Jenis Tanah dan Upaya Meningkatkan Kesuburan Tanah

Kesuburan Tanah – Tingkat keseburan tanah merupakan bagian yang sangat penting dimana hal ini mampu mendukung masa pertumbuhan tanaman. Untuk melihat apakah tanah sudah masuk dalam ketegori subur atau belum dapat dilihat dari kondisi fisik, kimia dan biologis atau hayati.

Secara umum kesuburan tanah adalah kondisi atau kemampuan suatu tanah untuk mengahasilkan produktif tanaman yang diharapkan, yang dimaksud produktif tanaman yaitu buah, biji, daun, bunga, umbi, getah, eksudat, akar, trubas, batang, biomassa, naungan dan bentuk. Sumber Wikipedia

Keseburan Tanah

Untuk mengetahui apakah tanah yang anda miliki sudah termaksud dalam kategori subur atau tidak dapat dilihat dari kondisi fisik, kimia maupun biologi tanah itu sendiri. Berikut beberapa faktor yang dapat anda perhatikan dalam mengecek kesuburan tanah !

kesuburan tanah

a. Faktor Fisik

Jika dilihat dari segi fisik, tanah yang masuk dalam kategori subur memiliki keadaan gembur. Proses penggemburan dapat dilakukan dengan cara membalikan tanah, baik dicangkul ataupun dibajak terlebih dulu. Kegiatan pembalikan tanah akan berdampak positih sebagai berikut :

1. ketika proses pembalikan tanah berlangsung maka akan terjadi pertukaran udara (aerasi), gas racun yang ada didalam tanah akan menguap dan berganti dengan oksigen (O2).

2. karena terdapat oksigen didalam tanah maka akan terjadi perkembangan pada jasad renik aerob, hal ini akan berpengaruh pada keseuburan tanah, contohnya bakteri Rhizobium, Azotobacter dan Nitrobacter.

3. karena tanah dalam kondisi gembur, maka tanah akan lebih mudah meresap air sehingga tingga kelembaban tanah normal.

Loading...

4. kemudian tanah terhindar dari serangan penyakit, gulma dan hama karena terkena sinar matahari yang terjadi saat proses pembalikan tanah atau pembajakan.

Selain dilakukan proses pembalikan, anda juga dapat memberi pupuk organik serta pasir agar tanah dalam keadaan gembur. Keunggulan pada tanah dengan kondisi gembur akan lebih mudah ditanam, disiangi dan dipupuk, lalu proses pertumbuhan akar pada calon tanaman baru akan lebih mudah dan unsur hara mampu diserap secara maksimal. Ketika musim kemarau tiba, tanah dengan kondisi gembur dibagian permukaannya akan berfungsi dalam mengurangi penguapan air yang terjadi didalam tanah. Baca juga Cara Menanam Sawi

b. Faktor Kimia

Unsur kimia yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang disebut unsur hara. Pada setiap tanaman membutuhkan unsur hara dalam jumlah berbeda-beda, tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Tingkat kebutuhan unsur hara pada tanaman terdiri dari 3 golongan, yaitu jumlah banyak ( makro), sedang (madya) dan sedikit (mikro).

1. Unsur hara makro : nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O).

2. unsur hara madya : kalsium ( Ca), magnesium (Mg) dan belerang (S).

3. Unsur hara mikro : besi (Fe), tembaga(Cu), seng (Zn), mangan (Mn), boron (B), molibdin (Mo), klor (C1), kobalt (Co), dan silisium (Si).

Jumlah unsur hara di dalam tanah sangat terbatas, maka dari itu diperlu penambahan unsur hara yang dapat dilakukan dengan memberi pupuk organik seperti pupuk kandang kering atau kompos. Tingkat unsur hara yang ada didalam tanah akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah itu sendiri, diatas tadi kita sudah membahas bahwa unsur hara merupakan faktor kimia yang dibutuhkan oleh tanaman dengan jumlah yang berbeda beda.

Kemudian proses penyerapan unsur hara oleh tanaman dipengaruhi oleh tingkat keasaman tanah atau pH – POWER HIDROGEN. Untuk mengetahui atau mengukut tingakt keasaman tanah ( PH) anda dapat menggunakan pH meter atau kertas pH. Baca juga Cara Menanam Anggrek

TABEL 1. DAFTAR SKALA REAKSI TANAH

Sumber DR Ir. Kang Biauw Tjwan

Setiap kondisi tanah yang memiliki kadar keasaman atau pH berbeda, tingkat ketersedian unsur hara pun berbeda. Berikut keadaan unsur hara dengan pH yang berbeda :

  • Pada tanah asam, unsur besi, tembaga, mangan dan aluminium banyak tersedia. Dengan jumlah banyak unsur unsur tersebut akan beresiko buruk pada tanaman bahkan mampu meracuni.
  • Pada pH tanah rendah dan tinggi, unsur fosfor banyak terikat pada komponen tanah sehingga sulit diserap oleh akar tanaman.
  • Pada tanah netral dan alkalis, unsur kalium, magnesiu, kalsium dan molibdin banyak tersedia akan mempermudah akar dalam menyerap unsur hara tersebut.

Secara umum reaksi tanah yang baik untuk pertumbuha tanaman sekitar pH 6,5. Jasad renik di dalam tanah akan hidup dengans subur  pada pH tanah netral sampai sedikit asam. Untuk melakukan penetralan tanah, dapat menggunakan kapur pertanian atau dolomit ( kapur bangunan yang telah mati/ tidak panas).

TABEL 2. DOSIS PEMBERIAN DOLOMIT UNTUK MENETRALKAN TANAH

Bagian 1

Bagian 2

TABEL 3. KESESUAIAN JENIS TANAMAN DENGAN Ph TANAH

Sumber : Thompson and Kelly

3. Faktor Biologis atau Hayati

Secara umum kondisi tanah pertanian yang baik dan produktif adalah jenis tanah yang mengandung bahan organik dan jasad hidup seperti mikro dan makro organisme. Meski sebenarnya wajar jika tanah mengandung jasad mati, namun karena kandungan jasad hidup yang banyak secara otomatis jasad mati tersebut akan dimusnahkan dan diubah menjadi bahan organik halus serta dapat diserap dengan mudah oleh akar tanaman. Contoh bahan organik yang telah mati adalah daun yang sudah rontok, jerami, sekam, batang pisang, batang jagung, ampas tebu, molase, humus, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, limbah binatang, maupun air septic tank. Sedangkan contoh jasad hidup adalah bakteri, cendawan, ganggang, protozoa, amoeb, semut, rayap, uret dan cacing.

Kenapa tanah yang ditanaman tanaman kacang-kacangan atau Leguminosae lebih subur ? karena tanaman kacang-kacangan memiliki bakteri Rhizobium dibagian akarnya. Bakteri Rhibozium berfungsi dalam mengikat nitrogen dari udara menjadi protein, maka dari itu tanah menjadi lebih subur. Lalu bagaimana cara agar tanah mengandung bakteri Rhibozium ? berikut penjelasan kami !

1. Pertama anda dapat menaburkan tanah yang mengandung banyak bintil akarnya karena sudah pernah ditanami tanaman kacang – kacangan atau Leguminosae.

2. kemudian anda juga dapat menaburi biji yang telah dicampur dengan bakteri Rhizobium murni.

Jika ingin mengikat nitrogen lebih banyak, bakteri Rhizobium memerlukan kapur, fosfat, kalium dan molibdin.

Jenis Tanah

1. Tanah Aluvial :

Jenis tanah ini dihasilkan dari pengedapan aliran sungai dataran rendah atau lembah, tanah aluvial dianggap memiliki umur yang masih muda.

2. Tanah Andosol :

Jenis tanah ini ditemukan pada daerah gunung api, atau biasanya terletak di lereng lereng gunung berapi seperti gunung api Sumatra, Jawa, Bal, Lombok dan Minahasa.

3. Tanah Regosol :

Tanah ini memiliki bentuk butiran kasar yang dihasilkan dari pengendapan. Jenis tanah ini sangat cocok ditanami tanaman padi, tebu, palawija, tembakau dan sayuran.

4. Tanah kapur :

Tanah ini dihasilkan dari batuan kapur yang mengalami pelakukan, jenis tanah ini sangat cocok ditanami tanaman palawija, stepa, sabana dan tanaman jati.

5. Tanah litosol

Jenis tanah ini dihasilkan dari proses pelapukan batuan yang belum sempurna, tanah ini cocok ditanami tanaman rumput ternak, palawija dan tanama keras.

Demikiran informasi yang dapat SawonBudidaya sampaikan mengenai Jenis dan Upaya Meningkatkan Kesuburan Tanah, Semoga sedikit pengetahuan kami dapat bermanfaat untuk anda semua dan terima kasih atas perhatiannya. Baca juga Cara Menanam Jagung Hibrida