Pertanian

Cara Menanam Buah Naga Di Bedengan dan Di Pot Untuk Pemula!

Cara Menanam Buah Naga –  welcome to SawonBudidaya the best and trusted blog, kali ini kami akan membahas teknik pembudidayaan tanaman buah naga dengan baik dan benar. Tanaman ini memiliki ciri-ciri yang sangat unik berbeda dengan tanaman buah lainnya, hal ini dapat dilihat dari bentuk sisik buahnya yang menyerupai sisik Naga. Selain itu buah naga juga memiliki warna merah terang, dari ciri-ciri diatas kami memprediksi nama buah naga diambil berdasarkan ciri uniknya tersebut.

Kemudian yang menjadi daya tarik dari buah naga adalah rasanya yang nikmat dan lezat, buah naga juga sering digunakan saat acara persembahan altar yang merupakan salah satu ritual atau acara keagamaan dari agama Tionghoa. Masyarakat Indonesia sangat menggemari buah naga karena memiliki daging bold serta dipadu dengan rasa manis dan asam. Oleh karena itu disini kami akan menjelaskan cara menanam buah naga sehingga dapat menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan, namun karena harga tinggi dan proses penanaman cukup rumit banyak sekali petani awal mengalami kegagalan saat proses budidaya berlangsung.

Dari masalah diatas kami SawonBudidaya akan berbagi tips-tips dan Cara Menanam Buah Naga  Namun sebelum masuk tahap penanaman ada baiknya anda memahami sedikit mengenai syarat-syarat tumbuh tanaman buah naga dibawah ini :

Syarat Tumbuhan Buah Naga

Meskipun tanaman buah termaksud tumbuhan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tetap saja terdapat kondisi lingkungan yang sangat baik untuk budidaya tanaman buah naga. perhatiaan khusus sangat perlu anda lakukan seperti ketinggian lokasi, iklim lokasi budidaya dan jenis tanah yang merupakan hal-hal penting dari cara menanam buah naga. Disini kami akan menjelaskan syarat syarat tumbuh tanaman buah naga secara detail sebagai berikut :

1. Ketinggian lokasi budidaya tanaman buah naga

Buah naga merupakan tanaman yang masuk dalam keluarga  tropis, oleh sebab itu tanaman ini sangat baik dibudidayakan dinegara Indonesia.

Meskipun tanaman ini bukan termaksud tanaman asli Indonesia, tetapi buah naga dapat berkembang biak dengan sangat baik.

Dalam budidaya buah naga, sebaiknya penanaman dilakukan pada dataran rendah dengan ketinggian mencapai 0 sampai 350 meter diatas permukaan laut atau mdpl.

2. Iklim lokasi budidaya buah naga

Tanaman buah naga termaksud jenis anggota tropis sehingga memerlukan iklim kering untuk pertumbuhan maksimal, sebaiknya buah naga ditanam pada saat curah hujan yang rendah agar tanaman tersebut dapat bekembang dengan bagus.

Curah hujan yang ideal untuk penanaman buah naga mencapai kuarang lebih 60 mm perbulan dan 720 pertahun, jika curah hujan terlalu tinngi dapat merusak tanaman dan meningkatnya resiko tanaman terserang penyakit baik itu bakteri atau hama pengganggu lainya.

Selain itu hal yang perlu anda perhatikan adalah tingkat asupan sinar matahari, karena tingkat asupan matahari telalu tinggi dapat merusak tanaman sehingga mudah layu.

Agar masa pertumbuhan dan proses fotosintesis dapat berjalan secara maksimal, sebaiknya tingkat asupan sinar matahari yang diperoleh mencapai 70 sampai 80 persen.

Hal berikutnya yang perlu anda perhatikan adalah tingkat suhu udara, sebaiknya budidaya buah naga ditanaman pada suhu udara mencapai 26 hingga 36 derajat Celcius.

3. Jenis tanah yang cocok untuk budidaya buah naga

Hal penting lainnya adalah jenis tanah dan kadar keasaman tanah atau PH, buah naga dapat tumbuh secara maksimal apabila unsur hara dan nutrisi yang diperoleh maksimal.

Masalah jenis tanah anda dapat memilih tanah humus atau tanah yang mengandung unsur hara tinggi, selain tanah humus anda juga bisa menggunakan tanah biasa namun harus lebih diperhatikan baik itu tinggkat keasaman tanah dan tingkat kesuburan tanah itu sendiri.

Masalah tingkat keasaman tanah atau PH tanah, sebaiknya budidaya buah naga ditanam pada daerah atau tanah yang memiliki kadar keasaman mencapai 6,5 sampai 7.

Namun jika anda tidak memiliki tanah dengan kadar keasaman yang idela dapat melakukan pengapuran terlebih dulu sebelum proses penanaman buah naga dilakukan.

Proses pengapuran dilakukan agar tingkat keasaaman tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dan tingkat keasaman tanah yang terlalu rendah dapat dinaikkan, hal ini karena kapur bersifat menstabilkan PH tanah secara maksimal.

Selain itu hal  penting yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kelembaban tanah, jika kelembaban terlalu tinggi dapat meningkatkan resiko tanaman mudah berjamur dan mati. Sebaiknya budidaya buah dilakukan pada tanah yang memiliki kelembaban mencapai 70 sampai 80 persen.

Cara Menanam Buah Naga

cara menanam buah naga di bednegan
www.berwirausaha.net

Dibawah ini akan kami jelasan Step by Step Cara menanam Buah Naga bagi pemula dengan benar, dimulai dari pemilihan bibit, penyemain, persiapan bedengan atau lahan, perawatan dan panen. Langsung aja deh kita bahas!

Pemilihan Bibit atau Benih

bibit steak buah naga
birdbody.blogspot.com

Sebelumnya kami sudah membahas terdapat dua cara mengembang biakan tanaman buah naga yaitu dengan cara generatif dan vegetatif. Tapi disini kami lebih menyarankan pada anda untuk menggunakan teknik vegetatif kenapa? karena umumnya hasil dari budidaya buah naga nanti sangat berpengaruh pada kualitas bibit atau benihnya.

Maka dari itu penggunaan teknik vegetatif lebih memudahkan anda dalam melihat kualitas indukannya, jika indukan yang anda pilih menghasilkan buah naga berkualitas maka kemungkinan besar budidaya buah naga yang akan dilakukan juga menghasilkan buah naga berkualitas pula.

Lalu Bagaimana cara menggunakan teknik vegetatif? Penjelasan diatas adalah jawabnya. Pertama anda perlu memastikan dulu indukan buah naga yang akan dilakukan steak harus sudah mengalami pembuahan sebanyak 2 sampai 3 kali.

Tujuan dilakukan pengecekan ini agar anda dapat memastikan bahwa indukan tersebut memiliki kualitas baik serta menghasilkan buah naga secara produktif.

Loading...

Kemudian langkah selanjutnya pengambilan batang buah naga yang akan dijadikan bibit penanaman, pastikan saat pemotongan tanaman batang bibit memiliki panjang minimal 8 cm, lalu batang yang akan diambil sebaiknya memiliki tekstur kokoh dan kuat.

Selain memperhatikan tekstur batangnya, anda juga perlu melakukan pengecekan warna kulit batang. Batang yang baik biasanya memiliki warna kulit hijau keabu abuan dengan diameter yang besar.

Dalam proses pemotongan bibit buah naga pastikan pisau atau parang yang digunakan dalam kondisi steril atau bersih. Hal ini bertujuan agar calon bibit buah naga benar benar dalam keadaan sehat, karena jika anda menggunakan pisau atau parang yang terkontaminasi virus atau bakteri kami jamin bibit tersebut akan membusuk.

Loading...

Lakukan pemotongan pada batang buah naga yang sudah berumur paling tidak satu tahun, dengan ukuran batang 6 sampai 15 inci. Proses pemotongan dilakukan secara miring dengan kemiringan 45 derajart. Sebaiknya dalam melakukan penananam bibit atau benih buah naga dilakukan pada waktu pagi dan sore hari. Baca Juga Cara Menanam Bawang Merah Di Rumah Pada Musim Hujan !!

Penyemaian Bibit Buah Naga

Selanjutnya kita akan membahas tahap kedua dari cara menanam buah naga yaitu proses penyemaian, kenapa proses ini perlu dilakukan? Tujuan dilakukan penyemaian adalah agar tanaman buah naga memperoleh asupan nutrisi serta perawatan secara maksimal, sehingga masa pertumbuhannya akan lebih cepat.

Lalu bagaimana cara penyemaian bibit buah naga? Dalam proses penyemaian bibit buah naga dapat dilakukan berdasar jenis bibit yang digunakan. Apakah anda menggunakan bibit buah naga generatif atau vegetatif? Tentu kedua jenis bibit tersebut akan melalui tahap penyemaian yang berbeda. Berikut penjelasannya!

  1. Penyemaian generatif

Bagi anda yang ingin menggunakan biji atau generatif sebagai bibit  buah naga terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, pertama siapkan dulu bahan media semai berupa tanah humus dan pupuk kandang kering. Lalu siapkan wadah atau tempat semai yang akan digunakan.

Setelah semua bahan siap, lakukan pencampuran antara tanah humus dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1. Gunakan cangkul agar hasil lebih merata.

Kemudian masukan media semai kewadah atau tempat yang sudah anda siapkan sebelumnya. Setelah itu masukan biji buah naga, lalu timbun dengan kedalam 15 senti meter saja. Baca Juga Cara Menanam Cabe Rawit dan Cabe Merah Di Pot Untuk Pemula !!

  1. Penyemaian vegetatif

Selanjutnya kami juga akan menjelasakn cara penyemaian bibit atau benih buah naga secara vegetatif, bagia anda yang menggunakan bibit vegetatif tahap awal yang perlu disiapkan sama dengan penjelasan kami diatas yaitu menyiapkan bahan media semai berupa tanah humus dan pupuk kandang kering, kemudian lakukan tahap tahap seperti diatas.

Setelah itu masukan bibit buah naga yang sudah disiapkan kedalam wadah atau tempat semai, dengan kedalam 5 sampai 10 sentimeter saja. lalu siram menggunakan air secukupnya dan pindahkan wadah tersebut ketempat yang lebih sejuk. Baca Juga Cara Menanam Sayuran Organik Step by Step

Persiapan Lahan Tanam

Sebelumnya kami ingin bertanya apakah budidaya buah naga yang akan anda lakukan dalam skala besar? Jika iya kami akan membahas persiapan lahan yang perlu anda siapkan.

Dalam melakukan budidaya buah naga dalam skala besar anda perlu penyiapan lahan seluas 6.000 sampai 10.000 meter. Biasanya untuk lahan seluas ini akan membutuhkan tiang panjang sebanyak 1.600 sampai 6.400.

Fungsi dari tiang panjat adalah sebagai penompang tanaman lidah buaya agar mampu berdiri kokoh. Kita ketahui buah naga memiliki batang yang tidak cukup kuat dalam menompang maka dari itu alternativenya dengan menggunakan tiang panjat ini.

Dalam pembuatan tiang panjang anda dapat menggunakan beberapa bahan, dari tiang panjang berbahan kayu ataupun berbahan semen. Kalau anda berniat menggunakan kayu tentu kelemahannya adalah tidak mampu bertahan lama karena kayu yang terkena hujan dan panas secara terus menerus akan lapuk.

Beda halnya dengan semen, jika anda menggunakan semen maka tiang panjang akan lebih tahan lama namun biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak.

Bagaimana sudah ditentukan?Jika sudah kita kembali pada pembuatan tiang panjang, seberapa tinggi sebaiknya pembuatan tiang panjang? Kami sarankan sebaiknya anda membuat tiang panjat dengan ketinggian 2 meter saja itu sudah lebih dari cukup. Baca Juga Panduan Cara Menanam Jahe Merah Step by Step Bagi Pemula!

Pengolahan Media Tanam

Pengolahan lahan merupakan salah satu hal terpenting dari cara menanam buah naga, pengolahan lahan diawali dengan pembuatan lubang tanaman. Pembuatan lubang dilakukan tepat disebelah tiang panjat yang sudah disiapkan sebelumnya.

Usakan lubang tidak terlalu jauh dari tiang karena dengan metode ini tanaman buah naga akan tumbuh menjalar ke tiang panjat sehingga tanaman lidah buaya dapat tumbuh dengan kokoh.

Dalam melakukan pembuatan lubang sebaiknya setiap lubang memiliki lebar 60×60 cm dan kedalam 25 cm. Pastikan kembali bahwa lubang tidak berada terlalu jauh dari tiang panjat, kemudian anda bisa memberikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 kg.

Tujuan pemberian pupuk kandang kering adalah agar tanah yang akan digunakan sebagai media tanam buah naga benar benar subur sehingga tanaman ini dapat tumbuh lebih cepat.

Selain melakukan penambahan pupuk, anda juga perlu memberi kapur domolite dengan tujuan menstabilkan kadar keasaman tanah atau Ph. Setelah semua tahap itu selesai.

Anda perlu menutup kembali lubang dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1, lalu diamkan beberapa minggu agar media tanam benar benar siap ditanami buah naga nantinya. Baca Juga Panduan Cara Menanam Hidroponik Yang Baik dan Benar Untuk Pemula!

Proses Penanaman Buah Naga

Dalam melakukan proses penanaman buah naga, kami saran pada anda untuk memilih waktu dipagi atau sore hari. Kenapa? karena diwaktu tersebu cuaca tidak terlalu panas.

Sehingga bibit buah naga yang baru dipindahkan dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tahap awal yang perlu anda lakukan adalah mengambil bibit atau benih buah naga dari tempat semai.

Gali lubang tanam sedalam 10-20, sesuaikan dengan panjang bibit. Kemudian masukan bibit ke dalam lubang dan timbun kebali dengan tanah sambil dipadatkan. Kemudian ikat batang bibit buah naga tersebut pada tiang panjat menggunakan tali.

Tujuan dilakukan pengikatkan adalah agar tanaman dapat tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kuat agar tanaman memiliki ruang gerak dan tidak melukai bibit tanaman. Baca Juga Cara Menanam Lidah Buaya Menggunakan Polybag dan Bedengan!

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Buah Naga

Hal penting lainnya dalam cara menanam buah naga adalah proses pemeliharaan dan perawatan tanam, karena apa ? tanaman yang menerima pemeliharaan dan perawatan khusus tentu akan menghasilkan buah dengan kualitas terbaik berbeda dengan tanaman buah naga yang dibiarkan tumbuh begitu saja. Berikut beberapa pemeliharaan dan perawatan buah naga yang dapat anda lakukan yaitu :

Pemupukan Tanaman

Dalam proses pemeliharan dan perawatan buah naga hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan tanaman.

Jika diawal penanaman buah naga sangat memerlukan unsur nitrogen agar masa pertumbuhan batang lebih maksimal sedang pada masa pembentukan buah tanaman ini lebih membutuhkan unsur kalium dan fosfor.

Kami sangat menyarankan kepada anda untuk menggunakan pupuk jenis NPK namun tidak dengan urea, karena urea lebih cendurng merusak tanaman bukan menunjang pertumbuhan tanaman.

Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis sekitar 5-10 kg untuk setiap lubang tanaman.

Ketika tanaman sudah memasuki masa bunga dan buah, berikan tambahan pupuk NPK dan ZK dengan dosis 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pemeberian pupuk tambahan berupa pupuk cair, dan pupuk hayati diberikan untuk memaksimalkan hasil. Baca Juga Cara Budidaya Petai Step by Step

Penyiraman

Kebutuhan akan air dikurangi jika tanaman buah naga masuk masa pembentukan buah. Kebutuhan air akan terus bertambah diikuti dengan umur buah naga yang semakin tua, anda dapat melakukan penyiraman pada pagi dan sore hari saja. Proses penyiraman dapat menggunakan mesin siram atau dilaukan secara manual.

Namun jika menggunakan mesin biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak, maka dari kami lebih menyarankan untuk proses penyirman dilakukan secara manual.

Bila penyiraman dilakukan dengan gembor maka setiap lubang tanaman disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari ketika musim kemarau, atau menyesuaikan dengan kondisi tanah.

Jika tanaman sudah tampak berbuah dosis penyiraman dapat dikurangi atau bahkan dihentikan, karena dengan pengurangan dosis penyiraman dapat pula mengurangi pertumbuhan tunas baru. Namun jika tanah terlihat mongering sebaiknya lakukan penyirman kembali guna menjega kelembaban tanah tetap stabil. Baca Juga Panduan Cara Bercocok Tanam Melon Berkualitas

 Pemangkasan

Terdapat tiga jenis pemangkasan yakni pemakasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan untuk membentuk cabang, dan pemangkasan untuk pemeremajaan cabang yang sudah tidak produktif. Masing-masing pemangkasan memiliki fungsi masing-masing.

kenapa pemangkasan merupakan salah satu hal penting dari cara menanam buah naga karena agar tanaman memiliki batang utama yang kuat dan mampu menopang cabang dan buah.

Pilihlah batang yang paling kuat dan kokoh, dan potong tunas yang tumbuh di bawah batang ini. Setelah itu pemangkasan cabang dilakukan dengan memilih 3-4 cabang terbaik. Pemangkasan ini bertujuan agar kualitas dari buah yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

Jenis pemangkasan yang terakhir adalah pemangkasan dengan tujuan untuk meremajakan kembali cabang dari buah naga. Biasanya cabang yang sudah berbuah 3-4 kali sudah tidak terlalu produktif sehingga perlu diremajakan.

Bekas potongan cabang ini bisa digunakan menjadi bibit buah naga. Yang paling penting dalam proses pemangkasan adalah membuat bentuk tanaman ini menjadi lebih teratur. Hal ini karena buah naga merupakan tanaman yang tumbuh secara tidak teratur. Baca Juga Panduan Cara Bercocok Tanam Tomat Step by Step

Proses Panen

Tahap terakhir dalam cara menanam buah naga adalah panen, karena dalam proses ini anda akan merasakan hasil dari jerih payah yang sudah dilakukan. Jika anda sudah berhasil masuk ketahap ini berarti cara menanam buah naga yang kami sampaikan sukses dipraktekkan.

Tanaman yang memiliki umur produktif cukup lama, dapat berbuah setelah berumur 10 sampai 12 bulan. Selain itu anda juga dapat menikmati buahnya selama kurang lebih 20 tahun. Untuk satu tanaman biasanya menghasilkan sekitar 1 kg buah naga. Sedangkan dengan lahan seluas 1 hektar dengan jumlah tanaman 6400 akan menghasilkan 6-7 ton buah naga sekali panen.

Untuk satu tanaman biasanya menghasilkan sekitar 1 kg buah naga. Sedangkan dengan lahan seluas 1 hektar dengan jumlah tanaman 6400 akan menghasilkan 6-7 ton buah naga sekali panen. Budidaya buah naga bisa dikatakan sukses bila dalam satu tahun bisa menghasilkan 50 ton buah naga untuk setiap 1 hektar lahan yang digunakan.

dalam cara menanam buah naga terakhir ini kami akan memberikan ciri-ciri dari buah yang siap dipanen yaitu kulit buah mulai berwarna merah mengkilap dan jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah mulai menguncup sedangkan buah mulai membulat dengan berat 400-600 gram.

Cara Menanam Buah Naga Di Pot

cara menanam buah naga di pot
www.jatik.com

Selanjutnya kami juga akan menjelaskan Cara Menanam Buah Naga Di Pot, sebenarnya tahap tahap yang perlu anda lakukan hampir sama dengan penjelasan kami diatas hanya saja dibagian ini kita akan menggunakan pot sebagai wadah budidaya buah naga nantinya. Penasaran ? yuk langsung saja simak rangkuman SawonBudidaya dibawah ini!

Pemilihan Bibit atau Benih

Sebelumnya kami sudah membahas terdapat dua cara mengembang biakan tanaman buah naga yaitu dengan cara generatif dan vegetatif. Tapi disini kami lebih menyarankan pada anda untuk menggunakan teknik vegetatif kenapa? karena umumnya hasil dari budidaya buah naga nanti sangat berpengaruh pada kualitas bibit atau benihnya.

Maka dari itu penggunaan teknik vegetatif lebih memudahkan anda dalam melihat kualitas indukannya, jika indukan yang anda pilih menghasilkan buah naga berkualitas maka kemungkinan besar budidaya buah naga yang akan dilakukan juga menghasilkan buah naga berkualitas pula.

Lalu Bagaimana cara menggunakan teknik vegetatif? Penjelasan diatas adalah jawabnya. Pertama anda perlu memastikan dulu indukan buah naga yang akan dilakukan steak harus sudah mengalami pembuahan sebanyak 2 sampai 3 kali.

Tujuan dilakukan pengecekan ini agar anda dapat memastikan bahwa indukan tersebut memiliki kualitas baik serta menghasilkan buah naga secara produktif.

Kemudian langkah selanjutnya pengambilan batang buah naga yang akan dijadikan bibit penanaman, pastikan saat pemotongan tanaman batang bibit memiliki panjang minimal 8 cm, lalu batang yang akan diambil sebaiknya memiliki tekstur kokoh dan kuat.

Selain memperhatikan tekstur batangnya, anda juga perlu melakukan pengecekan warna kulit batang. Batang yang baik biasanya memiliki warna kulit hijau keabu abuan dengan diameter yang besar.

Dalam proses pemotongan bibit buah naga pastikan pisau atau parang yang digunakan dalam kondisi steril atau bersih. Hal ini bertujuan agar calon bibit buah naga benar benar dalam keadaan sehat, karena jika anda menggunakan pisau atau parang yang terkontaminasi virus atau bakteri kami jamin bibit tersebut akan membusuk.

Lakukan pemotongan pada batang buah naga yang sudah berumur paling tidak satu tahun, dengan ukuran batang 6 sampai 15 inci. Proses pemotongan dilakukan secara miring dengan kemiringan 45 derajart. Sebaiknya dalam melakukan penananam bibit atau benih buah naga dilakukan pada waktu pagi dan sore hari.

Proses Persiapan Pot

Karena dibagian ini kami menjelaskan cara menanam buah naga di pot, maka wadah atau tempat yang digunakan untuk budidaya buah naga adalah pot.

Disini kami akan memberikan pilihan dua jenis pot yang cocok digunakan sebagai wadah atau tempat budidaya buah naga, yang pasti pot tersebut harus memiliki diameter 40 sampai 50 senti meter dan tinggi 40 senti meter. Lalu apa saja jenis di pot tersebut? Berikut penjelasan kami!

Pot Plastik

Untuk jenis pot pertama adalah pot berbahan plastik, keunggulan dari pot ini tentu dari segi harga paling murah dibandingan dengan jenis pot lain. Namun kelemahan dari pot plastik tidak dapat tahan lama seperti jenis pot lainnya, biasanya pot pastik perlu diganti setelah berumur 3 sampai 4 tahun sehingga sedikit merepotkan.

Pot Keramik

Nah untuk jenis pot ini sangat rekomended karena menurut kami pot keramik sangat cocok digunakan sebagai wadah budidaya buah naga, dari segi umur pot ini mampu bertahan sangat lama tapi harga jualnya sangat mahal dibandingkan jenis pot lainnyaa.

Selain menggunakan pot tersebut anda dapat menggunakan wadah yang kira kira sudah tidak digunakan, seperti drum ataupun ember tentunya dapat lebih menghemat biaya.

Sebelum menggunakan bahan bahan bekar tersebut, anda harus membuat lubang dibagian bawahnya dengan fungsi sebagai tempat keluarnya air ketika masuk musim penghujan atau ketika disirim agar air tidak menggenangi tempat tersebut.

Pembuatan Tiang Panjat

Secara umum buah naga memiliki batang yang tidak kuat dalam menompang, maka dari itu diperlukan pemasangan tiang panjang untuk menompang tanaman buah naga agar dapat berdiri dengan kokoh.

Dalam pembuatan tiang panjang anda dapat menggunakan beberapa bahan, dari tiang panjang berbahan kayu ataupun berbahan semen. Kalau anda berniat menggunakan kayu tentu kelemahannya adalah tidak mampu bertahan lama karena kayu yang terkena hujan dan panas secara terus menerus akan lapuk.

Beda halnya dengan semen, jika anda menggunakan semen maka tiang panjang akan lebih tahan lama namun biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak. Bagaimana sudah ditentukan?

Jika sudah kita kembali pada pembuatan tiang panjang, seberapa tinggi sebaiknya pembuatan tiang panjang? Kami sarankan sebaiknya anda membuat tiang panjat dengan ketinggian 2 meter saja itu sudah lebih dari cukup.

Proses Pembuatan Media Tanam

Pada tahap selanjutnya dari cara menanam buah naga di pot adalah proses pembuatan media tanam, sebelum melakukan proses pembuatan media tanam terdapat beberapa bahan yang perlu anda siapakan yaitu :

  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk Kandang kering
  • Batu bata merah
  • Kapur dolomite 100 gram

Lalu bagaimana cara pengolahannya? Baiklah akan kami jelaskan. Pertama anda perlu melakukan pengecekan kadar keasaman tanah, jika kadar keasaman tanah terlalu rendah atau tinggi sebaiknya anda perlu melakukan proses pengapuran terlebih dahulu dengan cara mencampurkan kapur dolomite dengan tanah secara merata.

Kemudian diam 1 sampai 2 minggu agar tanah memiliki kadar keasaman stabil. Setelah itu anda lakukan pencampuran antara tanah, pupuk kandang kering dan batu bata merah dengan perbandingan 3:1:1, sebaiknya menggunakan cangkul agar hasil lebih rata.

Diamkan kembali selama semingguan. Selanjutnya adalah memasukana media tanam kedalam pot yang sudah disiapkan sebelumnya, sebelum memasukkan media tanam letak dulu tiang panjat yang sudah disiapkan kemudian masukan media tanam tersebut.

Proses Pemindahan Bibit atau Benih

Cara menanam buah naga selanjutnya adalah proses pemindahan bibit atau benih kedalam wadah budidaya yang sudah diisi oleh media tanam serta tiang panjat. Bagaimana cara memindahkannya? Pertama ambil bibit atau benih yang sudah anda siapkan, baik bibit yang dihasilkan secara generatif ataupun vegetatif. Lalu masukan kepot dengan kedalam 10 senti meter saja.

Kemudian ikat batang bibit ketiang panjat tersebut menggunakan tali yang kokoh, lalu lakukan penyiraman menggunakan air secukupnya. Terakhir simpan pot yang sudah diisi tanaman buah naga ketempat lebih sejuk selama 1 sampai 2 mingguna, setelah itu perkenalkan bibit tersebut dengan sinar matahari secara langsung dengan catatan dilakukan bertahap.

Proses Pemeliharaan dan Perawatan

Pemupukan Tanaman

Dalam proses pemeliharan dan perawatan buah naga hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan tanaman.

Jika diawal penanaman buah naga sangat memerlukan unsur nitrogen agar masa pertumbuhan batang lebih maksimal sedang pada masa pembentukan buah tanaman ini lebih membutuhkan unsur kalium dan fosfor.

Kami sangat menyarankan kepada anda untuk menggunakan pupuk jenis NPK namun tidak dengan urea, karena urea lebih cendurng merusak tanaman bukan menunjang pertumbuhan tanaman.

Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis sekitar 5-10 kg untuk setiap lubang tanaman.

Ketika tanaman sudah memasuki masa bunga dan buah, berikan tambahan pupuk NPK dan ZK dengan dosis 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pemeberian pupuk tambahan berupa pupuk cair, dan pupuk hayati diberikan untuk memaksimalkan hasil.

Penyiraman

Kebutuhan akan air dikurangi jika tanaman buah naga masuk masa pembentukan buah. Kebutuhan air akan terus bertambah diikuti dengan umur buah naga yang semakin tua, anda dapat melakukan penyiraman pada pagi dan sore hari saja. Proses penyiraman dapat menggunakan mesin siram atau dilaukan secara manual.

Namun jika menggunakan mesin biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak, maka dari kami lebih menyarankan untuk proses penyirman dilakukan secara manual.

Bila penyiraman dilakukan dengan gembor maka setiap lubang tanaman disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari ketika musim kemarau, atau menyesuaikan dengan kondisi tanah.

Jika tanaman sudah tampak berbuah dosis penyiraman dapat dikurangi atau bahkan dihentikan, karena dengan pengurangan dosis penyiraman dapat pula mengurangi pertumbuhan tunas baru. Namun jika tanah terlihat mongering sebaiknya lakukan penyirman kembali guna menjega kelembaban tanah tetap stabil

Pemangkasan

Terdapat tiga jenis pemangkasan yakni pemakasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan untuk membentuk cabang, dan pemangkasan untuk pemeremajaan cabang yang sudah tidak produktif. Masing-masing pemangkasan memiliki fungsi masing-masing.

kenapa pemangkasan merupakan salah satu hal penting dari cara menanam buah naga karena agar tanaman memiliki batang utama yang kuat dan mampu menopang cabang dan buah.

Pilihlah batang yang paling kuat dan kokoh, dan potong tunas yang tumbuh di bawah batang ini. Setelah itu pemangkasan cabang dilakukan dengan memilih 3-4 cabang terbaik. Pemangkasan ini bertujuan agar kualitas dari buah yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

Jenis pemangkasan yang terakhir adalah pemangkasan dengan tujuan untuk meremajakan kembali cabang dari buah naga. Biasanya cabang yang sudah berbuah 3-4 kali sudah tidak terlalu produktif sehingga perlu diremajakan.

Bekas potongan cabang ini bisa digunakan menjadi bibit buah naga. Yang paling penting dalam proses pemangkasan adalah membuat bentuk tanaman ini menjadi lebih teratur. Hal ini karena buah naga merupakan tanaman yang tumbuh secara tidak teratur.

Proses Panen

Tahap terakhir dalam cara menanam buah naga adalah panen, karena dalam proses ini anda akan merasakan hasil dari jerih payah yang sudah dilakukan. Jika anda sudah berhasil masuk ketahap ini berarti cara menanam buah naga yang kami sampaikan sukses dipraktekkan.

Tanaman yang memiliki umur produktif cukup lama, dapat berbuah setelah berumur 10 sampai 12 bulan. Selain itu anda juga dapat menikmati buahnya selama kurang lebih 20 tahun. Untuk satu tanaman biasanya menghasilkan sekitar 1 kg buah naga. Sedangkan dengan lahan seluas 1 hektar dengan jumlah tanaman 6400 akan menghasilkan 6-7 ton buah naga sekali panen.

Sekian informasi dari kami mengenai Cara Menanam Buah Naga Di Bedengan dan Di Pot, semoga sedikit pengetahuan dari kami dapat bermanfaat. Kami selaku penulis mengucapkan banya terima kasih atas perhatiannya. Baca Juga Panduan Cara Bercocok Tanam Gaharu Step by Step

Satu pemikiran pada “Cara Menanam Buah Naga Di Bedengan dan Di Pot Untuk Pemula!

Tinggalkan Balasan