasan kami mengenai pengertian pola tanam bedasarkan jenis tanamannya. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terima kasih atas perhatiannya.

Satu pemikiran pada “Apa Pola Tanam Monokultur dan Polikultur itu?

Tinggalkan Balasan