Cara Menanam Cabe Rawit dan Cabe Merah Di Pot Untuk Pemula !!

Cara Menanam Cabe – Cabe adalah salah satu tanaman atau buah yang masuk dalam genus Capsicum, meskipun kita sering mengganggap cabai merupakan buah namun menurut para ahli cabai masuk dalam keluarga sayuran yang sering digunakan sebagai bahan masakan atau bumbu.

Teknik dan tenologi untuk membudidayakan tanaman cabai semakin maju, sehingga banyak sekali petani awam atau pemula berani membudidayakan cabai dalam skala besar.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena dengan perkembangan teknologi dapat membantu para petani pemula dalam mencari informasi yang mereka butuhkan dengan mudah contoh seperti ini SawonBudidaya akan membagikan Cara Menanam Cabe.

Kita ketahui cabai bukan lagi kebutuhan sekunder melainkan sebagai kebutuhan primer yang berarti sangat penting atau pokok. Hal itu lah menjadikan kami menulis sebuah artikel ini yang mungkin berguna bagi anda semua dalam memulai budidaya cabai.

Selain memperhatikan cara menanam cabe, sebaiknya anda juga perlu memperhatikan Ciri ciri Cabe dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabe. Karena pada kesempatan sebelumnya kami sudah membahas beberapa hal tersebut yang mungkin akan menarik bagi anda semua.

Cara Menanam Cabe Rawit

Berikut akan kami jelaskan beberapa Cara Menanam Cabe rawit dan cabe merah, dengan menggunakan pot dan kebun sebagai tempat serta media tanamnya. Penasaran? Yuk langsung saja simak rangkuman dibawah ini!

cara menanam cabe rawit
mitalom.com

Cabe rawit adalah salah satu jenis tanaman yang masuk genus Capsikum, dengan ciri fisik lebih kecil dibandingkan varietas cabe lainnya. Namun dari segi rasa, cabe ini memiliki rasa pedas mencapi 50 sampai 100 ribu skala Scoville, meskpiun cabe rawit memiliki ukuran fisik kecil sekalipun.

Pemilihan Bibit

Pada tahap pertama budidaya cabe rawit, hal yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana cara mendapatkan bibit atau benih cabe rawit berkualitas tinggi ? karena bibit atau benih cabe merupakan faktor pendorong hasil panen nantinya, kenapa?

kita ikuti pribahasa yang mengatakan bahwa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” maka dari itu penanaman bibit cabe yang berkualitas tinggi tentu akan menghasilkan bakal buah cabe yang berkualitas tinggi juga. Dengan syarat step by step penanaman yang anda lakukan sudah tepat.

Loading...

Lalu bagaimana cara mendapatkan bibit cabe rawit berkualitas tinggi? jawaban kami ada dua yaitu anda dapat membuat sendiri bibit tersebut dengan mencari indukan cabe rawit unggulan dan membeli bibit tersebut di toko toko pertanian sekitar rumah anda, dengan catatan harus memiliki standar mutu dari dinas pertanian.

Proses Penyemaian

Tahap selanjutnya dari cara menanam cabe rawit adalah proses penyemaian, kenapa proses penyemaian perlu dilakukan? Tujuan dilakukan penyemaian agar bibit cabe rawit memperoloeh asupan nutrisi berupa air dan unsur hara secara maksimal dan memudahkan anda dalam mengontrol pertumbuhan bibit cabe ini nantinya.

Jika bibit cabe memperoleh asupan nutrisi dan pengontrolan maksimal, tentu masa pertumbuhan bibit cabe rawit dapat lebih cepat bukan? Dan tentunya proses penanaman cabe rawit dapat dilakukan lebih awal dari biasanya.

Baiklah kami akan menjelaskan tahap tahap proses penyemaian bibit cabe rawit dengan menggunakan polybag atau pot berukuran kecil, jika anda ingin menggunakan polybag atau pot berukuran besar juga tidak masalah asalkan tempat peletak polybag atau pot tersedia. Berikut step by stepnya!

  • Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan tempat penyemaian berupa polybag atau pot yang berdiameter sesuai dengan tempat peletekan polybag atau pot nantinya.
  • Kemudian anda perlu menyiapkan media semai berupa tanah biasa, tahan hitam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1
  • Setelah itu campur secara merata media semai tersebut, lalu masukan kedalam polybag atau pot yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  • Letakkan tempat semai tersebut dipekarangan rumah yang terkena sinar matahari penuh selama kurang lebih seminggu
  • Setelah media tanam didiamkan selama seminggu, anda dapat menyiapakn bibit cabe rawit. Sebelum melakukan penanam kedalam polybag atau pot sebaiknya bibit tersebut direndam dalam air hangat selama 3 jam, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan tunasnya.
  • Kemudian lakukan penanaman bibit cabe rawit, dengan cara meletakkan bibit cabe rawit dibagian permukaan media semai. Lalu tutup menggunakan media semai sedalam satu senti meter saja.
  • Tunggu sampai bibit cabe rawit berkecambah, setelah itu baru kenalkan dengan sinar matahari secara bertahap.
  • Lakukan pengontrolan secara rutin dan bersihkan media semai dari hama penganggu yang dapat merusak pertumbuhan bibit cabe rawit nantinya.

Proses Penanaman

Selanjutnya adalah proses penanaman cabe rawit, pada tahap ini anda harus memastikan bahwa bibit cabe rawit telah mengalami pertumbuhan dengan baik. Biasanya bibit cabe rawit akan siap dipindahkan ke tempat penanaman setelah berumur 4 minggu, namun tidak menutup kemungkinan terdapat bibit cabe yang lebih cepat atau lambat karena tergantung kesuburan bibit cabe tersebut.

Kemudian tentukan tempat penanaman yang ingin anda gunakan, apakah tetap menggunakan polybag atau ingin menggunakan kebun? Semua tergantung anda ingin menggunakan yang mana, karena kedua tempat tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing.

Polybag memiliki keunggulan pada kebutuhan tempat peletakan yang tidak terlalu luas, sedangkan kebun atau bedengan tentu anda memerlukan lahan yang luas. Jadi kami kembali lagi keanda ingin menggunakan yang mana.

Bagi anda yang ingin menggunakan polybag sebagai tempat penanaman, sebaiknya gunakan polybag yang memiliki diameter 30 senti meter, lalu ini polybag tersebut menggunakan media tanam berupa tanah, pupuk kandangn kering dan sekam padi dengan perbandingan 3:1:1.

Lalu bagi anda yang ingin menggunakan kebun atau lahan terbuka, sebaiknya buat bedengan dengan panjang dan lebar sesuai dengan volume penanama cabe rawit anda nantinya. Beri tambahan pupuk kandangan dan sekam padi dengan perbandingan sama, kemudian lakukan pengapuran terlebih dulu agar kadar keasaman tanah lebih stabil dan diamkan beberapa minggu sebelum melakukan penanaman.

Setelah itu pindahkan bibit cabe rawit ketempat yang sudah anda siapkan sebelumnya, baik itu polybag atau bedengan. Lakukan pemindahan secara hati hati agar bibit tidak mengalami kerusakan, beri tambahan air secukupnya setelah penanaman. Baca juga Cara Menanam Sayuran Organik Step by Step

Proses Pemupukaan

Lakukan pemupukan tambahan agar tanaman cabe rawit memperoleh asupan nutrisi secara optimal, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan cabe rawit dan menghasilkan bakal buah cabe unggulan. Jika anda ingin menghasilkan cabe rawit organik dapat menggunakan pupuk kompos, namun bagian anda yang ingin menghasilkan cabe anorganik dapat menggunakan pupuk urea dengan takaran disesuaikan.

Proses Perawatan

Cara menanam cabe rawit selanjutnya adalah proses perawatan, tujuan dilakukan perawatan agar tanaman cabe rawit tidak mudah terkena hama dan penyakit yang dapat beresiko menghambat pertumbuhan cabe rawit, bahkan lebih parahnya dapat mematikan cabe rawit.

Terdapat beberapa perawatan yang dapat anda lakukan, pertama lakukan penyiraman secara rutin agar tanaman cabe memperoleh asupan air optimal guna membantu proses fotosintesis nantinya. Lalu lakukan pembersihana lahan dari hama pengganggu seperti rumput liar yang beresiko mengurangi asupan nutrisi yang diperoleh tanaman cabe.

Proses Panen

Tahap terakhir dari cara menanam cabe rawit adalah proses panen, kegiatan ini dapat dilakukan setelah tanaman cabe tumbuh dengan sempurna atau biasanya sudah berumur 75 hari setelah penanaman. Ciri fisik dari buah cabe rawit yang siap dipanen akan memiliki kulit buah berwarna sedikit merah. Dalam melakukan panen cabe rawit, sebaiknya dilakukan interval berskala sekitar 5 sampai 7 hari. Baca Juga Panduan Cara Menanam Jahe Merah Step by Step Bagi Pemula!

Cara Menanam Cabe Merah

cara menanam cabe merah
sentrabudidaya.com

Pemilihan Bibit

Sama halnya dengan proses penanam cabe rawit, tahap terpenting dalam cara menanam cabe merah adalah pemilihan bibit. Dan untuk memperoleh bibit cabe merah berkualitas pun sama yaitu dengan membuat sendiri bibit dari indukan cabe merah unggulan serta membeli bibit cabe di toko pertanian dekat rumah anda masing, dengan catatan daru memiliki jaminan mutu dari dinas pertanian.

Penyemaian dan Pembibitan

Tahap berikutnya dari cara menanam cabe merah adalah proses penyemaian, diatas tadi kami sudah menjelaskan beberapa tujuan dari proses penyemain yaitu menunjang pertumbuhan calon benih cabe merah dan memudahkan anda dalam mengontrol pertumbuhan bibit cabe merah. Baiklah langsung saja dibawah ini beberapa tahap proses penyemaian!

  • Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan tempat penyemaian berupa polybag atau pot yang berdiameter sesuai dengan tempat peletekan polybag atau pot nantinya.
  • Kemudian anda perlu menyiapkan media semai berupa tanah biasa, tahan hitam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1
  • Setelah itu campur secara merata media semai tersebut, lalu masukan kedalam polybag atau pot yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  • Letakkan tempat semai tersebut dipekarangan rumah yang terkena sinar matahari penuh selama kurang lebih seminggu
  • Setelah media tanam didiamkan selama seminggu, anda dapat menyiapakn bibit cabe merah. Sebelum melakukan penanam kedalam polybag atau pot sebaiknya bibit tersebut direndam dalam air hangat selama 3 jam, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan tunasnya.
  • Kemudian lakukan penanaman bibit cabe merah, dengan cara meletakkan bibit cabe merah dibagian permukaan media semai. Lalu tutup menggunakan media semai sedalam satu senti meter saja.
  • Tunggu sampai bibit cabe merah berkecambah, setelah itu baru kenalkan dengan sinar matahari secara bertahap.
  • Lakukan pengontrolan secara rutin dan bersihkan media semai dari hama penganggu yang dapat merusak pertumbuhan bibit cabe merah nantinya.

Pengolahan Lahan

Pada tahap selanjutnya dalam cara menanam cabe merah adalah pengolahan lahan, sebenarnya ditahap ini anda dapat menggunakan polybag atau pot, namun kali ini kami hanya akan membahas penanaman cabe merah menggunakan lahan kosong. Tahap awal yang perlu anda siapkan adalah lahan kosong dengan panjang dan lebar sesuai kebutuhan penanaman cabe merah nantinya. Berikut akan kami jelaskan beberapa tahap dalam menyiapkan lahan tanam cabe merah diantaraya sebagai berikut!

  • Pilih lahan kosong dengan panjang dan lebar sesuai kebutuhan penanaman cabe merah
  • Kemudian lakukan pembersihan lahan dari gulma dan hama pengganggu yang dapat beresiko menghambat pertumbuhan cabe merah
  • Lalu lakukan penggemburan tanah sedalam 20 sampai 40 senti meter, dengan tujuan mempermudah pertumbuhan akar tanaman cabe merah nantinya
  • Setelah tanah melalui proses penggemburan, buatlah bedengan dengan panjang 15 senti meter dan lebar disesuaikan
  • Setelah itu pastikan bedengan memiliki ketinggian 30 sampai 40 senti meter dan memiliki jarak antara bedengan mencapai 60 senti meter
  • Buat lah drainase disekitar area bedengan agar saat proses penanaman cabe merah masuk musim penghujan, lahan atau bedengan tidak tergenang oleh air.
  • Berikutnya lakukan pengecekan kadar keasaman tanah, apabila tanah lahan atau bedengan pilihan anda memiliki kadar keasaman kurang atau lebih dari 6 sampai 7 Ph sebaiknya lakukan proses pengapuran terlebih dahulu.
  • Tujuan dilakukan pemberian kapur agar kadar keasaman tanah atau Ph menjadi stabil, sehingga tanaman cabe merah memperoleh media tanam yang sesuai.

Proses Penanaman

Tahap selanjutnya adalah proses penanaman cabe merah, kegiatan ini dapat dilakukan setelah bibit cabe merah berumur 3 minggu, karena diumur segitu bibit cabe merah memang sudah benar benar siap dipindahkan ke lahan tanam berupa bedengan dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Setelah bibit cabe merah benar benar siap dipindahkan, lakukan pemindahan bibit cabe merah secara hati hati agar tidak merusak bibit itu sendiri. Sebaiknya proses penanaman cabe merah dilakukan pada waktu pagi atau sore hari, dengan tujuan agar bibit tidak mudah layu atau stress.

Lakukan penanaman bibit cabe merah kedalam lubang didalam bedengan, sebaiknya satu lubang hanya berisi 1 bibit cabe merah saja agar asupan nutrisi yang diperoleh lebih maksimal sehingga tanaman ini dapat tumbuh secara maksimal. Setelah proses penanaman selesai, lakukan penyiraman air ke lahan tanaman dengan volume secukupnya agar kelembaban lahan tetap terjaga.

Proses Pemeliharaan

Sama halnya dengan perawatan dan pemeliharaan cabe rawit, cabe merah juga perlu melalui proses pemeliharaan dan perawatan dengan tujuan meningkatkan hasil panennya. Dalam pemeliharaan dan perawatannya juga hampir sama, apa sajakah itu?

Volume Penyiraman

Pada tanaman cabe merah yang ditanam pada musim kering atau kemarau, sebaiknya anda melakukan penyiraman setiap hari dengan tujuan menjaga kelembaban lahan dan memberi asupan air secara maksimal.

Kita ketahui air merupakan salah satu bahan proses fotosintesis atau pemasakan makanana, maka dari itu air menjadi salah satu bahan terpenting dalam proses pertumbuhan tanaman cabe merah nantinya.

Lakukan penyiraman secara hati hati pada tanaman cabe merah yang terlebih masih lemah atau mudah roboh, lalu ketika tanaman cabe merah mulai mengalami pembentuk bunga dan buah sebaiknya volume penyiraman dikurangi yang awalnya 3 kali sehari menjadi 1 kali sehari.

Pemasangan Ajir

Tujuan dilakukan pemasakan ajir adalah agar tanaman memperoleh penompang agar mampu berdiri dengan kokoh. Lalu kapan sebaiknya pemasangan ajir dilakukan?

Sebaiknya pemasangan ajir dilakukan ketika tanaman cabe merah sudah berumur 7 hari dari awal penanaman dengan jarak 4 senti meter dari pangkal batang. Karena jika pemasanganajir terlalu dekat dengan pangkal batang dapat beresiko merusak sistem perakaran tanaman cabe, sehingga tanaman ini akan mengalami pertumbuhan lebih lambat bahkan mati.

Pemberian Pupuk Tambahan

Tujuan dilakukan pemberian pupuk tambahan agar tanaman cabe merah memperoleh unsur hara secara maksimal, dengan begitu masa pertumbuhan cabe merah dapat lebih cepat dibadingkan tanaman cabe merah yang tidak memperoleh pupuk tambahan.

Disini kami memberikan dua pilihan pada anda, ingin menggunakan jenis pupuk organik ataupun anorganik. Jika anda memilih pupuk organik berarti cabe yang akan dihasilkan benar benar dari bahan alam, yang berarti tidak mengandung zat kimia apapun beda halnya dengan anda yang ingin menggunkan jenis pupuk anorganik.

Sebenarnya penyiapan pupuk organik cukup mudah, biaya yang dikeluarkan juga sedikit dan tentunya ramah lingkungan. Pupuk organik yang dapat anda gunakan adalah pupuk kandang kering dari hewan ternak sapi, kambing ataupun ayam.

Sedangkan untuk pemberian pupuk anorganik anda dapat menggunkan jenis pupuk NPK ataupun pupuk encer, untuk hasil yang lebih maksimal anda dapat mencampur kedua jenis pupuk tersebut. Lakukan pemberian pupuk 2 kali seminggu sejak awal pemindahan atau penanaman cabe merah kelahan tanam.

Proses Panen

Tahap terakhir dalam cara menanam cabe merah adalah panen, biasaya cabe merah dapat dipanen setelah berusia 75 sampai 85 hari sejak awal penanaman. Selain itu anda dapat melihat ciri ciri cabe merah yang sudah siap dipanen yaitu kulit buah berwarna merah cerah dan menyeluruh, itu merupakan ciri fisik yang sangat mudah diperhatikan baikpun untuk orang awam.

Proses panen cabe merah sebaiknya dilakukan secara bertahap, maksudnya bagimana? Panen tidak langsung dilakukan sekali yang berarti anda harus melakukan panen secara step by step dan biasanya cabe merah dapat dipanen sebanyak dua sampai lima kali tergantung kualitas dan kesuburan tanaman ini sendiri. Baca Juga Panduan Cara Menanam Buah Naga Bagi Pemula!

Cara Menanam Cabe Di Pot

cara menanam cabe di pot
kabartani.com

Sebenarnya untuk memulai budidaya cabe di dalam pot hampir sama dengan step by step cara menanam cabe diatas, dari segi pemilihan bibit atau benih berkualitas dan proses penyemaiaanya. Hanya saja disini ada beberapa hal yang memang perlu perhatiaan khusus, salah satunya adalah proses penyiapan media tanam di dalam pot dan persiapan lahan tanam cabe.

Pengolahan Media Tanam

Diatas tadi kami sudah menjelaskan bahwa budidaya cabe di pot hampir sama dengan step step penanaman cabe di lahan terbuka, hanya saja kita lebih memfokuskan pada pengolahan media tanaman cabe di pot. Namun sebelum melakukan tahap ini anda perlu melakukan pemilihan bibit atau benih cabe berkualitas, jenis cabe yang akan dibudidayakan dan melakukan proses penyemaian.

Setelah itu baru anda dapat mempraktekan tahap selanjutnya dari penanaman cabe di pot yaitu pengolahan media tanam. Dengan tujuan agar tanaman cabe memang benar benar memperoleh media tanam yang dibutuhkan terutama kandungan unsur hara didalam tanah tersebut mencukupi kebutuhan pakan dari tanaman cabe yang anda budidayakan.

Sebaiknya tanah yang anda pilih memiliki unsur hara yang tinggi, mudah meresap air dan memiliki tekstur gembur. Kenapa tanah harus memiliki tekstur gembur? Kita ketahui bibit cabe yang baru dipindahkan dari tempat semai tentu memiliki perakaran yang masih kecil, maka dari itu tanah bertekstur gembur dapat mempermudah pertumbuhan akar kecil tersebut.

Proses Persiapan Lahan

Nah untuk tahap ini tentu anda sudah tahu apa yang perlu disiapkan bukan? Yah benar pot. Sebenarnya pot yang dapat digunakan untuk tempat penanaman cabe tidak memerlukan syarat khusus, hanya saja anda perlu memperhatikan ukuran diameter potnya.

Untuk masalah ukuran diameter pot nya dapat disesuaikan dengan jenis tanaman cabe yang akan anda budidayakan. Saran dari kami, sebaiknya pot yang anda gunakan memiliki diameter yang besar, karena umumnya tanaman cabe  memiliki ukuran yang besar. Baca Juga Cara Menanam Lidah Buaya Menggunakan Polybag dan Bedengan!

Lalu untuk bahan pot nya sendiri beragam tergantung minat masing masing, jika anda ingin menggunakan pot dari bahan tanah liat tidak masalah namun pengeluaran yang harus anda keluarkan lebih dalam.

Maka dari itu kami lebih menyarankan pada anda untuk menggunakan pot dari bahan plastik atau polybag, karena apa? polybag dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah dan lebih mudah dipindahkan.

Setelah tempat penanaman cabe anda peroleh, tahap selanjutnya adalah pemilihan lahan tanam cabe. lahan ini akan digunakan sebagai tempat peletakan pot atau polybag nantinya. Terdapat beberapa syarat untuk tempat peletakan pot atau polybag ini, apa sajakah itu?

  • Sebaiknya lahan terkena sinar matahari 7 jam per hari
  • Tidak terkena hembusan angin yang kuat, sehingga pertumbuhan cabe tidak terganggu
  • Untuk peletakan pot sebaiknya bagian alas hanya beralaskan tanah
  • Memiliki sumber air yang cukup.

Pemberian Pupuk Dasar

Tujuan dilakukan pemberian pupuk tambahan agar tanaman cabe memperoleh unsur hara secara maksimal, dengan begitu masa pertumbuhan cabe dapat lebih cepat dibadingkan tanaman cabe merah yang tidak memperoleh pupuk tambahan.

Disini kami memberikan dua pilihan pada anda, ingin menggunakan jenis pupuk organik ataupun anorganik. Jika anda memilih pupuk organik berarti cabe yang akan dihasilkan benar benar dari bahan alami, yang berarti tidak mengandung zat kimia apapun beda halnya dengan anda yang ingin menggunakan jenis pupuk anorganik.

Sebenarnya penyiapan pupuk organik cukup mudah, biaya yang dikeluarkan juga sedikit dan tentunya ramah lingkungan. Pupuk organik yang dapat anda gunakan adalah pupuk kandang kering dari hewan ternak sapi, kambing ataupun ayam.

Campur pupuk ini dengan media tanam yang sudah anda siapkan sebelumnya dengan perbandingan 3:1 secara merata, diamkan pot yang sudah ditambakan pupuk ini selama 1 sampai 2 mingguan baru siap digunakan sebagai tempat budidaya cabe.

Lalu untuk tahap selanjutnya hampir sama dengan cara menanam cabe diatas seperti pemindahan bibit cabe dari tempat semai ke tempat penanaman, lalu proses perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe dan terakhir tentunya proses panen. Baca Juga Panduan Cara Bercocok Tanam Hidroponik Step by Step Secara Baik dan Benar!!

Sekian informasi dari kami mengenai Cara Menanam Cabe, semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua. Disini penulis mengucapkan terima kasih atas perhatiaan!