Panduan Ternak Ikan Nila Yang Baik dan Benar Untuk Pemula!

Ternak Ikan Nila – Jumpa lagi bersama SawonBudidaya, kali ini kami akan berbagi informasi mengenai budidaya nila.

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari benua Afrika, karena perkembangan zaman banyak sekali peternak Indonesia melakukan ternak ikan nila.

Hal ini tidak terlepas dari rasa ikan nila yang nikmat dan banyak sekali kandungan didalam ikan nila yang baik untuk kesehatan.

Sebagai salah satu jenis ikan yang cukup populer banyak sekali peternak melakukan budidaya ikan nila, namun sering mengalami kegagalan karena kurangnya pengetahuaan mengenai ternak ikan nila.

Jika anda berniat melakukan ternak ikan nila terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, baik itu pemahaman mengenai jenis jenis ikan nila, tahap tahap cara ternak ikan nila seperti pemilihan benih, persiapan kolam, pemeliharaan dan panen.

Jenis jenis Ikan Nila

Sebelum menjelaskan cara ternak ikan nila SawonBudidaya akan lebih dulu membahas mengenai jenis jenis ikan nila dibawah ini.

Ikan Nila Merah Nifi

Biasanya orang lebih mengenal ikan ini dengan sebutan nila merah, jenis nila merah dihasilkan dari proses perkawinan silang antara nila jantan lokal dan nila betina luar negeri.

Secara fisik ikan nila merah memiliki badan campuran dengan warna kulit kemerah merahan dan terdapat corak putih serta kuning.

Ikan Nila Merah GIFT

Untuk jenis nila selanjutnya adalah ikan nila merah gift yang merupakan hasil perkawina silang delapan jenis ikan dari berbagai negara seperti Ghana, Singapore, Israel, Kenya, Thailand, Mesir, Taiwan dan Senegal.

Loading...

Terdapat beberapa keunggulan dari ikan nila merah gift yaitu tingkat daya tahan tubuh baik, tingkat produktif terbilang cepat, panen dapat dilakukan dengan cepat karena masa pertumbuhan ikan cepat.

Ikan Nila GIFT Biasa

Jika dilihat dari kualitasnya ikan jenis ini memiliki persamaan dengan ikan nila merah gift, bagian yang membedakan kedua jenis ikan gift tersebut adalah warna sisik atau kulinya yang tidak merah.

Ikan Nila GESIT

Banyak sekali peternak nila yang menggunakan jenis nila gesit sebagai ternaknya, hal ini tidak terlepas dari keunggulan ikan ini yaitu kualitas benih baik, tingkat keberhasilan budidaya tinggi karena daya tahan tubuh baik dan untuk berat badannya atau bobot nya ikan nila gesit mampu mencapai 500 sampai 600 gram per ekornya degan panjang delapan cm selama waktu enam bulan.

Ikan Nila SALINA

Jenis nila yang satu ini merupakan nila asli Indonesia yang dihasilkan dari proses percobaan oleh BPPT pada tahun 2013. Terdapat beberapa keunggulan dari ikan nila salina diantaranya tingkat daya tahan lebih baik dari jenis nila lokal lainnya, mampu hidup pada salinitas tinggi, tingkat konsumsi pakan rendah namun tidak mengurangi kualitas daging yang dihasilkan.

Ternak Ikan Nila

Baiklah setelah kami membahas sedikit mengenai jenis jenis ikan nila, kami akan kembali membahas topik utama dari artikel ini yaitu ternak ikan nila Step by Step yang baik dan benar untuk pemula.

Pemilihan Benih Ikan Nila

Tahap pertama dari cara ternak ikan nila adalah pemilihan benih yang berkualitas tinggi.

Proses pemilihan benih ini akan sangat berpengaruh pada ternak nila yang akan anda lakukan, karena apa?

Dalam penggunaan benih nilai berkualitas tentu akan menghasilkan ikan nila dewasa yang berkualitas juga.

Selain itu pemilihan benih berkualitas dapat memberikan anda beberapa keuntungan diantaranya tingkat gagal panen akibat benih yang tidak tahan terhadap serangan penyakit dapat dikurangi,

mendapatkan benih nila yang mudah berdaptasi dengan lingkungan baru, masa pertumbuhan benih nila berkualitas terbilang lebih cepat dibandingkan benih biasa dan mendapatkan benih nila yang sehat dan siap diternakan.

Ternak Ikan Nila

Saran dari kami dalam pemilihan benih nilai sebaiknya anda membeli benih nila jantan dibandingkan nila betina, karena dari beberapa sumber yang kami baca dan pengalaman dalam ternak ikan nilai masa pertumbuhan benih nila jantan lebih baik dari benih nila betina.

Perbadingan masa pertumbuhan nila jantan 40 persen lebih tinggi dibandingkan nila betina, sehingga dalam proses ternak ikan nila nantinya anda dapat menghasilkan nila dewasa dalam waktu lebih cepat.

Selain itu anda juga perlu melakukan teknik ternak ikan nila yang baik dan benar, maksudnya teknik seperti apa? teknik ternak ikan nila yang menggunakan sistem monosek atau benih nila berkelamin satu.

Ternyata dalam teknik ternak nila sudah banyak perternak senior menggunakan sistem monosek ini dan banyak keuntungan yang diperoleh setelah menggunakan sistem ini salah satunya adalah masa pertumbuhan ikan nila semakin cepat.

Kita ketahui bahwa ikan nila adalah hewan yang gemar melakukan pemijahan, yang merupakan sifat alami dari ikan nila.

Kenapa ikan nila yang sering melakukan pemijahan akan mengalami masa pertumbuhan lebih lama? Karena setelah nila melakukan pemijahan atau perkawinan antara kelamin ikan tersebut akan kehilangan banyak tenaga sehingga masa pertumbuhannya lebih lambat atau lama.

Maka dari itu banyak sekali peternak senior lebih menggunakan sistem ternak ikan nila monosek dibandingkan ternak sistem campuran. Disini kami hanya memberikan saran mana yang lebih baik, untuk masalah penggunaan tekniknya kami kembali lagi keanda ingin menggunakan teknik monosek atau campuran.

Persiapan Kolam Ikan Nila

Selanjutnya adalah persiapan kolam ikan nila yang tepat, sebenarnya dalam ternak ikan nila kolam tidak menjadi masalah besar karena apa? ikan lalu mampu hidup dan berkembang pada beberapa jenis kolam yaitu kolam semen, kolam terpal, kolam tanah, jaring terapung dan juga cocok diternak pada tambak air payau.

Selain beberapa jenis kolam tersebut anda juga dapat membuat kolam dipekarangan sawah, menurut kami pekarangan sawah merupakan salah satu tempat terbaik untuk ternak ikan nila.

Dilihat dari segi pembuatannya kolam dipekarangan sawah cukup mudah dan ketersediaan pakan alami ikan nila melimbah sehingga dapat meminimalisir pengeluaran biaya pakan namun anda tetap perlu melakukan pemberiaan pakan tambahan yang kaya akan protein sehingga pertumbuhan ikan nila lebih cepat.

Ternak Ikan Nila

Dari beberapa penjelasan kolam ikan nila diatas mana jenis kolam yang sangat cocok untuk ternak nila? Jika membahas jenis kolam apa yang sangat cocok untuk budidaya nila, kami akan menjawan kolam dipekarang sawah atau kolam tanah.

Hal dikarena dalam pembuatan kolam tanah pengeluaran biaya dapat diminimalisir, sehingga pengeluaran yang seharusnya digunakan untuk pembuatan kolam nila jenis lain seperti kolam semen dapat dipergunakan untuk membeli pakan benih nila nantinya.

Dalam penggunaan kolam tanah atau pekarangan sawah ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan seperti pengeringan tanah, pembajakan,pengapuran sampai pengairan yang akan kami jelaskan dibawah ini secara detail.

Pengeringan Tanah atau Kolam

Dalam pembuatan kolam tanah tahap pertama yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam atau lahan, ditahap ini anda akan melakukan pengeringan kolam dengan cara menjemur kolam dibawah sinar matahari secara langsung.

Proses pengeringan lahan biasanya dilakukan kurang lebih tiga sampai tujuh hari tergantung dari intensitas matahari.

Ternak Ikan Nila

Jika cuaca dalam keadaan buruk atau intensitas matahari rendah proses pengeringan kolam akan lebih lama.

Maka dari itu sebaiknya dalam proses pengeringan kolam anda dapat melakukannya pada musim kemarau agar lebih cepat, bayangkan kalau proses pengeringan kolam dilakukan pada musim penghujan tanah kolam akan susah kering bahkan mustahil untuk kering.

Untuk memastikan apakah tanah sudah kering atau belum anda hanya perlu memperhatikan kondisi permukaan tanah, karena tanah yang sudah kering akan terlihat retak retak pada permukaannya.

Namun untuk hasil yang lebih efesien anda juga dapat melakukan pengecekan tanah dengan cara mengijak ngijak, jika tanah meninggalkan jejak kaki atau sepatu dengan kedalam antara satu sampai dua cm berarti kondisi kolam sudah siap masuk tahap selanjutnya yaitu pembajakan tanah.

Pembajakan Tanah

Ternak Ikan Nila

Tahap kedua yang perlu dilakukan adalah pembajakan tanah atau kolam, dalam pembajakan dapat menggunakan dua alat yaitu cangkul dan alat bajak dengan kedalam tanah mencapai 10 cm. Selain itu anda juga perlu melakukan pembersihan kolam dari sampah ataupun batu batu kecil yang beresiko mengganggu kesehatan benih nila nantinya.

Ph atau Kadar Keasaman Tanah

Kebanyakan tanah di Indonesia memiliki kadar keasaman atau Ph dibawah enam, nah disitulah letak masalahnya karena didalam ternak nila sebaik tanah memiliki kadar keasaman antara tujuh sampai delapan Ph.

Namun anda tidak perlu khawatir karena masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah, dengan apa? dengan pemberian kapur dolomite yang sering digunakan para petani untuk menstabilkan kadar keasaman tanah atau Ph.

Dalam melakukan pengapuran tanah yang memilki Ph ditingkat lima sampai enam, anda dapat melakukan pengapuran dengan dosis 500 Kg/ha. Sedangkan untuk kolam yang memiliki kadar keasaman antara empat sampai lima dapat melakukan pengapuran sebanyak satu sampai tiga ton/ha.

Untuk hasil yang maksimal sebaiknya proses pengapuran dilakukan bersamaan dengan pembajakan tanah, karena akan lebih merata dan anda tidak perlu repot repot mengulangi lagi. Setelah proses pengapuran selesai diam kolam selama tiga sampai empat hari agar hasil lebih maksimal.

Pemupukan kolam

Tahap selanjutnya adalah pemupukan kolam, sebelum melakukan pemupakan pasti dulu apa tanah kolam sudah memiliki kadar keasaman stabil antara 7 sampai 8.

Jika proses pengapuran diatas berhasil maka anda bisa masuk ketahap pemupukan, saran dari kami untuk melakukan pemupukan awal sebaiknya menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang ataupun pupuk kompos, karena pupuk organik mampu menghasilkan tanah kolam yang subur.

Lakukan penaburan pupuk secara merata keseluruh area kolam lalu biarkan selama beberapa minggu agar kadung didalam pupuk dapat terserap oleh tanah.

Lakukan pemupukan tahap kedua, anda dapat menggunakan beberapa jenis pupuk yaitu UREA dengan dosis 50 hingga 70 kg perhektarnya dan menggunakan pupuk TSP dengan dosis 25 sampai 30 kg perhektarnya, setelah itu biarkan beberapa hari agar menghasilkan tanah yang subuh maksimal.

Pengisian air kolam

Dalam pengisian air kolam anda tidak dapat melakukannya dengan sembarang, namun perlu dilakukan secara step by step untuk menghasilkan kolam yang siap pakai.

Untuk tahap pertama isi air menggunakan air bersih hingga ketinggi sepuluh sampai dua puluh cm, lalu biarkan beberapa hari agar tanah dan air menyatu secara merata.

Kolam yang sudah selesai tahap pertama pengisian air dapat dilihat dari perubahan warna air yang awal bening dan bersih lalu berubah keruh dan dasar kolam akan tampak mengendap.

Pada tahap pengisian air kebutuhan intensitas sinar matahari sangat tinggi, kenapa ? karena dengan adanya penyinaran matahari dikolam mampu membantu pertumbuhan gangngga dan beberapa jenis tumbuhan lain guna menjadikan pakan alami benih ikan nila nantinya.

Setelah tahap pengisian air kolam pertama, anda dapat melakukan pengisian tahap kedua dengan cara menambahkan air kolam hingga ketingiian diatas 75 cm.

Penebaran Benih Ikan Nila Berkualitas

Tahap ternak ikan nila selanjutnya adalah penebaran benih nila berkualitas, sebelum melakukan penebaran benih pastikan kembali apakah ketinggian air kolam sudah mencapai enam puluh sampai tujuh puluh lima cm.

Jika sudah maka anda dapat melakukan tahap penaburan benih, secara umum atau secara ilmu ternak ikan nila dalam per meter persegi sebaiknya melakukan penaburan benih sebanyak lima belas sampai dua puluh dengan perkiran bobot nila mencapai 10 sampai 20 gram per ekornya dan akan dipanen setelah memilki bobot 300 gram per ekornya.

Ternak Ikan Nila

Kita ketahui nila memilki adaptasi yang baik terhadap lingkungan baru, namun tidak ada salahnya anda melakukan adaptasi terhadap benih ikan nila agar meningkatkan keberhasilan ternak nila nantinya.

Caranya dengan memasukan benih nila kedalam wadah seperti aguarium atau ember yang diisi dengan air kolam lalu biar beberapa jam hingga benih nila terbiasa dengan kondisir air kolam baru.

Pemeliharaan Ternak Ikan Nila

Untuk menghasilkan ternak nila berkualitas dan meningkat keberhasilannya ada beberapa hal yang perlu anda lakukan seperti pengelolaan air, pemberian pakan dan pengendalian hama penyakit.

Dibawah ini akan kami jelaskan beberapa hal mengenai pemeliharaan ternak nila demi menunjang kebehasilan panen nantinya.

Pengelolan Air Kolam

Dengan memperhatikan kondisi air ternyata mampu meningkatkan keberhasilan panen nila nantinya.

Dalam memperhatikan kondisi air anda hanya perlu melakukan pengecekan air dengan melihat tingkat kandungan oksigen dan pH air. Selain itu anda juga bisa melakukan pengecekan tentang kadar NH3, CO2 dan H2s pada air kolam nila.

Jika air mengalami penurunan tingkat oksigen anda dapat mempercepat sirkulasi air dengan cara memperbesar debit air dan jika air kolam mengeluarkan bau busuk maka dapat dipastikan bahwa air mengandung NH3 dan H2s, segera lakukan penggantian air untuk meminimalisir tingkat kematian ikan nila nantinya.

Pemberian Pakan Ikan nila

Tahap terakhir dari pemeliharaan ternak ikan nila adalah pemberian pakan, bagian ini sangat penting dan paling banyak mengeluarkan biaya. Meskipun terdapat beberapa pakan alami dari ikan nila yang didapat dari kolam, namun pemberian pakan tambahan akan sangat berguna dalam menunjang pertumbuhan nila nantinya.

Ternak Ikan Nila

Terdapat beberapa jenis pakan tambahan ikan nila, namun disini kami akan menjelaskan mengenai pakan yang sering digunakan yaitu pellet.

Untuk jumlah pemberian pakan ikan nilai dapat dilihat dari kebutuhan ikan tersebut, menurut beberapa ahli ternak nila dan buku yang kami baca tingkat kebutuhan protein yang diperlukan ikan nila sebanayak 20 sampai 30 persen perhari.

Jika dilihat dari jumlah pakannya, dapat kita perkirakan dari berat atau bobot ikan tersebut. Ikan nila membutuhkan tiga persen asupan makanan dari berat atau bobotnya, waktu pemberian pakan dapat dilakukan pada pagi dan sore hari saja.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

Meskipun ikan nila termaksud dalam kategori anti banting atau tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tidak ada salahnya kalau jika berjaga jaga agar kondisi kesehatan ikan nila tetap stabil.

Anda cukup melakukan kontrol setiap hari dengan cara mengecek pH air agar ikan tidak mengalami infeksi dari virus atau penularan penyakit akibat hewan diluar kolam.

Jika terindeksi air sudah terinfeksi virus segera ganti air kolam dengan air yang baru untuk menghindari ikan nila tertular.

Masa Panen Ikan Nila

Didalam proses panen ikan nila ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan, contohnya tujuan pemasaran ikan nila karena setiap tujuan membutuhkan bobot atau berat nila yang berbeda beda.

Jika anda berniat melakukan pemasaran domestic maka lakukan panen ikan nila yang memilki bobot atau berat antara 300 sampai 500 gram per ekornya.

Namun untuk ikan nila yang akan dijual sebagai peliharaan sebaik dipanen setelah memilki bobot antara 10 sampai 20 gram per ekornya.

Sekali lagi kami tekankan bahwa didalam ternak ikan nila cukup mudah,namun anda perlu melakukan pemerhatian secara khusus untuk menghasilkan ikan nila berkualitas yang siap jual dan konsumsi.

Apa saja yang perlu anda perhatikan? Pertama adalah pemilihan benih ikan nila berkualitas, persiapan kolam ikan nila baik itu kolam tanah, kolam terpal ataupun kolam semen dan terakhir adalah proses pemeliharaan ikan nila baik itu pengolaan air kolam, pemberian pakan ikan nila dan pencegahan penyakit.

Semua hal itu sudah kami jelaskan diatas silahkan anda simak kembali.

Baca Juga :

Tips Sebelum Memulai Ternak Ikan Nila

Dibawah ini kami juga akan menjelaskan beberapa tips sebelum memulai ternak ikan nila seperti cara pemilihan induk ikan nila, cara pemijahan ikan nila, cara pemilihan jenis kelamin ikan nila atau lebih tepatnya pemilihan benih dengan sistem Monosek.

Cara Pemilihan Induk Ikan Nila

Induk ikan nila berkualitas baik akan menghasilkan benih ikan nila baik pula, maka didalam pemilihan iduk nila tidak dapat dilakukan secara sembarangan perlu pemerhatian khusus agar ternak ikan nila yang anda lakukan berhasil dan panen berlimpah sehingga menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Secara fisik induk ikan nila betina memiliki beberapa ciri diantaranya warna kulit serta sirip ekor keabu abuan, memiliki tekstur agar lembek, ukuran perut ikan lebih besar dari badan dan terdapat sel telur berwarna merah. Umumnya indukan nila betina memiliki lubang anus, lubang urogenitaldan genital papilla yang berguna sebagai tempat keluarnya sel telur.

Sedangkan untuk indukan jatan memiliki dua lubang urogenital yaitu anus dan lubang yang berguna sebagai tempat keluarnya urin serta sel sperma.

Secara fisik lubang pada indukan jantang lebih runcing dibandingkan indukan ikan nila betina. Sebaiknya dalam pemilihan bobot atau berat badan indukan betina diatas 100 gram atau lebih spesifiknya antara 120 sampai 180 gram per ekornya.

Cara Pemilihan Benih Ikan Nila Teknik Monosek

Dalam penggunaan teknik monosek anda hanya perlu memahami bagaiman cara memilih benih ikan berjenis kelamin satu atau tunggal. Maka dari itu disini kami akan menjelaskan cara memilih benih ikan nila berjenis kelamin jantan dan kelamin betina.

Secara bentuk dan ukuran fisiknya benih jantan memiliki ukuran lebih besar dan sifat ikan lebih agresif atau aktif. Lalu pada alat kelamin ikan jantan terdapat dua lubang urogenital yang runcing berfungsi sebagai saluran air urin dan sprema .

Badan benih nila jantan lebih pipih  dan ramping, warna pada bagian pertunya hitam kemerahan.

Sedangkan untuk benih nila betina dapat diperhatikan dari bentuknya, bentuk badannya oval dan jika ditekan pada area kelaminnya akan mengeluarkan cairan atau sel telur.

Cara pemijahan Indukan Ikan Nila

Didalam proses pemijahan ikan nila sedikit unik, karena apa? biasanya indukan jantan akan membuat sebuah lubang dengan diameter tiga sampai lima cm.

Lubang tersebut akan digunakan oleh indukan betina untuk memijah kemudian akan dibuahi oleh indukan jantan.

Setelah proses pemijahan selesai telur telur hasil pemijahan akan dierami didalam mulut ikan nila kurang selama tiga sampai lima hari.

Banyak peternak senior ikan nila yang menggunakan teknik pemijahan dua kolam, artinya anda tidak perlu melakukan pemindahan anakan ikan nila.

Anda hanya perlu memberi batas antara indukan nila dan anak nila, hal ini bertujuan agar benih tidak dimakan oleh induknya sendiri.

Keunggulan Ternak Ikan Nila Dibandingkan Ternak Ikan Lainnya

Terdapat beberapa keunggulan ternak ikan nila dibanding ternak ikan lainnya, pertama karena kandung  protein dan nutrisi yang tinggi dari ikan nilai seperti mengandung Vitamin B12, Lemak jenuh, kalori, kalium, Niacin dan protein sebanyak 26 mg. Selain itu terdapat beberapa potensi lain dari ternak ikan nila yaitu :

  • Ikan nila memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap serangan hama dan penyakit
  • Tingkat adaptasi lingkungan baru yang baik
  • Tingkat pertumbuhan ikan nila baik meskipun hanya diber asupan pakan tumbuh tumbuhan atau Omnivora
  • Tingkat perkembang biakan tinggi

Hama Pengganggu Yang Sering Menyerang Ikan Nila

Didalam ternak ikan nila tentu terdapat hama pengganggu yang sering menyerang ikan nila, dari penyerangan tersebut banyak sekali kerugian yang diperoleh peternak seperti ikan nila mengalami stress, benih nila mati dan lain lainnya.

Dibawah ini akan kami jelaskan beberapa hama pengganggu yang sering menyerang ikan nila dan cara pengendaliannya.

Bebeasan

Ternka Ikan Nila

Hama ini sering menyerang ternak ikan nila terutama pada benihnya, hal ini mengakibatkan benih mengalami stress bahkan kematian. Cara pengendalian hama ini cukup mudah anda hanya perlu menuangkan minyak tanah dipermukaan air dengan takaran 500 cc per 100 meternya. 

Ucrit

Ternak Ikan Nila

Jenis hama satu ini sering menyerang ikan nila baik benih ataupun ikan nila dewasa dengan cara menjepit atau menggigit badan nila sampai robek/terluka.

Dalam pengendalian hama ini cukup sulit, saran dari kami sebaiknya anda pembersihan kolam atau area kolam dari bahan bahan organik.

Kodok

Ternak Ikan Nila

Biasanya hama ini sering memakan telur telur ikan nila sampai tak tersisa sehingga dalam proses budidaya nila sering mengalami kegagalan. Cara pengendalian hama ini cukup mudah, anda hanya perlu melakukan pembersihan telur telur kodok.

Manfaat Ikan Nila

Selanjutnya kami juga akan memjelaskan beberapa manfaat yang diperoleh setelah mengkonsumsi ikan nila dibawah ini.

Baik untuk perempuan hamil

Banyak sekali dokter yang melarang ibu hamil untuk mengkonsumsi ikan karena kandungna merkuri, namun beda halnya dengan ikan nila karena apa? kandung merkuri didalam ikan nila cukup rendah dan terdapat asam lemak omega tidak yang baik untuk meningkatkan kinerja calon bayi diperut anda.

Kandungan asam DHA

Ternyata ikan nila juga mengandung asam DHA yang berguna untuk meningkatkan kinerja saraf didalam otak, kita ketahui bahwa asam DHA merupakan bagian dari asam omega 3. Secara umum ibu hamil harus mengkonsumsi paling tidak 200 mg DHA perharinya.

Kandungan Fosfor

Kita ketahuin ikan nila mengandung fosfor yang tinggi, kandungan fosfor sendiri mampu memberikan berbagai macam manfaat seperti pencegahan osteroporosis, menjaga kesehatan tulang dan menguatkan tulang dan gigi.

Kandungan protein

Didalam ikan nila terdapat kandungan protein hewani yang cukup tinggi sehingga mampu menjadi alternatif sumber protein hewan lainnya. Dengan mengkonsumsi ikan nila anda mampu meningkatkan otot, menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan tenaga dan menjaga kesehatan otot.

Kandungan Kalium

Secara umum kalium berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif induvidu, maka dari itu bagi anda yang berniat melakukan peningkatan tersebut sering seringlah mengkonsumsi ikan nila karena terdapat kadungan kalium yang cukup tinggi.

Sekian Informasi dari kami mengenai Ternak Ikan Nila, semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memulai budidaya nila. Selamat mencoba dan terima kasih.