Panduan Cara Menanam Jahe Merah Step by Step Bagi Pemula!

cara menanam jahe merah

Cara Menanam Jahe Merah –  Welcome to SawonBudidaya the best and trusted blog, kali ini kami akan berbagi tutorial tentang cara menanam jahe merah. Tanaman yang cukup populer dan sering digunakan sebagai obat herbal ataupun rempah-rempah masakan ini sangat bernilai jual tinggi. Hal ini dikarena jahe merah sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan memiliki rasa yang unik dilidah penggemarnya.

Jahe merah mampu mencegah berbagai jenis penyakit seperti demam atau suhu badan naik, flu yang sebabkan oleh serangan virus atau bakteri dan batuk. Selain itu jahe merah juga dikenal sebagai obat herbal atau tradisional yang memiliki khasiat ampuh dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diatas tadi.

Untuk masalah penjualan dan kebutuhan jahe merah dipasar tidak pernah mengalami penurunan bahkan dapat bertambah terus, karena seperti diatas tadi jahe merah dapat digunakan sebagai obat herbal dan bumbu masakan yang memiliki rasa unik dilidah penggemarnya. Baiklah langsung saja kita bahas mengenai cara menanam jahe merah dibawah ini.

Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Buah Naga Bagi Pemula!

 

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe Merah

Sebelum kami membahas lebih lanjut membahas mengenai cara menanam jahe merah, tidak ada salahnya bagi anda untuk mengetahui beberapa syarat tumbuh tanaman jahe dibawah ini yaitu :

1.Iklim

 

Tanaman jahe merah sangat cocok ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan tinggi mencapai dua ribu lima ratus sampai empat ribu atau 2.500 hingga 4.000 mm pertahun.

Berbeda halnya saat tanaman jahe merah masuk umur 3 sampai 7 bulan yang lebih membutuhkan asupan sinar matahari tinggi, oleh karena itu usahakan tempat budidaya dilakukan pada daerah terbuka sehingga masalah asupan sinar matahari dapat diperoleh secara maksimal sehingga proses pertumbuhan jahe tidak terhambat.

Masalah suhu yang cocok untuk budidaya jahe merah adalah 20 sampai 35 °C atau dua puluh hingga tiga puluh lima derajat celcius, hal ini sangat diperlukan untuk menjaga buah jahe agar tidak mudah busuk karena pada suhu tersebut pertumbuhan jamur bisa diatas dengan mudah.

Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Hidroponik Yang Baik dan Benar Untuk Pemula!

 

2.Media Yang Cocock untuk Budidaya Jahe Merah

 

Jenis tanah yang sangat disukai oleh tanama jahe adalah kaya akan unsur hara, lembut atau gembur dan banyak mengandung humus atau nutrisi yang baik untuk pertumbuhan jahe nantinya.

Selain itu jahe merah juga sangat suka pada tanah yang memiliki tektur lempung berpasir, liat  dan tanah laterik, hal itu karena jahe merupakan tanaman yang berbuah pada bagian tunasnya.

Masalah kadar keasaman tanah yang cocok untuk budidaya jahe merah adalah empat koma 3 sampai tujuh koma empat atau 4,3 hingga 7,4. Namun jika anda tidak memiliki tanah dengan kadar keasaman segitu dapat menggunakan kapur sebagai bahan penstabil PH tanah.

Artikel Terkait Panduan Cara Bercocok Tanam Melon Berkualitas

 

3.Ketinggian Lokasi Yang Cocok Untuk Budidaya Jahe Merah

 

Tanaman jahe merah sangat menyukai daerah yang memiliki ketinggian mencapai nol sampai dua ribu meter diatas permukaan laut ( 0-2.000 m dpl) dan untuk daerah indonesia petani lebih sering membudidayakan jahe merah dengan ketinggian dua ratus sampai enam ratus meter diatas permukaan laut ( 200 – 600 m dpl).

Artikel Terkait Panduan Cara Bercocok Tanam Tomat Step by Step

 

Cara Menanam Jahe Merah

Sebelum kami sudah membahas beberapa syarat untuk budidaya jahe merah agar proses penanaman yang anda lakukan berjalan sesuai harapan, selanjutnya disini kami akan kembali ketopik utama artikel ini yaitu cara menanam jahe merah step by step dibawah.

1.Pemilihan tempat atau lokasi yang cocok untuk budidaya jahe merah

 

Sebelumnya kami sudah membahas hal ini diatas tadi, untuk masalah ketinggian lokasi budidaya jahe merah yang baik dan benar adalah 200 – 600 m dpl. Hal ini menjadikan salah satu tahap terpenting dari cara menanam jahe merah, ketinggian dapat mempengaruh hasil panen nantinya karena pembudidayaan jahe merah yang dilakukan pada lokasi dengan ketinggian tepat dapat meningkatkan kualitas buah jahe merah.

Selanjutnya kita akan membahas curah hujan, meskipun kami sudah membahasnya diatas tadi tapi tidak ada salahnya bagi anda untuk mengetahui ulang tingkat curah hujan yang tepat. Budidaya jahe merah dapat berjalan lancar dan baik apabila suatu daerah memiliki curah hujan mencapai 2500 sampai 4000 mm pertahun.

Anda juga perlu mengetaui bahwa tanaman jahe merah tidak mampu tumbuh dengan maksimal pada daerah yang gersang dan kering, maka dari itu tingkat curah hujan sangat perlu dilakukan agar budidaya yang dilakukan dapat menghasilkan buah jahe secara maksimal. Selain itu tingkat suhu suatu daerah juga dapat berpengaruh pada baik dan buruknya kualitas buah jahe nantinya, sehingga perlu dilakukan perhatian khusus terhadapa tingkat suhu ini. Dalam budidaya jahe merah tingkat suhu yang sangat baik untuk budidaya tanaman ini adalah 20 hingga 35 derajat celcius.

Artikel Terkait Panduan Cara Bercocok Tanam Buah Naga Step by Step

Meskipun jahe tidak mampu tumbuh dengan baik pada daerah yang gersang, hal itu tidak menyurutkan para petani melakukan budidaya jahe merah pada daerah tersebut. Kita ketahui jahe merah sebenarnya mampu tumbuh cukup baik didaerah kering sekalipun namun dengan perawatan yang berbeda jikan kita menanamnya didaerah yang subur.

 

2.Pemilihan Bibit atau Benih Jahe Merah Berkualitas

Dalam cara menanam jahe merah yang kami sampaikan ini, pemilihan bibit atau benih merupakan hal penting yang perlu anda perhatikan. Sebab apa ? bibit jahe merah yang ditanaman memilki kualitas terbaik tentu akan menghasilkan buah jahe merah yang terbaik juga namun tetap dengan perawatan serta pemeliharaan yang tepat.

Sebaiknya dalam pemilihan bibit atau benih jahe merah sudah berumur 10 bulan atau lebih karena hal itu dapat menunjang masa pertumbuhan serta masa adaptasi lebih mudah. Bibit atau benih jahe merah berkualitas pasti memiliki ukuran buah yang besar diabndingkan bibit atau benih jahe merah dengan kualitas biasa saja, hal itu sudah kami bukitkan sendiri.

Artikel Terkait Panduan Cara Bercocok Tanam Timun Step by Step

Saran dari kami agar anda dapat dengan mudah memperoleh bibit atau benih jahe merah dengan kualitas terbaik, belilah bibit pada toko-toko pertanian yang ada disekitar rumah anda namun pastikan bahwa bibit tersebut sudah bersertifikat sehingga terjamin kualitasnya. Namun anda juga dapat membuatnya sendiri dengan cara membeli langsung kepetani dengan rumah masing-masing agar lebih mudah dan meminimalisir pengeluaran.

Cara Menanam Jahe Merah

Jika anda ingin memulai penanaman usahakan bibit atau benih yang sudah siapkan untuk melewati tahap penjemuran dulu, tujuannya agar bibit atau benih lebih mudah terangsang serta menghindari penjamuran atau pembusukan. Saat anda melakukan penjemuran harus selalu diperhatikan dan jangan sampai kering, begitu proses penjemuran selesai lakukan penyimanpanan bibit atau benih pada tempat yang memiliki suhu normal atau sedang.

Untuk lama waktu penyimpanan biasanya memerlukan waktu anatara satu sampai satu tengah bulan, saat anda masuk tahap penyimpanan pastikan bibit atau benih tidak terkena sinar matahari sama sekali.

Artikel Terkait Panduan Cara Bercocok Tanam Gaharu Step by Step

Setelah proses penyimpanan selesai anda dapat melakukan pemotongan yang berguna merangsang serta membuat tunas, proses pemotongan juga tidak boleh dilakukan secara asal sebaiknya setiap bibit atau benih jahe dipotong mencapai tiga hingga 5 tunas dan pastikan juga alat yang digunakan untuk memotong steril serta bersih.

Jika pemotongan menggunakan alat yang tidak steril tentu bibit yang dihasil tidak sehat karena apa? Alat yang tidak steril biasanya membawa penyakit sehingga bekas potongan tadi yang seharusnya dapat tumbuh malah tidak dapat tumbuh. Begitu proses pemotongan selesai anda dapat melakukan penjemuran kembali, namun dalam penjemuran kali ini tidak memerlukan waktu selama seperti diatas karena anda hanyaperlu melakukan penjemuran selama 1 hari saja. setelah itu lakukan perendaman kedalam larutan fungisida selama satu sampai 2 menit saja, larutan ini memiliki fungsi sebagai shield agar bibit atau benih tidak mudah terserang jamur ataupun bakteri.

Artikel Terkait Tahap-tahap Cara Menanam Anggur Agar Berbuah Lebat

 

3. Penyemaian Bibit atau Benih Jahe Merah

Tahap selanjutnya dalam cara menanam jahe merah adalah penyemaian, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan calon tanaman jahe merah nantinya. Disini kami sangat menyarankan kepada anda dalam melakukan penyemain harus dilakukan dengan benar-benar tepat agar tingkat pertumbuhan bibit atau benih jahe merah maksimal.

Dalam proses penyemaian anda dapat menggunakan beberapa tempat baik itu ember yang sudah tidak terpakai ataupu peti kayu, namun jika anda tidak memiliki benda-benda tersebut dapat menggunakan lahan kosong yang ada disekitar rumah. Sebelum melakukan penyemaian sebagai tanah masuk tahap penggemburan yang berguna untuk memudahkan calon tanaman tumbuh secara maksimal.

Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Lidah Buaya Step by Step

Bagi anda yang ingin menggunakan ember bekas atau peti kayu, sebaiknya dasarnya diberi taburan abus gosok atau sekam padi yang berguna untuk melancarkan proses drainase nantinya. Kegiatan ini dapat dilakukan jika anda menggunakan teknik penyemaian dengan media semai berupa tanah humus dan pupuk kandang kering perbandingan keduanya yaitu 3:1.

Namun jika anda ingin menggunakan abu gosok atau sekam padi sebagai media semai juga tidak masalah, dengan cara memberi abu gosok atau sekam padi pada dasar tempat semai lalu masukkan bibit yang sudah disiapkan sebelumnya kemudian tutup kembali menggunakan abu gosok atau sekam padi, kegiatan dilakukan terus menerus hingga beberapa lapis atau tempat semai mulai penuh.

Saat masa penyemaian berlangsung usahakan tempat semai atau benih jahe merah tidak menerima asupan sinar matahari secara langsung atau terus menerus. Anda dapat menutup tempat semai menggunakan alang-alang ataupun jerami karena dapat meningkatkan keberhasilan proses semai nantinya.

Lakukan perawatan setiap hari dengan cara menyiram air apabilan masa penyemaian masuk dalam iklim kering atau cuaca panas, hal ini sangat perlu dilakukan karena takutnya bibit atau benih mengalami kekeringan dan mengakibatkan calon tanaman jahe merah tidak tumbuh tunas.

Biasanya proses penyemaian akan memakan waktu kurang lebih seminggu 4 minggu dan dapat lebih cepat apabila bibit serta cara penyemaian yang anda lakukan tepat.

Setelah bibit atau benih jahe merah memiliki daun mencapai 5 helai dengan kurang batang 10 cm, lakukan pemindahan dengan segera ketempat media tanam. Biasanya setiap 1 buah jahe merah dapat menghasilkan dua sampai empat batang tunas.

 

4.Media Tanam Budidaya Jahe Merah

Setelah kami membahas beberapa tahap diatas dari proses pemilihan lokasi budidaya jahe merah, pemilihan bibit atau benih jahe merah dan proses penyemaian jahe merah. Disini kami akan menjelaskan tahap selanjutnya dari cara menanam jahe merah yaitu persiapan media tanam budidaya jahe merah yang tepat dan benar.

Dalam persiapan media tanam anda akan kami sajikan dua pilihan yaitu pembudidayaan jahe merah menggunakan lahan terbuka atau kosong dan menggunakan polybag atau pot. Kedua tempat budidaya itu memiliki kualitas yang sama hanya bedanya pada ketersedia lahan, karena apa ? bagi anda yang tidak memiliki lahan kosong luas tentu tidak dapat melakukan budidaya jahe merah menggunakan lahan terbuka berbeda halnya dengan anda yang ingin menggunakan polybag atau pot karena tidak membutuhkan lahan kosong luas.

Bahkan terbilang sangat minim lahan karena dapat meletakan tempat budidaya jahe merah dihalaman rumah maupun belakang rumah sekalipun. Baiklah berikut ini penjelasan mengenai penggunaan lahan terbuka dan penggunaan polybag atau pot dibawah ini dengan tepat dan benar.

1.Penggunaan lahan terbuka

Cara Menanam Jahe Merah

Sebelum melakukan penanam pada lahan terbuka terdapat beberapa hal awal yang perlu anda lakukan yaitu pembersihan lahan atau area budidaya baik itu dari hama pengganggu ataupun penyakit yang beresiko merusak kualitas bibit atau benih jahe merah bahkan dapat mematikan.

Begitu proses pembersihan selesai tahap selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah penggemburan tanah, kegiatan dilakukan agar calon atau bibit jahe merah yang dipindahkan dari tempat semai dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan menunjang pertumbuhan secara maksimal.

Artikel Terkait Panduan Cara Bercocok Tanam Hidroponik Step by Step Secara Baik dan Benar!!

Pada proses penggemburan tahap anda dapat menambahkan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1 satu disetiap bedengan, tujuan dilakukan pemberian pupuk pada masa penggemburan agar media tanam jahe memiliki ushur hara yang cukup sehingga masa pertumbuhan jahe merah lebih maksimal. Selain itu pemberian pupuk pada saat penggemburan dilakukan agar tanah dan pupuk kandang dapat tercampur secara merata.

Setelah proses penggemburan tanah selesai dan pupuk kandang kering tercampur rata, anda dapat melanjutkan tahap berikutnya yaitu pembuatan bedengan. Hal ini dilakukan agar saat proses perawata dan pemeliharaan tanaman jahe merah lebih efisien karena sudah ditata secara sistematis. Selain pembuatan bedengan dilakukan agar dapat memastikan mana tanaman yang baru ditanaman dan mana tanaman yang sudah berumur. Dalam proses pembuatan bedengan sebaiknya jarak antara bedengan mencapai 50 kali 50 cm namun anda juga bisa membuat bedengan dengan jarak sekitar 30 kali 40 cm untuk meminimalis kebutuhan lahan budidaya nanti.

Proses pembuatan bedengan tidak hanya sampai disitu karena apa ? anda juga perlu memperhatikan tinggi bedengan dan drainasenya, sebaiknya budidaya jahe merah memiliki ketinggian bedengan mencapai 40 sampai 50 cm dan memiliki drainase yang lancar disekitar area budidaya. Pembuatan drainase sangat perlu dilakukan karena takunya pada saat budidaya jahe yang anda lakukan masuk musim penghujan dan drainase yang anda miliki tidak berlancara tentu beresiko merusak tanaman bahkan mematikan jahe sehingga ada mengalami gagal panen.

2. Penggunaan polybag atau pot

Cara Menanam Jahe Merah

Sebelumnya kami sudah membahas jika anda tidak memiliki lahan yang kosong yang luas namun ingin melakukan budidaya jahe merah tidak ada salahnya menggunakan tips dari SawonBudidaya ini dengan menggunakan polyabag atau pot.

Penggunaan polybag atau pot memang menjadi salah satu solusi terbaik, karena lahan kosong yang anda butuhkan tidak terlalu luas bahkan dapat menggunakan halaman rumah yang kosong ataupun dibelakang rumah anda .

Pasti anda menanyakan berapa ukuran diameter polybag atau pot yang tepat dan benar untuk budidaya jahe merah ? diameter yang tepat dan benar adalah 40 kalo 50 cm, ukuran ini terbilang standar didunia budidaya dan menurut kami ini sudah sangat tepat.

Selanjutnya persiapan media tanam jahe merah, jika anda menggunakan polybag atau pot tentu tahap berikutnya yang perlu dilakukan adalah persiapan media tanam. Disini kami menyarankan untu menggunakan media tanam berupa tanah biasa, tanah hitam dan pupuk kandang kering memiliki perbandingan 3:1:1.

Perlu anda perhatikan dalam pemilihan tanah karena apa ? tidak semua tanah yang ada di daerah anda memiliki kesuburan yang baik, sehingga pastikan bahwa tanah yang anda pilih benar-benar memiliki kesuburan baik karena hal ini akan sangat berpengaruh pada proses budidaya jahe merah nantinya.

Setelah bahan bahan diatas siap campurkan menjadi secara rata dengan perbandingan diatas, lalu masukan kedalam polybag atau pot yang sudah anda siapkan sebelumnya mencapai ketinggian 15 sampai 20 cm dan pastikan polybag atau pot diberi ruang kosong yang akan digunakan untuk penambahan pupuk dimasa pertumbuhan berikutnya.

 

5. Proses Penanaman Jahe Merah

Dalam proses penanaman jahe merah terdapat beberapa perbedaan antara penggunaan lahan terbuka dan polybag atau pot, namun anda tidak perlu khawatir disini kami akan menjelaskan kedua teknik penanaman tersebut.

Teknik penggunaan lahan terbuka

Bagi anda yang menggunakan lahan terbuka sebagai tempat budidaya jahe merah, maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penanaman. Pertama anda perlu memperhatikan kondisi lahan atau tanah apakah sudah sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jahe diatas, apabila sudah sesuai maka proses penanaman dapat anda lanjutkan.

Cara menanam jahe merah cukup mudah sebab anda tidak perlu melakukan perawatan secara terus menerus, tapi tetap saja harus selalu diperhatikan dengan tepat agar proses budidaya jahe merah dapat berjalan lancar.

Hal penting kedua yang perlu anda perhatikan apabila menggunakan lahan terbuka adalah tingkat asupan sinar matahari yang diperoleh tanaman harus tepat. jika tanaman jahe terkena paparan sinar matahri terlalu sedikit akan beresiko pada pertumbuhan jahe yang tidak maksimal, namun jika sinar matahari yang diperoleh tanaman jahe terlalu banyak maka akan beresiko merusak tanaman jahe itu sendiri karena daunnya akan mudah layu dan mati.

Teknik penggunaan polybag atau pot

Cara menanam jahe merah selanjutnya adalah teknik penggunaan polybag atau pot, jika pada teknik diatas perlu memperhatikan tingkat kesuburan tanah dan tingkat asupan matahari. Maka pada tahap ini anda akan melakukan hal yang sama, bedanya terletak pada umur atau ukuran bibit jahe merah.

Pada teknik lahan terbuka kami sangat menyarankan padan agar menggunakan bibit dengan umur tepat dan ukuran yang sesuai, tentunya hal ini akan meningkatkan keberhasilan budidaya jahe anda nantinya. Beda halnya dengan penggunaan polybag atau pot anda dapat menggunakan bibit atau benih jahe yang masih mudah namun tetap saja perlu melakukan penanaman dengan benar.

Cara menanam jahe merah dipolybag atau pot yang benar adalah memperhatikan letak atau posisi dari bibit, sebaiknya bibit ditanam pada posisi berdiri atau mata tunas mengarah keatas lalu anda dapat menutupnya kembali dengan media tanam atau tanah.

 

6. Pemeliharaan dan Perawatan Jahe Merah

Tahap cara menanam jahe merah selanjutnya adalah pemeliharaan dan perawatan, hal ini akan sangat diperlukan untu memaksimalkan hasil pane jahe merah nantinya. Meskipun jahe merah merupakan salah satu tanaman yang cukup dibudidaya dan tidak perlu melakukan perawatan secara intesif, tetap saja demi berjaga-jaga dan untuk meningkatkan hasil panen semakin baik.

Saat proses budidaya jahe merah masuk musim kemarau, penyiraman harus ditinggi demi memenuhi kebutuhan tanaman jahe merah. Anda juga perlu melakukan pembersihan lahan atau polybag dari hama pengganggu seperti rumput liar atau gulma, dengan adanya rumput liar atau gulma makan bahan pembuatan makan malah diserap gulma padahal harusnya dapat memenuhi kebutuhan fotosintesis jahe merah. Masa perbesihan rumput liar atau gulma dapat anda lakukan 2 bulan sekali, namun tergantung pada kondisi lahan anda jika pertumbuhan rumput liar atau gulma lebih tinggi sebaiknya lakukan pembersihan lebih sering.

Tujuan dilakukan pembersihan lahan dari rumput liar atau gulma agar kebutuhan nutrisi jahe merah terpenuhi secara maksimal, selain itu kegiatan ini juga membantu anda dalam menjaga kestabilan unsur hara. Jika anda merasa pemberian pupuk diperlukan, maka lakukan pemupukan pada tanaman jahe merah yang sudah berumur dua bulan dengan dosis 1/5 media tanam.

Jika anda mengharapkan panen jahe merah maksimal sebaiknya pemupukan lebih ditingkat lagi, pemberian pupuk tambahan dapat anda lakukan pada jahe merah yang sudah mendekati masa panen sebanyak tiga pemupukan.

Masalah jenis pupuk yang dapat anda gunakan dalam pemupukan jahe merah ada 2 dari saran, jika anda ingin menggunakan cara menanam jahe merah secara organik maka gunakanlah pupuk kandang kering. Sedangkan untuk anda yang menggunakan cara menanam jahe merah secara anorganik dapat menggunakan pupuk TSP atau Z dan lain-lain.

 

7.Proses Pengendalian Hama Pengganggu

Cara menanam jahe merah berikut yaitu proses pengendalian hama pengganggu, hal ini akan sangat bergunak dalam menjaga serta menunjang masa pertumbuhan dan pembentukan buah jahe merah secara maksimal.

Dalam pengendalian hama pengganggu sebenarnya cukup mudah, karena anda tinggal membeli obat pembasmi hama ditoko pertanian sekitar rumah. Namun berbeda halnya bagi anda yang menggunakan cara menanam jahe merah secara organin tentu tidak ingin menggunakan bahan-bahan kimia, pengedalian hama secara organik lebih dikenal dengan PHT (pengedalian hama terpadu).

Sebenarnya pengendalian hama pengganggu secara organik sangat mudah, karena hanya memerlukan manusia serta alam atau lahan budidaya. Pengendalian hama penganggu secara organik sudah anda terap dari awal budidaya jahe merah, kenapa bisa ? karena pengendalian hama pengganggu secara organik dapat dilakukan seperti pemilihan bibit atau benih jahe merah berkualitas tinggi dan melakukan penanaman secara tepat.

Namun jika cara diatas gagal, maka anda harus menggunakan bahan alami demi menjaga keberhasil panen jahe merah nantinya. Takutnya jika tidak ditindak lanjutkan akan beresiko mengalami gagal panen. Biasanya dalam membasmi hama pengganggu dapat menggunakan insektisida dan fungisida.

Terdapat jeni pestisida alam yang dapat anda gunakan dan biasanya terbuat dari bahan tembakau. Daun tanaman ini punya kandungan nikotin yang sangat tinggi, sehingga dapat kita manfaatkan untuk mengatasi serangan hama berbentuk serangga kecil bernama aphids.

 

8. Proses Panen Jahe Merah

Tahap cara menanam jahe merah terakhir adalah panen, biasanya jahe merah akan siap dipanen setelah berumur 10 sampai 12 bulan. Untuk lebih detailnya kami akan memberikan ciri-ciri jahe merah yang siap dipanen yaitu batang daun yang awal berwarna hijau terang berumah kekuningan.

Bagi anda yang menggunakan polybag atau pot proses panen akan sangat mudah dilakukan, karena anda hanya perlu merobek atau menggali kedalam tanah.

Berbeda halnya bagi meraka yang menggunakan lahan terbuka, pencangkulan akan sangat perlu dilakukan, namun tetap harus hati-hati demi menjaga kualitas jahe merah.

Sekian artikel dari kami semoga sedikit informasi ini dapat menjadi refensi bagi anda yang ingin membudidayakan jahe, selain itu kami juga berharap agar artikel cara menanam jahe merah akan lebih bermanfaat bagi anda semua terima kasih!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*