Cara Menanam Sayuran Organik Step by Step

Cara Menanam Sayuran Organik

Cara Menanam Sayuran Organik – Jumpa lagi bersama kami SawonBudidaya, disini kami akan berbagi informasi mengenai budidaya sayuran organik. Kini sayuran organik tidak hanya bisa ditanam dilahan (kebun), dapat juga ditanam di dalam pot, polybag, atau wadah bekas lainnya. Karena tempatnya kecil dan lebih peraktis serta dapat diletakkan di lahan sempit, sayuran ini dapat dikomsumsi sendiri atau dijual. Menjual sayuran organik seperti ini dapat hanya sayuran saja atau tanaman beserta pot atau polybag. Sebelum memulai cara menanam sayuran organik , perlu kiranya kita mengetahui jenis tanaman yang dapat diusahakan secara organik maupun cara atau upaya meningkatkan kesuburan tanaman.

 

Cara Menanam Sayuran Organik

Berikut ini beberapa tahap yang perlu anda lakukan sebelum melakukan cara menanam sayuran organik diantaranya yaitu mengetahui jenis sayuran organik, mengetahui cara meningkatkan kesuburan tanaman,

A. Jenis Sayuran Organik

Pada umumnya semua tanaman dapat diusahakan secara organik karena pada mulanya tanaman tumbuh secara alami, tanpa tambahan (pemupukan) dari luar. Hanya saja, ada tanaman yang peka terhadap hama dan penyakit sehingga perlu pemeliharaan yang intensif. Selain itu, bila bertanam secara organik diarahkan untuk bisnis, pemilihan jenis tanaman harus mempertimbangkan jenis yang laku di pasaran, misalnya bawang merah, wortel, selada, cabai. dan tomat.

Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Kentang

B. Upaya Meningkatkan Kesuburan Tanaman

Kesuburan tanaman ditentukan oleh beberapa faktor seperti kesuburan tanah, iklim, hama dan penyakit, serta benih.

  1. Kesuburan tanah

Pengecekan keseburan tanah, merupakan salah satu tahap dari cara menanam sayuran organik dan dapat dilihat dari kondisi fisik, kimia maupun biologi tanah.

a. Faktor fisik

Tahap pertama dari cara menanam sayuran organik dilihat dari segi fisik, tanah yang subur dicirikan dengan keadaannya yang gembur. Untuk menggemburkannya, perlu dilakukan pembalikan tanah, baik dicangkul maupun dibajak. Pembalikan tanah akan memberikan dampak yang positif yaitu :

1) terjadi pertukaran udara (aerasi) di dalam tanah, gas racun akan menguap dan diganti dengan oksigen,

2) adanya oksigen menyebabkan jasad renik aerob dapat berkembang dengan baik sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya bakteri Rhizobium, Azotobacter, dan Nitrobacter,

3) air mudah meresap sehingga tanah tidak mudah tergenang dan kelembapan air tanah berkurang,

4) bibit penyakit, hama, dan gulma mati karena terkena sinar matahari atau terkena cangkul.

 

Selain pembalikan, tanah yang berat perlu diberi pupuk organik dan pasir agar gembur. Tanah yang gembur akan mudah ditanam, disiangi, dan dipupuk. Akar tanaman pun akan mudah menembus tanah dan menyerap unsur hara. Pada waktu musim kemarau, tanah bagian atas yang gembur dapat berfungsi sebagai mulsa sehingga dapat mengurangi penguapan air tanah.

b.Faktor Kimia

Tingkat Unsur kimia yang diperlukan tanaman agar cara menanam sayuran organik optimal. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda-beda. Kebutuhan unsur hara dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu dalam jumlah banvak (makrO), sedang (madya), dan sedikit (mikro).

1) Unsur hara makro (banyak): nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O).

2) Unsur hara madya (sedang): kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S).

3) Unsur hara mikro (sedikit): besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn),’mangan (Mn),-boron (B), molibdin (Mo), klor (Cl), kobalt (Co), dan silisium (Si).

Jumlah unsur hara di dalam tanah umumnya terbatas. Penambahan unsur hara dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik, misalnya pupuk kandang atau kompos.

Penyerapan unsur hara oleh tanaman tergantung dari derajat keasaman tanah (pH – power hidrogen). Untuk mengetahui atau mengukur pH tanah, dapat digunakan pH meter atau kertas pH.

Disini kami akan menjelaskan tingkat reaksitanah berdasarkan keasaman atau PH tanah yaitu Sangat asam < 4.5, Asam sekali 4,5-5,0 , Agak asam 5.1-5.5 Sedikit asam 5,6-6,0, Kurang asam 6,1-6,5,  Netral  6.6-7.5, Sedikit alkalis 7,6-8,0 Alkalis sekali  8,1-9,0 I dang Sangat alkalis > 9.1.

Sumber: DR. Ir. Kang Biauw Tjwan

 

b.Faktor Biologis (hayati)

Tahap selanjutnya dari cara menanam sayuran organik adalah mengecek faktor biologis atau hayati yang terkandung dalam media tanam atau tanah. Tanah pertanian yang baik dan produktif adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik dan jasad hidup (mikro dan makro organisme). Bahan organik mati akan dihancurkan oleh organisme hidup menjadi bahan organik yang halus dan dapat diserap oleh akar tanaman. Contoh bahan organik yang telah mati daun yang telah rontok, jerami, sekam, batang pisang, batang jagung, ampas tebu, molase, humus, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, limbah binatang, maupun air septic tank. Adapun jasad hidup dalam tanah misalnya bakteri, cendawan, ganggang, protozoa, amoeba, semut, rayap, uret, dan cacing.

Artikel Terkait Cara Budidaya Petai Step by Step

Mengapa tanah yang ditanami tanaman Leguminosae (kacangkacangan) pada umumnya menjadi subur? Penyebabnya adalah pada akar tanaman Leguminosae terdapat bintil yang penuh. dengan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium tersebut dapat menambat nitrogen dari udara menjadi protein. Bintil akar yang aktif kelihatan berwarna kemerahan (pink) karena adanya pigmen haemoglobin pada bakteri Rhizobium. Bagaimana caranya supaya tanah mangandung (ada) bakteri Rhizobium? Ada dua cara yang dapat dilakukan yaitu:

1) ditaburi tanah yang banyak bintil akarnya karena pernah ditanami Leguminosae,

2) ditaburi biji yang telah dicampur dengan bakteri Rhizobium mumi. Bakteri tersebut telah banyak dijual di toko pertanian dengan nama Legin, singkatan dari Leguminosae inokulum. Bakteri bintil akar ini dapat hidup bertahun-tahun dalam tanah walaupun tidak ada tanaman Leguminosae.

Agar dapat menambat nitrogen cukup banyak, bakteri Rhizobium memerlukan kapur, fosfat, kalium, dan molibdin. Bila tanah dipupuk dengan pupuk N, pertumbuhan tanaman akan baik, tetapi daya bakteri Rhizobium menambat nitrogen dari udara berkurang.

Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

 

  1. Iklim

Cara menanam sayuran organik selanjutnya adalah pengecekan iklim yang cocok untuk tanaman, Iklim merupakan keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah dalam jangka waktu yang lama, lebih kurang 3O tahun. Adapun cuaca adalah keadaan udara yang berhubungan dengan sinar matahari, temperatur, hujan, kelembapan udara, awan, dan kecepatan angin pada suatu tempat tertentu dalam jangka waktu terbatas. Cuaca setiap waktu dapat bembah. Faktor iklim mempakan faktor yang panting dalam menunjang pertumbuhan tanaman.

Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

a. Sinar matahari

Asupan inar matahari merupakan bagian terpenting dari cara menanam sayuran organik, karena sinar matahari diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis. Fotosintesis merupakan perubahan air dan karbondioksida menjadi zat gula (glukosa) dan oksigen dengan bantuan Sinar matahari serta berlangsung di zat hijau daun (klorofil). Glukosa dipergunakan untuk pertumbuhan tanaman, sedangkan oksigen dilepaskan ke udara. Tanpa Sinar matahari tanaman akan menjadi lemah, pucat, kerdil, dan akhirnya mati. Benih yang baru tumbuh bila keku-‘ rangan sinar matahari akan tumbuh memanjang, kurus, dan pucat.

Kebutuhan intensitas sinar matahari untuk setiap tanaman berlainan. Ada tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari, misalnya tanaman sayur yang menghasilkan bunga atau buah. Ada pula tanaman yang memerlukan cukup dan sedikit sinar matahari, contohnya tanaman sayur yang menghasilkan daun.

Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

b. Suhu (temperatur)

Bagian terpenting selanjutnya dari cara menanam sayuran organik adalah suhu atau temperatur, Setiap tanaman menghendaki suhu yang Deroeaa-oeaa untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang optimum. Misalnya kacang panjang, ubi kayu, dan jagung akan tumbuh baik di daerah bersuhu tinggi (panas); sedangkan kentang, wortel, buncis, kubis, dan sawi akan tumbuh baik di daerah dengan suhu rendah (dingin). Bila ditanam di daerah dengan suhu yang tidak ideal, produksi tanaman biasanya kurang optimal. Misalnya tanaman wortel yang ditanam di daerah panas akan menghasilkan umbi yang kecil-kecil.

Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Padi

c. Hujan

Bagian cara menanam sayuran organik berikutnya adalah hujan atau air, Kebutuhan air untuk setiap tanaman berbeda-beda. Ada tananian yang memerlukan banyak, cukup, atau sedikitair. Misalnya kangkung air, genjer, dan selada air memerlukan air yang banyak dan mengalir, tanaman tomat, terung, cabai, buncis, dan kubis memerlukan air yang cukup, tidak tergenang sedangkan tanaman kangkung darat, katu, dan ubi kayu hanya memerlukan sedikit air. Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Kopi Demi Membantu Proses Budidayanya!

d. Kelembaban

Bagian cara menanam sayuran organik berikutnya adalah kelembaban udara atau tanah guna untuk menunjang pertumbuhan, setiap tanaman memerlukan kelembaban yang berbeda-beda. Namun, umumnya tanaman sayur memerlukan kelembapan sekitar 80%. Bila kelembapan lebih dari 80%. tanaman akan mudah terserang penyakit.

Artikel Terkait Beberapa Syarat Tumbuh Tanaman Anggur Yang Tepat Bagi Pemula!

e. Angin

Bagian cara menanam sayuran organik berikutnya adalah angin dapat menunjang atau merusak berlangsungnya budidaya tanaman. Angin dapat membantu penyerbukan tanaman sehingga kelestarian tanaman terus ada. Keuntungan lainnya, bila banyak angin pada musim hujan, kelembaban akan berkurang sehingga penyakit pun berkurang. Kerugiannya antara lain angin juga dapat membantu penyebaran hama dan penyakit, adanya angin yang banyak pada musim kemarau dapat mempercepat menguapan sehingga tanaman mengalami kekeringan. Dengan melihat kondisi sepe‘rti itu, biasanya lahan untuk budi daya dipilih yang tidak terlalu banyak angin. Apabila terpaksa menanam di daerah yang banyak angin, upaya yang dapat dilakukan untuk menguranginya dengan menanam pohon pelindung. Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Jahe Merah Step by Step Bagi Pemula!

 

  1. Benih

Cara Menanam Sayuran Organik

Tahap selanjutnya dari cara menanam sayuran organik adalah pemilihan benih atau bibit, Benih juga menjadi faktor yang menentukan kesuburan tanaman. Walaupun faktor-faktor yang lain sudah memenuhi syarat untuk kesuburan tanaman, tetapi kalau benihnya kurang berkualitas, pertumbuhan dan produksi tanaman tidak dapat seperti yang diharapkan. Yang dimaksud benih yang baik yaitu benih dapat berkecambah normal, berasal dari buah yang telah cukup tua, daya kecambah minimal 80%, biji hams kering, bebas dan tahan hama serta penyakit, tidak tercemar bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia baik langsung maupun tidak lanqsung.

Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai Yang Tepat Dan Benar!

C. Pola Tanam

Cara menanam sayuran organik dapat dilakukan dengan sistem monokultur atau polikultur. Dari kedua sistem tersebut, polikultur paling banvak digunakan karena memiliki banyak kelebihan.

 

  1. Monokultur
Cara Menanam Sayuran Organik

Cara menanam sayuran organik pertama adalah monokultur, Monokultur adalah menanam satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Kelebihan sistem ini yaitu teknis bUdi _dayanya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu’ jenis. Di sisi lain, kelemahan sistem ini adalah tanaman relatif lebih mudah terserang hama maupun penyakit. Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Agar Berhasil Hingga Panen!

 

  1. Polikultur
Cara Menanam Sayuran Organik

Cara menanam sayuran organik kedua adalah polikultur, Polikultur adalah menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Dengan pemilihan tanaman yang tepat, sistem polikultur dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain sebagai berikut. Artikel Terkait Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Agar Dapat Memaksimalkan Hasil Budidayanya!

 

  • Mengurangi hama dan penyakit tanaman

Tanaman yang satu dapat mengurangi hama maupun penyakit tanaman‘lainnya. Misalnya, bawang daun dapat mengusir hama aphids dan ulat pada tanaman kubis karena mengeluarkan bau allicin. ‘

  • Menambah kesuburan tanah

Dengan menanam kacang-kacangan, kandungan unsur N dalam tanah akan bertambah karena adanya bakteri Rhizobium yang terdapat dalam bintil akar.

Dengan menanam tanaman yang mempunyai perakaran berbeda, misalnya tanaman berakar dangkal ditanam berdampingan dengan tanaman berakar dalam, tanah disekitarnya akan lebih gembur. .

  • Siklus hidup hama atau penyakit dapat terputus

Sistem polikultur yang dibarengi dengan rotasi tanaman dapat memutus siklus hidup hama dan penyakit tanaman.

 

  • Memperoleh hasil panen yang beragam

Penanaman lebih dari satu jenis tanaman akan menghasilkan panen yang beragam. Ini menquntunaan karena bila harga salah satu komoditas rendah, dapat ditutup oleh harga komoditas lainnya.

a. Macam macam polikultur

Cara menanam sayuran organik polikultur bermacam macam, berikut ini penjelasan dari macam-macam cara menanam sayuran organik polikultur yaitu :

  1. lumpang gilir (multiplecropping): menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama, selama satu tahun untuk memperoleh lebih dari satu hasil panenan.
  2. Tanaman pendamping (companionplanting): dalam satu bedeng ditanam lebih dari satu tanaman sebagai pedamping jenis tanaman lainnya. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam kebutuhan fisik dan unsur hara. Agar tujuan tercapai, biasanya pemilihan jenis tanaman sangat diperhatikan, misalnya tanaman yang perakarannya dalam dapat mengurangi kepadatan tanah dan menambah kesuburan tanah dengan tambahnya bahan organik sehingga berguna bagi tanaman pendamping yang perakarannya dangkal. Tanaman . kenikir sering dijadikan tanaman pendamping karena mempunyai akar yang mengeluarkan senyawa tiophen yang dapat mematikan nematoda.
  3. Tanaman campuran (mixedcropping): menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dan dalam waktu yang sama. Misalnya menanam tomat dan kubis dalam satu bedeng dapat mengurangi timbulnya ngengat tritip (Plutelamaculzpenmls) yang merusak kubis.
  4. Tumpang sari (infercropping dan interp/am‘ing): menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dan dalam waktu yang sama dengan barisan-barisan teratur.
  5. Penanaman lorong (alleycropping): menanam tanaman berusia pendek, misalnya wortel, selada, terung, di antara larikan tanaman yang dapat tumbuh cepat dan tinggi serta berumur panjang (tahunan). Tanaman tahunan yang biasanya ditanam yaitu turi, gamal, kaliandra, lamtoro, dan daun kupu-kupu. Keuntungan penanaman seperti ini akan meningkatkan nitrogen tanah, mengurangi gulma, mencegah erosi, meningkatkan penyerapan air tanah dan meningkatkan kelembaban tanah.
  6. Pergiliran tanaman (rotasi tanaman): menanam jenis tanaman yang tidak sefamili secara bergantian (bergilir). Tujuan cara ini untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit. Contohnya, kubis famili Cruciferae selada famili Compositae bawang merah famili Alliaceae wortel famili Umbelliferae terung famili Solanaceae kedelai famili Leguminosae jagung famili Graminae kangkung famili Convolvulaceae mentimun famili Cucurbitaceaeokra famili Malvaceae. .

b. Pedoman memilih jenis tanaman dalam sistem polukultur

Dalam sistem polikultur, pemilihan jenis tanaman menjadi sangat panting karena tanaman yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerugian, misalnya tanaman akan berebut unsur hara, adanya tanaman lain akan mendatangkan hama dan penyakit ham, maupun pertumbuhan tanaman saling terhambat.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam memilih jenis tanaman antara lain sebagai berikut.

1) Sosok tanaman dan kebutuhan sinar matahari

Tanaman akan hidup baik bila mendapat sinar matahari. Namun banyaknya sinar matahari untuk tiap tanaman berbeda. Umumnya, tanaman yang menghasilkan bunga atau buah membutuhkan sinar matahari penuh (tidak ternaungi), sedangkan tanaman yang menghasilkan daun masih dapat tumbuh dengan cahaya yang sedikit. Misalnya buncis merambat dan kapri membwtuhkan sinar yang banyak, sedangkan selada dan seledri masih dapat hidup di bawah naungan. Dengan demikian, selada atau seledri dapat ditanam di antara tanaman buncis merambat atau kapri.

 

2) Kebutuhan unsur hara

Berdasarkan kebutuhan unsur hara, tanaman sayuran dapat dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut.

a) Tanaman yang memerlukan unsur hara nitrogen lebih banyak, disebut heavyfeedem Misalnya kubis, selada, bayam, jagung, clan labu.

b) Tanaman yang memerlukan unsur hara nitrogen lebih sedikit daripada kalium, disebut lightfeeders. Yang tennasuk kelompok ini umumnya tanaman penghasil umbi seperti bawang merah, lobak, ubi kayu, wortel, dan ubi jalar.

c) Tanaman penghasil nitrogen atau tanaman yang dapat mangikat nitrogen dari udara dengan bantuan bakteri Rhizobium, disebut soilbuilders. Tanaman yang termasuk kelompok ini yaitu tanaman dalam keluarga Leguminosae, misalnya kacang tanah, kedelai, buncis, kacang hijau, dan kara.

Dengan menggabungkan ketiga kelompok tanaman tersebut, dapat diperoleh hasil yang tinggi karena antar-tanaman tidak terjadi perebutan unsur hara.

3) Sistem perakaran

Tahap terakhir dari cara menanam sayuran organik adalah pengakaran, Sistem perakaran setiap tanaman berbeda, ada yang calam, dangkal, melebar, rimbun, dan sebagainya. Sistem perakaran ini penting untuk menentukan jarak tanam dan memilih jenis tanaman. Tanaman yang dipilih sebaiknya yang mempunyai perakaran yang berbeda bila akan ditanam berdekatan. Misalnya wortel dan bawang merah, buncis dan selada, kedelai dan bawanQ merah, selada dan terung, seledri dan kubis, kubis dan daun bawang, cabai dan daun bawang.

Baiklah sekian informasi dari kami mengenai Cara Menanam Sayuran Organik, kami berharap artikel ini mampu membantu anda yang membutuhkannya dan kami sangat berharap kritik serta saran anda semua agar artikel ini menjadi lebih baik lagi terima kasih.

Artikel Terkait :

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*