Cara Menanam Cabe Rawit Di Bedengan dan Di Pot Untuk Pemula!

Cara Menanam Cabe Rawit – Cabe rawit adalah salah satu tanaman atau buah yang masuk dalam genus Capsicum, meskipun kita sering mengganggap cabai merupakan buah namun menurut para ahli cabai masuk dalam keluarga sayuran yang sering digunakan sebagai bahan masakan atau bumbu.

Teknik dan tenologi untuk membudidayakan tanaman cabai semakin maju, sehingga banyak sekali petani awam atau pemula berani membudidayakan cabai dalam skala besar.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena dengan perkembangan teknologi dapat membantu para petani pemula dalam mencari informasi yang mereka butuhkan dengan mudah contoh seperti ini SawonBudidaya akan membagikan Cara Menanam Cabe Rawit.

Kita ketahui cabai bukan lagi kebutuhan sekunder melainkan sebagai kebutuhan primer yang berarti sangat penting atau pokok. Hal itu lah menjadikan kami menulis sebuah artikel ini yang mungkin berguna bagi anda semua dalam memulai budidaya cabai. Baca Juga Cara Menanam Tomat Di Pot dan Bedengan Untuk Pemula!

Cara Menanam Cabe Rawit

Berikut akan kami jelaskan Cara Menanam Cabe Rawit menggunakan Bedengan dan pot, penasaran? Yuk langsung saja kita simak rangkuman SawonBudidaya dibawah ini !!

Cara Menanam Cabe Rawit Di Bedengan

Cara Menanam Cabe Rawit di Bedengan

Dalam penggunaan bedengan sebagai tempat budidaya cabe rawit tentu memerlukan lahan kosong cukup luas dibandingkan mereka yang menggunakan pot, namun jika dilihat dari segi jumlah cabe rawit yang dapat ditanam tentu penggunaan bedengan akan menghasilkan cabe rawit dalam jumlah lebih banyak dibandingkan penggunaan pot.

Pemilihan Bibit Cabe

Pada tahap pertama budidaya cabe rawit, hal yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana cara mendapatkan bibit atau benih cabe rawit berkualitas tinggi ? karena bibit atau benih cabe merupakan faktor pendorong hasil panen nantinya, kenapa?

kita ikuti pribahasa yang mengatakan bahwa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” maka dari itu penanaman bibit cabe yang berkualitas tinggi tentu akan menghasilkan bakal buah cabe yang berkualitas tinggi juga. Dengan syarat step by step penanaman yang anda lakukan sudah tepat.

Lalu bagaimana cara mendapatkan bibit cabe rawit berkualitas tinggi? jawaban kami ada dua yaitu anda dapat membuat sendiri bibit tersebut dengan mencari indukan cabe rawit unggulan dan membeli bibit tersebut di toko toko pertanian sekitar rumah anda, dengan catatan harus memiliki standar mutu dari dinas pertanian. Baca Juga Cara Menanam Bawang Merah Di Rumah Pada Musim Hujan !!

Loading...

Proses Penyemaian

Tahap selanjutnya dari cara menanam cabe rawit adalah proses penyemaian, kenapa proses penyemaian perlu dilakukan? Tujuan dilakukan penyemaian agar bibit cabe rawit memperoloeh asupan nutrisi berupa air dan unsur hara secara maksimal dan memudahkan anda dalam mengontrol pertumbuhan bibit cabe ini nantinya.

Jika bibit cabe memperoleh asupan nutrisi dan pengontrolan maksimal, tentu masa pertumbuhan bibit cabe rawit dapat lebih cepat bukan? Dan tentunya proses penanaman cabe rawit dapat dilakukan lebih awal dari biasanya.

Baiklah kami akan menjelaskan tahap tahap proses penyemaian bibit cabe rawit dengan menggunakan polybag atau pot berukuran kecil, jika anda ingin menggunakan polybag atau pot berukuran besar juga tidak masalah asalkan tempat peletak polybag atau pot tersedia. Berikut step by stepnya!

  • Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan tempat penyemaian berupa polybag atau pot yang berdiameter sesuai dengan tempat peletekan polybag atau pot nantinya.
  • Kemudian anda perlu menyiapkan media semai berupa tanah biasa, tahan hitam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1
  • Setelah itu campur secara merata media semai tersebut, lalu masukan kedalam polybag atau pot yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  • Letakkan tempat semai tersebut dipekarangan rumah yang terkena sinar matahari penuh selama kurang lebih seminggu
  • Setelah media tanam didiamkan selama seminggu, anda dapat menyiapakn bibit cabe rawit. Sebelum melakukan penanam kedalam polybag atau pot sebaiknya bibit tersebut direndam dalam air hangat selama 3 jam, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan tunasnya.
  • Kemudian lakukan penanaman bibit cabe rawit, dengan cara meletakkan bibit cabe rawit dibagian permukaan media semai. Lalu tutup menggunakan media semai sedalam satu senti meter saja.
  • Tunggu sampai bibit cabe rawit berkecambah, setelah itu baru kenalkan dengan sinar matahari secara bertahap.
  • Lakukan pengontrolan secara rutin dan bersihkan media semai dari hama penganggu yang dapat merusak pertumbuhan bibit cabe rawit nantinya. Baca Juga Cara Menanam Cabe Rawit dan Cabe Merah Di Pot Untuk Pemula !!

Pengolahan Lahan

Pada tahap selanjutnya dalam cara menanam cabe merah adalah pengolahan lahan, sebenarnya ditahap ini anda dapat menggunakan polybag atau pot, namun kali ini kami hanya akan membahas penanaman cabe merah menggunakan lahan kosong. Tahap awal yang perlu anda siapkan adalah lahan kosong dengan panjang dan lebar sesuai kebutuhan penanaman cabe merah nantinya. Berikut akan kami jelaskan beberapa tahap dalam menyiapkan lahan tanam cabe merah diantaraya sebagai berikut!

cara menanam cabe rawit di bedengan
www.youtube.com
  • Pilih lahan kosong dengan panjang dan lebar sesuai kebutuhan penanaman cabe merah
  • Kemudian lakukan pembersihan lahan dari gulma dan hama pengganggu yang dapat beresiko menghambat pertumbuhan cabe merah
  • Lalu lakukan penggemburan tanah sedalam 20 sampai 40 senti meter, dengan tujuan mempermudah pertumbuhan akar tanaman cabe merah nantinya
  • Setelah tanah melalui proses penggemburan, buatlah bedengan dengan panjang 15 senti meter dan lebar disesuaikan
  • Setelah itu pastikan bedengan memiliki ketinggian 30 sampai 40 senti meter dan memiliki jarak antara bedengan mencapai 60 senti meter
  • Buat lah drainase disekitar area bedengan agar saat proses penanaman cabe merah masuk musim penghujan, lahan atau bedengan tidak tergenang oleh air.
  • Berikutnya lakukan pengecekan kadar keasaman tanah, apabila tanah lahan atau bedengan pilihan anda memiliki kadar keasaman kurang atau lebih dari 6 sampai 7 Ph sebaiknya lakukan proses pengapuran terlebih dahulu.
  • Tujuan dilakukan pemberian kapur agar kadar keasaman tanah atau Ph menjadi stabil, sehingga tanaman cabe merah memperoleh media tanam yang sesuai. Baca Juga Cara Menanam Sayuran Organik Step by Step

Proses Penanaman

Tahap selanjutnya adalah proses penanaman cabe merah, kegiatan ini dapat dilakukan setelah bibit cabe merah berumur 3 minggu, karena diumur segitu bibit cabe merah memang sudah benar benar siap dipindahkan ke lahan tanam berupa bedengan dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Setelah bibit cabe merah benar benar siap dipindahkan, lakukan pemindahan bibit cabe merah secara hati hati agar tidak merusak bibit itu sendiri. Sebaiknya proses penanaman cabe merah dilakukan pada waktu pagi atau sore hari, dengan tujuan agar bibit tidak mudah layu atau stress.

Lakukan penanaman bibit cabe merah kedalam lubang didalam bedengan, sebaiknya satu lubang hanya berisi 1 bibit cabe merah saja agar asupan nutrisi yang diperoleh lebih maksimal sehingga tanaman ini dapat tumbuh secara maksimal. Setelah proses penanaman selesai, lakukan penyiraman air ke lahan tanaman dengan volume secukupnya agar kelembaban lahan tetap terjaga. Baca Juga Cara Menanam Buah Naga Di Bedengan dan Di Pot Untuk Pemula!

Proses Pemeliharaan

jelasorganik.wordpress.com

Sama halnya dengan perawatan dan pemeliharaan cabe rawit, cabe merah juga perlu melalui proses pemeliharaan dan perawatan dengan tujuan meningkatkan hasil panennya. Dalam pemeliharaan dan perawatannya juga hampir sama, apa sajakah itu?

Volume Penyiraman

Pada tanaman cabe merah yang ditanam pada musim kering atau kemarau, sebaiknya anda melakukan penyiraman setiap hari dengan tujuan menjaga kelembaban lahan dan memberi asupan air secara maksimal.

Kita ketahui air merupakan salah satu bahan proses fotosintesis atau pemasakan makanana, maka dari itu air menjadi salah satu bahan terpenting dalam proses pertumbuhan tanaman cabe merah nantinya.

Lakukan penyiraman secara hati hati pada tanaman cabe merah yang terlebih masih lemah atau mudah roboh, lalu ketika tanaman cabe merah mulai mengalami pembentuk bunga dan buah sebaiknya volume penyiraman dikurangi yang awalnya 3 kali sehari menjadi 1 kali sehari.

Pemasangan Ajir

Tujuan dilakukan pemasakan ajir adalah agar tanaman memperoleh penompang agar mampu berdiri dengan kokoh. Lalu kapan sebaiknya pemasangan ajir dilakukan?

Sebaiknya pemasangan ajir dilakukan ketika tanaman cabe merah sudah berumur 7 hari dari awal penanaman dengan jarak 4 senti meter dari pangkal batang. Karena jika pemasanganajir terlalu dekat dengan pangkal batang dapat beresiko merusak sistem perakaran tanaman cabe, sehingga tanaman ini akan mengalami pertumbuhan lebih lambat bahkan mati.

Pemberian Pupuk Tambahan

Tujuan dilakukan pemberian pupuk tambahan agar tanaman cabe merah memperoleh unsur hara secara maksimal, dengan begitu masa pertumbuhan cabe merah dapat lebih cepat dibadingkan tanaman cabe merah yang tidak memperoleh pupuk tambahan.

Disini kami memberikan dua pilihan pada anda, ingin menggunakan jenis pupuk organik ataupun anorganik. Jika anda memilih pupuk organik berarti cabe yang akan dihasilkan benar benar dari bahan alam, yang berarti tidak mengandung zat kimia apapun beda halnya dengan anda yang ingin menggunkan jenis pupuk anorganik.

Sebenarnya penyiapan pupuk organik cukup mudah, biaya yang dikeluarkan juga sedikit dan tentunya ramah lingkungan. Pupuk organik yang dapat anda gunakan adalah pupuk kandang kering dari hewan ternak sapi, kambing ataupun ayam.

Sedangkan untuk pemberian pupuk anorganik anda dapat menggunkan jenis pupuk NPK ataupun pupuk encer, untuk hasil yang lebih maksimal anda dapat mencampur kedua jenis pupuk tersebut. Lakukan pemberian pupuk 2 kali seminggu sejak awal pemindahan atau penanaman cabe merah kelahan tanam. Baca Juga Panduan Cara Menanam Hidroponik Yang Baik dan Benar Untuk Pemula!

Proses Panen

Tahap terakhir dalam cara menanam cabe rawit adalah panen, biasaya cabe rawit dapat dipanen setelah berusia 75 sampai 85 hari sejak awal penanaman. Proses panen cabe rawit sebaiknya dilakukan secara bertahap, maksudnya bagimana? Panen tidak langsung dilakukan sekali yang berarti anda harus melakukan panen secara step by step dan biasanya cabe rawit dapat dipanen sebanyak dua sampai lima kali tergantung kualitas dan kesuburan tanaman ini sendiri

Cara Menanam Cabe Rawit Di Pot

Selanjutnya kami juga akan menjelaskan Cara Menanam Cabe Rawit Di Pot, untuk teknik ini lebih kami fokuskan kepada anda yang tidak memiliki lahan kosong yang luas karena dengan menggunakan alternative lain dari bedengan adalah pot. Langsung saja simak rangkuman kami dibawah ini!

Pemilihan Bibit Cabe

Pada tahap pertama budidaya cabe rawit, hal yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana cara mendapatkan bibit atau benih cabe rawit berkualitas tinggi ? karena bibit atau benih cabe merupakan faktor pendorong hasil panen nantinya, kenapa?

kita ikuti pribahasa yang mengatakan bahwa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” maka dari itu penanaman bibit cabe yang berkualitas tinggi tentu akan menghasilkan bakal buah cabe yang berkualitas tinggi juga. Dengan syarat step by step penanaman yang anda lakukan sudah tepat.

Lalu bagaimana cara mendapatkan bibit cabe rawit berkualitas tinggi? jawaban kami ada dua yaitu anda dapat membuat sendiri bibit tersebut dengan mencari indukan cabe rawit unggulan dan membeli bibit tersebut di toko toko pertanian sekitar rumah anda, dengan catatan harus memiliki standar mutu dari dinas pertanian.

Pengolahan Media Tanam

Diatas tadi kami sudah menjelaskan bahwa budidaya cabe di pot hampir sama dengan step step penanaman cabe di lahan terbuka, hanya saja kita lebih memfokuskan pada pengolahan media tanaman cabe di pot. Namun sebelum melakukan tahap ini anda perlu melakukan pemilihan bibit atau benih cabe berkualitas, jenis cabe yang akan dibudidayakan dan melakukan proses penyemaian.

Setelah itu baru anda dapat mempraktekan tahap selanjutnya dari penanaman cabe di pot yaitu pengolahan media tanam. Dengan tujuan agar tanaman cabe memang benar benar memperoleh media tanam yang dibutuhkan terutama kandungan unsur hara didalam tanah tersebut mencukupi kebutuhan pakan dari tanaman cabe yang anda budidayakan.

Sebaiknya tanah yang anda pilih memiliki unsur hara yang tinggi, mudah meresap air dan memiliki tekstur gembur. Kenapa tanah harus memiliki tekstur gembur? Kita ketahui bibit cabe yang baru dipindahkan dari tempat semai tentu memiliki perakaran yang masih kecil, maka dari itu tanah bertekstur gembur dapat mempermudah pertumbuhan akar kecil tersebut.

Proses Persiapan Pot

pot cabe rawit

Nah untuk tahap ini tentu anda sudah tahu apa yang perlu disiapkan bukan? Yah benar pot. Sebenarnya pot yang dapat digunakan untuk tempat penanaman cabe tidak memerlukan syarat khusus, hanya saja anda perlu memperhatikan ukuran diameter potnya.

Untuk masalah ukuran diameter pot nya dapat disesuaikan dengan jenis tanaman cabe yang akan anda budidayakan. Saran dari kami, sebaiknya pot yang anda gunakan memiliki diameter yang besar, karena umumnya tanaman cabe  memiliki ukuran yang besar.

Lalu untuk bahan pot nya sendiri beragam tergantung minat masing masing, jika anda ingin menggunakan pot dari bahan tanah liat tidak masalah namun pengeluaran yang harus anda keluarkan lebih dalam.

Maka dari itu kami lebih menyarankan pada anda untuk menggunakan pot dari bahan plastik atau polybag, karena apa? polybag dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah dan lebih mudah dipindahkan.

Setelah tempat penanaman cabe anda peroleh, tahap selanjutnya adalah pemilihan lahan tanam cabe. lahan ini akan digunakan sebagai tempat peletakan pot atau polybag nantinya. Terdapat beberapa syarat untuk tempat peletakan pot atau polybag ini, apa sajakah itu?

  • Sebaiknya lahan terkena sinar matahari 7 jam per hari
  • Tidak terkena hembusan angin yang kuat, sehingga pertumbuhan cabe tidak terganggu
  • Untuk peletakan pot sebaiknya bagian alas hanya beralaskan tanah
  • Memiliki sumber air yang cukup.

Pemberian Pupuk Dasar

Tujuan dilakukan pemberian pupuk tambahan agar tanaman cabe memperoleh unsur hara secara maksimal, dengan begitu masa pertumbuhan cabe dapat lebih cepat dibadingkan tanaman cabe merah yang tidak memperoleh pupuk tambahan.

Disini kami memberikan dua pilihan pada anda, ingin menggunakan jenis pupuk organik ataupun anorganik. Jika anda memilih pupuk organik berarti cabe yang akan dihasilkan benar benar dari bahan alami, yang berarti tidak mengandung zat kimia apapun beda halnya dengan anda yang ingin menggunakan jenis pupuk anorganik.

Sebenarnya penyiapan pupuk organik cukup mudah, biaya yang dikeluarkan juga sedikit dan tentunya ramah lingkungan. Pupuk organik yang dapat anda gunakan adalah pupuk kandang kering dari hewan ternak sapi, kambing ataupun ayam.

Campur pupuk ini dengan media tanam yang sudah anda siapkan sebelumnya dengan perbandingan 3:1 secara merata, diamkan pot yang sudah ditambakan pupuk ini selama 1 sampai 2 mingguan baru siap digunakan sebagai tempat budidaya cabe.

Lalu untuk tahap selanjutnya hampir sama dengan cara menanam cabe diatas seperti pemindahan bibit cabe dari tempat semai ke tempat penanaman, lalu proses perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe dan terakhir tentunya proses panen. Baca Juga Cara Menanam Lidah Buaya Menggunakan Polybag dan Bedengan!