Pertanian

Cara Menanam Sawi

Cara Menanam Sawi Di Bedengan

Cara Menanam Sawi – Sawi merupakan tanaman yang masuk dalam marga brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan, baik segar maupun diolah. Tingkat pengonsumsi sawi juga sangat tinggi, hal ini tidak terlepas dari rasa sawi yang lezat dan manfaat yang terkandung didalamnya. Dalam memulai budidaya sawi terdapat beberapa hal yang perlu anda perhatikan, baik itu jenis iklim, kesuburan tanah dan ketinggian lahan. Ternyata Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat baik dan cocok untuk melakukan budidaya sawi.

Ternyata dalam membudidayakan sawi dapat dilakukan dengan berbagai teknik dari cara menanam sawi di bedengan, di polybag atau pot dan juga teknik yang cukup terkenal yaitu hidroponik. Nah dari itulah SawonBudidaya ingin berbagi pengalaman mengenai budidaya sawi dan semoga dapat membantu anda semua dalam memulai budidaya sawi sendiri. Baca Juga Penjelasan Ciri ciri Sawi Dari Batang, Daun, Akar, Bunga Serta Buah

Cara Menanam Sawi

Berikut akan kami jelaskan beberapa Cara Menanam Sawi yang dapat anda praktekan sendiri di rumah, penasaran ? yuk langsung saja kita simak rangkuman dibawah ini !!

Cara Menanam Sawi Di Bedengan

Untuk tutorial pertama yang akan kami ulas adalah cara menanam sawi di bedengan, penggunaan bedengan lebih kami sarankan pada anda yang memiliki lahan kosong luas namun jika tidak ada lebih baik mengikuti tutorial lain dibawah ini !!

Pemilihan Bibit atau Benih

Dalam melakukan cara menanam sawi hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit atau benih sawi unggulan, dengan penggunaan bibit atau benih unggulan dapat menunjang keberhasilan budidaya sawi yang akan anda lakukan nanti. Baca Juga Cara Menanam Anggrek

bibit sawi unggulan
bukalapak.com

Jika anda bingung bagaimana cara memilih bibit atau benih sawi unggulan, kami akan memberikan penjelasan mengenai ciri ciri bibit atau benih sawi unggulan sebagai berikut :

  • Bibit unggulan biasanya memiliki bentuk bulat pipih dengan ukuran kecil
  • Warna kulit coklat kehitaman, hal ini karena bibit sudah benar benar matang atau siap
  • Jika disentuh bagian permukaan atas dan bawah bibit licin serta mengkilat
  • Dan bibit dikemas dalam bungkus alumunium foil yang utuh.

Proses Perendaman Bibit atau Benih

Untuk tahap selanjutnya dari cara menanam sawi adalah proses perendaman, kegiatan dilakukan dengan tujuan dapat merangsang pertumbuhan bibit atau benih dari masa dormasi, dalam melakukan perendaman ini anda dapat mennggunakan POC GDM.

Selain bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bibit atau benih sawi, ternyata proses perendaman ini dilakukan agar petani mampu menyeleksi bibit atau benih yang layak tumbuh sehingga pertumbuhannya lebih seragam. Baca Juga Cara Menanam Jagung

Proses Penyemaian Bibit atau Benih

Tahap selanjutnya dari cara menanam sawi adalah proses penyemaian, kegiatan ini baru dapat dilakukan setelah kedua tahap diatas telah selesai dari pemilihan bibit dan perendaman bibit. Kenapa perlu melakukan penyemaian?

bibit sawi semai
puriegarden.com

Secara umum proses penyemaian bertujuan agar calon tanaman sawi lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, kemudian dengan adanya penyemaian petani lebih mudah mengontrol laju pertumbuhan bibit sawi nanti. Baca Juga Cara Menanam Jagung Yang Baik dan Benar

Dalam melakukan penyemaian kami lebih menyarankan anda menggunakan sebuah wadah yang sudah tidak terpakai atau bisa juga menggunakan pot serta polybag. Kemudian isi wadah tersebut menggunakan media semai berupa campuran tanah biasa, tanah humus dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1,

Jika ingin menghasilkan media semai yang lebih subur anda dapat melakukan pengapuran telebih dulu, gunakan lah kapur dolomit atau kapur pertanian. Tujuan dilakukan pengapuran agar media semai yang akan anda gunakan memiliki kadar keasaman atau ph yang stabil. Simak Juga Cara Menanam Bawang Merah Di Bedengan

Pengolahan Lahan Tanam

Cara menanam sawi selanjutnya adalah pengolahan lahan tanam, pada tahap ini anda akan difokuskan pada bagaimana cara menghasilkan lahan yang subur sehingga mampu menunjang pertumbuhan tanaman sawi lebih cepat. Berikut akan kami jelaskan langkah langkah pengolahan lahan tanam sawi yaitu :

Cara Menanam Sawi Di Bedengan
www.kaskus.co.id
  • Pertama lakukan pengemburan terlebih dulu, tujuannya agar tanah menghasilkan tekstur lembut sehingga pertumbuhan akar tanaman sawi dapat lebih mudah.
  • Kemudian lakukan pembuatan bedengan dengan ketinggian 30 senti meter, lebar dan panjang disesuaikan dengan luas lahan masing masing
  • Setelah itu lakukan pencampuran antara pupuk kandang kering dan pupuk NPK dengan perbandingan 3:1:1 secara merata
  • Kemudian untuk hasil yang lebih maksimal anda juga perlu melakukan pengapuran dengan tujuan menstabilkan kadar keasaman tanah atau ph. pengapuran dapat dilakukan dengan kapur dolomit.
  • Diamkan lahan yang sudah anda olah beberapa minggu sambil menunggu pertumbuhan bibit atau benih sawi ditempat semai tadi.

Untuk hasil yang lebih maksimal anda dapat menambahkan GMD Black Bos dengan tujuan agar pertumbuhan pathogen atau penyakit ditanah dapat diminimalisir sehingga tanah lebih subur. Baca Juga Cara Menanam Cabe Rawit Di Bedengan Step by Step Untuk pemula!

Proses Penanaman Sawi

Tahap selanjutnya yang harus anda lakukan adalah penanaman, sebelum melakukan penanaman pastikan dulu bibit atau benih ditempat semai benar benar sudah siap dipindahkan. Ciri ciri bibit atau benih semai yang sudah siap dipindahkan antara lain sudah berusia 2 minggu dan memiliki 2 sampai 3 helain daun.

Setelah itu baru anda dapat melakukan penanaman atau pemindahan bibit sawi dari tempat semai kebengan. Sebaiknya proses pemindahan atau penanaman anda lakukan pada waktu pagi dan sore hari, guna mengurangi resiko bibit atau benih layu.

Penyulaman  Tanaman Sawi

Penyulaman dilakukan pada tanaman sawi yang tidak memiliki masa pertumbuhan yang baik atau mati, maka perlu diganti oleh bibit atau benih sawi yang baru. Proses ini hanya dapat dilakukan pada tanaman sawi yang berumur 1 mingguan, jika sudah lebih maka proses penyulaman tidak dapat dilakukan. Simak Juga Cara Menanam Tomat Di Pot

Penyiangan

Secara umum penyiangan dilakukan pada lahan atau tempat budidaya sawi  yang sudah banyak ditumbuhi gulma atau tumbuhan pengganggu yang dapat mengurangi asupan unsur hara yang diperoleh sawi.

Kapan proses penyiangan dapat dilakukan? Umumnya penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 2 mingguan, namun tidak menutup kemungkinan proses penyiangan dapat dilakukan lebih cepat ataupun lambat tergantung masa pertumbuhan gulam di lahan masing masing. Baca Juga Cara Menanam Cabe Rawit Di Pot Step by Step Untuk Pemula !!

Penyiraman

Kita ketahui air merupakan salah satu bahan yang sangat dibutuhkan tanaman sawi untuk tumbuh, maka dari itu kebutuhan air harus selalu tercukupi guna memaksimalkan pertumbuhan sawi nantinya. Proses penyiraman harus dilakukan secara rutin ditambah proses budidaya yang anda lakukan masuk musim kemarau, beda halnya jika budidaya sawi yang anda lakukan masuk musim hujan sebaiknya volume penyiraman dikurangi.

Pemupukan

Pemeliharaan tanaman sawi selanjutnya adalah pemupukan, dalam proses pemupukan anda dapat menggunakan dua jenis pupuk yaitu organik dan anorganik tergantung minat anda masing masing.

Intinya dalam proses pemupukan harus dilakukan dengan takaran sesuai, sehingga asupan unsur hara yang diperoleh tanaman sawi lebih optimal sehingga masa pertumbuhannya akan lebih cepat. Baca Juga Cara Menanam Jagung Manis yang baik dan benar untuk pemula!

Penyemprotan POC GDM

Untuk mengindari serangan penyakit pada daun sawi anda dapat melakukan penyemprotan POC GDM, dengan takaran 1 liter cairan POC GDM dilarutkan pada  liter air. kemudian semprot dibagian atas dan bawah permukaan daun secara rutin.

Loading...

Proses Panen

Secara umum tanaman sawi baru dapat dipanen setelah berusia 40 hari sejak awal tanam, anda dapat melakukan panen dengan cara mencabut sawi tersebut lalu bersihkan seluruh bagian sawi yang kotor dan lakukan seleksi pada sawi yang sudah dipanen. Simak Juga Cara Menanam Cabe Rawit Di Bedengan dan Di Pot Untuk Pemula!

Cara Menanam Sawi Hidroponik

Berikut akan kami jelaskan bagaimana Cara Menanam Sawi Hidroponik, karena kita ketahui teknik hidroponik merupakan salah satu teknik budidaya yang sangat populer hampir diseluruh kalangan masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Namun karena kurangnya pengetahuan mereka mengenai cara budidaya menggunakan teknik hidroponik banyak yang takut mencoba karena alasana takut gagal. Nah dari situ timbul idea penulis ingin berbagi bagaimana cara menanam sawi menggunakan teknik hidropink. Penasaran ? yuk kita simak bersama !!

Loading...

Pemilihan Bibit atau Benih

Sama halnya cara menanam sawi di bedengan ataupun di pot  pemilihan bibit atau benih merupakan tahap terpenting pertama yang harus anda lakukan. Pastikan bibit atau benih yang anda pilih memiliki kualitas baik, sehingga dapat menunjang pertumbuhan sawi secara maksimal. Baca Juga Cara Menanam Tomat Di Pot dan Bedengan Untuk Pemula!

Berikut ciri ciri bibit atau benih sawi berkualitas :

  • Bibit unggulan biasanya memiliki bentuk bulat pipih dengan ukuran kecil
  • Warna kulit coklat kehitaman, hal ini karena bibit sudah benar benar matang atau siap
  • Jika disentuh bagian permukaan atas dan bawah bibit licin serta mengkilat
  • Dan bibit dikemas dalam bungkus alumunium foil yang utuh.

Penyemaian Bibit Sawi Menggunakan Rockwool

Untuk tahap selanjutnya dari cara menanam sawi hidroponik adalah proses penyemaian, dalam proses penyemaian anda dapat menggunakan berbagai cara namun kali ini kami akan memberikan tutorial semai menggunakan rockwool.

cara menanam sawi hidroponik
arinibalifarm.blogspot.com

Pertama anda siapkan dulu alat dan bahan seperti rockwool, gergaji besi, sprayer, benih atau bibit sawi yang sudah disiapkan sebelumnya dan lidi. Langkah penyemaian hidroponik yang dapat anda ikuti sebagai berikut :

  • Kemudian potong rockwool dengan ketebalan 2 sampai 3 senti meter menggunakan gergaji besi,
  • kemudian lakukan pembagian rockwool menjadi 18 bagian, dengan cara memotong bagian pendek rockwool menjadi 3 dan bagian panjang rockwool menjadi 8. Lakukan pengirisan dengan kedalam 1 senti meter agar rockwool tidak terpotong seluruhnya.
  • Setelah it beri lubang disetiap bagian rockwool tadi menggunakan lidi yang sudah disiapkan sebelumnya dengan kedalam ½ senti meter.
  • Lalu masukan bibit atau benih sawi kedalam lubang rockwool tersebut, pastikan setiap lubang hanya berisi satu bibit atau benih sawi.
  • Selanjutnya basahi rockwool dengan cara menyemprotkan air biasa menggunakan sprayer secara menyeluruh.
  • Pindahkan tempat semai pada daerah yang terkena sinar matahari
  • Terakhir tunggu bibit atau benih tumbuh, biasanya memakan waktu 7 sampai 8 hari atau ditandai dengan tumbuhnya 2 sampai 3 helai daun.

Persiapan Wadah dan Alat Hidroponik

Tahap selanjutnya adalah persiapan wadah dan alat hidroponik, karena disini kita akan membahas cara menanam sawi hidroponik tentu tidak diperlukan persiapan median tanam dan pengolahan lahan. Lalu apa saja yang perlu disiapkan ? berikut kami jelaskan !

Pertama anda perlu menyiapkan beberapa alat yaitu netpot atau botol bekas, pisau, sumbu dari kain, spon, larutan nutrisi hindroponik dan pipa paralon. Setelah semua siap, lakukan pemasangan sumbu pada netpot atau botol bekas dibagian bawah tujuanya agar nutrisi dapat terserat sumbu tersebut dan dapat diserat oleh akar sawi nantinya.

Kemudian buat lubang pada paralon dengan jarak tiga sampai 5 senti meter perlubangnya, dengan diameter sama dengan netpot atau botol bekar tersebut. Setelah itu isi paralon tersebut menggunakan air nutrisi hingga penuh lalu diamkan 2 sampai 3 hari. Simak Juga Cara Menanam Bawang Merah Di Rumah Pada Musim Hujan !!

Proses Penanaman

Setelah semua siap dan bibit siap dipindahkan, lakukan penanaman atau pemindahan bibit ke netpot yang sudah ada dengan cara memotong rockwool yang sudah dibagi sebelumnya. Kemudian masukan kedalam wadah berupa netpot atau botol bekas, lalu letakkan dilubang paralon yang sudah diisi air nutrisi.

netpot sawi
petanirumputjepang

Sebaiknya pemindahan dilakukan pada pagi atau sore hari guna mengurangi resiko tanaman mati karena kondisi siang yang terlalu panas, namun karena anda menggunakan rockwool proses adaptasi pada tanaman sawi lebih cepat dan mudah.

Penyulaman  Sawi

Penyulaman dilakukan pada tanaman sawi yang tidak memiliki masa pertumbuhan yang baik atau mati, maka perlu diganti oleh bibit atau benih sawi yang baru. Proses ini hanya dapat dilakukan pada tanaman sawi yang berumur 1 mingguan, jika sudah lebih maka proses penyulaman tidak dapat dilakukan. Simak Juga Cara Menanam Cabe Rawit dan Cabe Merah Di Pot Untuk Pemula !!

Penyiangan

Secara umum penyiangan dilakukan pada tempat hidroponik yang sudah banyak ditumbuhi gulma atau tumbuhan pengganggu yang dapat mengurangi asupan unsur hara yang diperoleh sawi.

Kapan proses penyiangan dapat dilakukan? Umumnya penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 2 mingguan, namun tidak menutup kemungkinan proses penyiangan dapat dilakukan lebih cepat ataupun lambat tergantung masa pertumbuhan gulam di tempat hidroponik masing masing.

Selain itu anda juga perlu melakukan pengontrolan pada larutan nutrisi agar selalu terisi penuh, sehingga asupan nutirisi yang diperoleh tanaman sawi tetap terjaga. Meskipun menggunakan teknik hidroponik proses penyiraman juga perlu dilakukan, hanya saja tidak dilakukan secara rutin. Sebaiknya dilakukan sesekali dengan cara menyemprotkan air menggunakan sprayer. Simak Juga Cara Menanam Buah Naga Di Bedengan dan Di Pot Untuk Pemula!

Proses Panen

Secara umum penggunaan teknik hidroponik memakan waktu lebih cepat dibandingkan budidaya menggunakan bedengan atau pot, dengan menggunakan teknik hidroponik sawi yang anda tanam dapat dipanen kurang lebih 3 mingguan sejak awal penanaman.

Cara panennya juga cukup mudah, anda hanya perlu mencabut sawi tersebut dari tempat netpot atau botol bekas dengan catatan harus dilakukan secara hati hati agar tidak merusak pertumbuhan sawi. Maka dari itu banyak sekali petani handal yang lebih memilih membudidaya sawi dengan teknik hidroponik karena waktu panen lebih cepat, lebih mudah dan tidak memerlukan lahan serta yang terpenting memberi keuntungan berlipat ganda.

Cara menanam Sawi Di Polybag atau Pot

Sebenarnya untuk memulai budidaya sawi di pot atau polybag hampir sama dengan budidaya sawi di bedengan, hanya saja wadah atau tempat yang digunakan berbeda. Umumnya penggunaan pot atau polybag lebih dipilih petani yang tidak memiliki lahan kosong luas, maka alternative lain terbaiknya adalah polybag atau pot.

Cara menanam sawi yang pertama adalah pemilihan bibit atau benih unggula, diatas tadi sudah kami jelaskan bagaimana cara memilih bibit atau benih unggulan. Langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah proses penyemaian, nah sama halnya dengan proses penyemaian bibit sawi diatas. Setelah itu baru anda masuk tahap persiapan media tanam dan penamanan bibit sawi didalam polybag atau pot.

Persiapan Media Tanam

Langkah ini hanya kami tujukan pada anda yang menggunakan polybag atau pot sebagai wadah budidayanya, tidak mungkinkan polybag atau pot tidak diisi media tanam sebelum melakukan pananaman atau pemindahan bibit sawi dari tempat semai.

Dalam melakukan persiapan media tanam terdapat beberapa hal yang perlu anda siapkan yaitu tanah biasa, tanah humus, pupuk kandang kering dan kapur dolomit. Lalu bagaimana langkah selanjut ? berikut penjelasannya !!

  • Pertama pastikan dulu tanah yang anda pilih memiliki tingkat kadar keasaman yang sesuai, silahkan perhatikan link berikut Syarat Tumbuh Tanaman Sawi
  • Jika kadar keasaman tanah tidak sesuai, lakukan proses pengapuran terlebih dulu, setelah selesai diamkan tanah kurang lebih seminggu.
  • Baru lakukan pencampuran semua bahan tersebut dengan perbandingan 3:1:1
  • Diamkan kembali sambil menunggu bibit atau benih sawi siap dipindahkan

Proses Penanaman Sawi

Ketika semua siap, anda hanya perlu mengisi polybag atau pot dengan media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Lalu masukan bibit atau benih yang diambil dari tempat semai, lakukan secara hati hati agar tidak merusak bagian dari sawi terutama akarnya.

cara menanam sawi di polybag
polybag123.com

Kemudian siram media tanam tersebut menggunakan air secukupnya agar terjaga kelembabannya, selain itu anda juga perlu memperkenalkan bibit atau benih tersebut dengan sinar matahari secara langsung. Sebaiknya proses ini dilakukan secara bertahap agar bibit sawi lebih mudah beradaptasi.

Untuk tahap selanjutnya dari cara menanam sawi di polybag adalah pemeliharaan dan perawatan, kegiatan ini hampir sama dengan budidaya sawi di bedengan yaitu penyiangan, penyulaman, penyiraman dan pemupukan. Lalu disusul dengan proses panen !!

Demikian ulasan singkat kami mengenai Cara Menanam Sawi, Semoga sedikit pengetahuan ini dpat bermanfaat untuk anda semua. Terima kasih atas perhatiaannya dan selamat mencoba !! Simak Juga Cara Menanam Lidah Buaya Menggunakan Polybag dan Bedengan!

Tinggalkan Balasan