Panduan Cara Ternak Lele yang Baik Dan Benar Step by Step

Cara Ternak Lele Yang Baik dan Benar – Welcome to SawonBudidaya the best and trusted blog, kali ini kami akan menjelaskan teknik cara ternak lele yang baik dan benar. Perkembangan teknik dan minat pada perternakan semakin tinggi, hal ini karena kebutuhan akan hasil ternak semakin baik.

Selain  itu banyak orang yang lebih memilih berternak karena keuntungan tinggi, peluang usaha semakin baik dan dapat menjamin penghasilan dalam waktu mendatangan. Dari berbagai jenis hewan yang dapat diternak, disini kami akan menjelaskan cara ternak lele yang baik dan benar.

lele sangat mudah dibudidayakan karena ikan jenis satu ini mampu bertahan hidup dan berkembang biak dikondisi lingkungan apapun, bahkan mampu hidup didalam air minim sekalipun. Untuk masalah pakan peternak tidak perlu khawatir, sebab biaya pembelian pakan lele cukup murah hal ini yang memberikan keuntungan tinggi dan sangat cocok untuk peternak awam.

Para peternak Indonesia melakukan dua cara untuk menghasilkan rupiah yaitu penjualan bibit lele berkualitas dan penjualan lele konsumsi, dari kedua cara tersebut memiliki dua tujuan yang sama yaitu menghasilkan uang dan memberikan kepuasan terhadap pelanggan.

 

Hal hal Penting Sebelum Memulai Ternak Lele

Dalam melakukan cara ternak lele yang baik dan benar dari SawonBudidaya, kami akan menjelaskan terlebih dulu mengenai beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan sebelum mempraktekkannya sendiri. Beberapa hal tersebut antara lain :

Bibit

Untuk masalah pembibitan kami sangat menyarankan kepada anda untuk menggunakan bibit lele Phyton karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan lele lainnya. Hal ini sudah dapat kami bukti dari sumber infoperternakan yang menjelaskan bahwa lele phyton telah mampu mengunggulin lele sangkuriang.

Lele phyton dihasilkan dari perkawinan silang antara ikan lele dumbo dan ikan lele Thailand. Sehingga penggunaan bibit phyton dapat benar-benar menguntungkan anda nanti karena memberikan kualitas terbaik.

Ciri-ciri bibit lele phyton yang baik dan siap untuk dibudidayakan adalah gerakan benih lele lincah atau gesit, memiliki warna kulit black serta terhindar dari penyakit dan bakteri yang beresiko merusak kualitas ikan lele nantinya.

Pemberian Pakan lele

Cara ternak lele yang baik dan benar selanjutnya adalah pemberian pakan, hal ini ditujukan agar ikan lele nantinya menghasil berat badan ideal serta daging yang banyak sehingga menarik minat konsumen.

Jumlah pemberian pakan lele yang baik dilakukan sebanyak tiga kali atau dua kali saja, anda juga perlu memperhatikan waktu pemberian pakan lele yang baik. Kita lele termaksud hewan kanibal yang mampu memakan ikan sejenisnya, maka dari itu sebaiknya pemberian pakan dilakukan pada waktu pagi, siang dan sore hari.

Sebagai mahluk hidup ikan lele juga dapat mengalami stress ntah itu diakibatkan oleh serang bakteri maupun virus, maka dari itu pemberian vitamin tambahan sangat perlu dilakukan guna menstabilkan kembali kondisi mental ikan lele.

Kolam

Bagi anda yang ingin menggunakan kolam ternak dari bahan terpal tidak jadi masalah, karena penggunaan terpal dapat meminimalisir pengeluar modal namun jika anda ingin menggunakan semen juga tidak jadi masalah. Namun harus tetap memiliki ukuran dan tinggi kolam yang sesuai sehingga budidaya lele anda dapat berjalan lancer.

Kolam semen ataupun terpal dengan ukuran 3 kali 4 meter mampu menampung benih atau bibit lele sebanyak 2400 sampai 4800 ekor setiap kolam, hindari penumpukan atau penaburan benih dalam jumlah yang banyak karena dapat beresiko menghambat pertumbuhan ikan lele nantinya.

Masalah ketinggian kolam ikan lele sebaiknya memiliki tinggi mencapa 1 sampai 11/2 meter karena kolam yang terlalu sering terkena sinar matahari dapat menghambat pertumbuhan benih nantinya.

Pemberian Kapur

Tujuan dilakukan pengapuran tentu menstabilkan kadar keasaman tanah atau ph karena dapat menunjang pertumuhan mikroorganisme yang merupakan makanan alami ikan lele.

Dengan melakukan pengapuran dapat meningkatkan masa pertumbuhan ikan lele nantinya dan menghindari pertumbuhan bakteri serta virus yang beresiko mengagalkan panen lele nantinya.

Artikel Terkait Panduan Cara Ternak Entok Yang Baik dan Benar Bagi Pemula!

 

Jenis jenis Ikan Lele di Indonesia

Sebelum kami menjelaskan tahap-tahap dari cara ternak lele yang baik dan benar, ada baiknya anda ketahui lebih mengenai jenis-jenis ikan lele di Indonesia agar budidaya yang anda lakukan dapat maksimal.

  1. Lele lokal

Untuk jenis yang pertama adalah ikan lele lokal, dari namanya saja anda sudah dapat mengetahui bahwa jenis ikan lele ini asli dari negara Indonesia. Ikan ini memiliki nama latin Clarias batrachus  dan dikenal pada tahun 1975, konsumen ikan ini sangat banyak hal ini karena dagingnya lezat serta gurih.

Masa pertumbuhan ikan ini cukup lambat, karena anda memerlukan waktu kurang lebih 1 tahun agar bisa menghasilkan ikan dengan berat mencapai 500 gram saja. Namun tetap saja jenis ikan lele satu ini sangat kami sarankan bagi anda yang ingin memulai bisnis pertenakan bahkan untuk pemula sekalipun.

 

  1. Lele dumbo

Cara ternak lele yang baik dan benar tentu tidak terlepas dari pemahan jenis jenis ikan lele, karena jika jenis ikan lele saja tidak paham bagaimana anda bisa melakukan budidaya yang baik dan benar. Ikan lele selanjutnya adalah dumbo atau ikan lele dumbo, ikan satu ini tidak asli dari negara Indonesia melainkan dari Taiwan.

Lele dumbo diperkanalkan diIndonesia pada tahun 1985 dan merupakan hasil dari perkawinan silang Clarias gariepinus dan Clarias fuscus. Ikan lele dumbo memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ikan lele lainnya yaitu masa pertumbuhan cepat sehingga volume panen lebih tinggi, lebih tahap terhadap serangan penyakit, tingkat konsumsi pakan tinggi.

Selain itu ikan lele dumbo memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, sebenarnya dengan melihat namanya saja anda sudah tahu. Dari segi rasa lele dumbo tidak kalah lezat karena memiliki tekstur dari lembuh serta gurih.

 

3. Lele Sangkuriang

Berkat perkembangan teknik budidaya ikan lele, kini telah hadir jenis ikan lele terbaru yaitu ikan lele sangkuriang yang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo, kegiatan ini dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

Perbaikan dilakukan karena terjadi masalah pada kualitas indukan ikan lele dumbo, alias perkawinan dengan kerabatnya sendiri. Perkawinan silang balik (crossback) pun dilakukan dengan cara mengawinkan induk lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6), yakni sediaan induk yang ada di BBPBAT Sukabumi.

 

4. Lele Phyton

Asal-usul lele phyton awalnya adalah banyaknya petani ikan di Pandeglang yang mengeluhkan adanya kematian massal pada benih lelenya. Ternyata, benih lele yang digunakan tidak cocok dengan iklim desa setempat yang dingin. Sekelompok petani pun bereksperimen untuk melakukan penyilangan antara indukan lele betina dari Thailand dengan induk jantan lele dumbo F6. Hasilnya, varietas lele baru yang tahan terhadap cuaca dingin sehingga SR (survival rate) lebih tinggi, mencapai 90%.

Lele phyton memiliki kepala mirip kepala ular phyton, memiliki sungut dan ukuran tubuh lebih panjang, dan ekornya lebih bulat.

 

5. Lele Masamo

Lele masamo dikembangkan oleh salah satu pabrikan pakan di Mojokerto, Jawa Timur. Disebutkan dari pengembangnya, lele ini adalah hasil gabungan genetik 7 strain lele yang berasal dari berbagai negara. Hasilnya, lele masamo memiliki beberapa keunggulan seperti pertumbuhan yang cepat, lebih tahan terhadap penyakit, dan yang paling mencolok adalah rakus dan agresif soal makan tapi memiliki efisiensi pakan tinggi.

Ciri-ciri lele masamo antara lain kepalanya lonjong seperti sepatu pantofel, adanya pola seperti tahi lalat di sekujur tubuhnya, dan memiliki tonjolan di tengkuk kepala. Lele masamo sempat menjadi rebutan dengan harga calon indukan yang 2-4 kali lebih mahal dibanding lele jenis lain.

6. Lele Mutiara

Lele mutiara banyak diperbincangkan akhir-akhir ini karena kualitasnya yang unggul dari jenis-jenis lele sebelumnya. Dikembangkan oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat, lele mutiara adalah hasil seleksi dari persilangan antara lele dumbo lokal, lele mesir, lele phyton, dan lele sangkuriang. Dilansir dari laman web BPPI Subang, keunggulan lele mutiara ini antara lain:

  • Laju pertumbuhan 10-40% lebih tinggi daripada benih lele lain.
  • Lama pemeliharaan singkat: lama pembesaran benih tebar berukuran 5-7 cm atau 7-9 cm dengan padat tebar 100 ekor/m2 berkisar 40-50 hari, sedangkan pada padat tebar 200-300 ekor/m2 berkisar 60-80 hari.
  • Rasio konversi pakan (FCR = Feed Conversion Ratio) relatif rendah: 0,6-0,8 pada pendederan dan 0,8-1,0 pada pembesaran.
  • Daya tahan terhadap penyakit relatif tinggi: sintasan (SR = Survival Rate) pendederan benih berkisar 60-70% pada infeksi bakteri Aeromonas hydrophila (tanpa antibiotik).
  • Toleransi lingkungan relatif tinggi: suhu 15-35oC, pH 5-10, amoniak <3 mg/L, nitrit < 0,3 mg/L, salinitas 0-10%.

 

Cara Ternak Lele Yang Baik dan Benar

Lele merupakan ikan yang cukup mudah dibudidayakan, namun bagi anda yang masih pemula tentu masih bingung bagaimana tahap-tahao cara ternak lele yang baik dan benar.

Cara Ternak Lele Yang Baik Dan Benar

Itu sangat diperlukan karena takutnya anda akan mengelami kerugiaan saat proses panen nanti, biasanya masalah yang sering dihadapi oleh peternak pemula atau awam adalah tingkat kematian pada benih lele tinggi sehingga panen hanya sedikit dan anda rugi. Disini kami akan menjelaskan tahap-tahap cara ternak lele yag baik dan benar yaitu :

 

1.Persiapan lahan atau kolam ikan lele

Untuk tahap pertama dari cara ternak lele yang baik dan benar adalah persiapan lahan atau kolam ikan lele, sebelum melakukan persiapan lahan hal penting yang perlu anda perhatikan adalah kondisi lingkungan kolam, tingkat SDM yang tinggi, modal tersedia. Setelah beberapa hal tersebut anda penuhi, baru anda dapat memastikan bentuk atau kolam seperti apa yang cocok disiapkan tentu saja sesuai dengan jumlah modal nantinya.

Cara ternak lele yang baik dan benar tidak terlepas dari seberapa banyak atau volume ikan yang akan anda budidayakan, karena jika ternak lele hanya dalam jumlah kecil sebaiknya menggunakan terpal saja guna meminimalisir pengeluaran uang nantinya.

Berbeda halnya bagi anda yang memiliki modal lebih dan budidaya lele lebih besar dapat menggunakan lahan kosong,namun tetap pastikan kondisi lingkungan atau tanah memiliki nutrisi yang baik agar masa pertumbuhan ikan lele optimal.

Bagi anda yang ingin mengggunakan lahan kosong atau terpal memiliki ukuran atau luas kolam yang sama, berikut ini adalah ukuran kolam yang baik untuk budidaya lele anda nantinya. Kolam yang baik berukuran 2x4m, 3x4m atau 3x5m semua ukuran ini dapat disesuaikan kembali dengan jumlah atau volume benih yang anda dibudidayakan.

 

2. Pengeringan dan pengolahan tanah

Salah satu tahap terpenting dar cara ternak lele yang baik dan benar adalah pengolahan lahan atau pengeringan, ditahap ini hanya berlaku pada anda yang memilih lahan kosong sebagai tempat beternak. Kenapa hal ini perlu dilakukan ? sebab anda tidak mengetahui kondisi tanah awalnya dan bekas apa tanah tersebut maka dari sangat diperlukan prosee pengeringan dan pengolahan lahan dengan tujuan membasm mikroorganisme negatif yang sering membawa penyakit dan mengganggu masa pertumbuhan ikan lele nantinya.

Didalam proses pengeringan atau pengolahan lahan akan memakan waktu kurang lebih satu minggu, namun tergantung lagi tingkat frekuensi sinar matahari yang diperoleh. Tanda-tanda tanah yang selesai dikeringkan adalah tekstur permukaan tanah retak-retak, setelah itu dapat dapat melakukan proses selanjutnya yaitu pembajakan atau pencangkulan tanah dibagian dasar tanah berbeda halnya dengan bagian samping karena anda akan mempadatkan tekstur tanah agar saat proses pengisian air dinding tidak longsor atau roboh.

 

3.Pengapuran dan pemupukan kolam

Didalam teknik pertanian pengapuran bertujuan mengatur kadar keasamaan atau ph tanah, sama halnya dengan dunia perternakan. Cara ternak lele yang baik dan benar selanjutnya adalah pengapuran dan pemupukan kolam, proses ini dapat anda lakukan setelah tahap diatas selesai atau tanah sudah kering.

kenapa kami sangat menyarankan pada anda untuk melakukan pengapuran karena dapat mengatur kadar keasaman tanah dan membunuh mikroorganisme yang beresiko merugikan sehingga hal ini menjadikan salah satu bagian terpenting dari cara ternak lele yang baik dan benar.

Contohnya menghambat masa pertumbuhan ikan lele nantinya,kapur yang dapat anda gunakan antara lain kapur tohor atau kapur domit dilakukan secara merata didasar kolam. Untuk menghasilkan pengapuran yang maksimal anda dapat membajak kembali tanah, untuk masalah jumlah atau dosis kapur biasanya mencapai 250 sampai 500 gram namun semua tergantung bagaimana lagi kondisi PH tanah yang anda pilih.

Begitu proses pengapuran selesai tahap selanjutnya yang akan anda lakukan adalah pemupukan, kegiatan ini dilakukan agar tanah memiliki nutrisi yang cukup sehingga ikan lele dapat tumbuh lebih maksimal. Selain itu kegiatan pemupukan dilakukan agar tanah menghasilkan mikroorganisme yang baik dan memberi asupan makan kepada cacing yang merupakan faktor terpenting dari proses penyuburan tanah.

Jika tanah subur maka proses budidya lele yang akan anda lakukan, tentu menjadi nilai plus kepada anda sendiri dan ikan lele memperoleh semua kebutuh agar pertumbuhan terjadi secara maksimal. Selain cacing terdapat bakteri yang baik guna membersihkan kotoran sisa pakan lele yang dapat beresiko menjadi penyakit. Anda dapat menggunakan jenis pupuk urea atau TSP dengan takaran atau dosis mencapai 250 sampai 500 gram per meter persegi. Namun jika anda ingin menggunakan pupuk organik juga tidak masalah.

 

4.Mempersiapkan sumber daya air kolam

Cara ternak lele yang baik dan benar selanjutnya adalah mempersiapkan sumber daya air kolam, didalam tahap ini anda akan menyiapkan seberapa tinggi air kolam yang baik. Untuk ketinggia air kolam sebaiknya mencapai 100 sampai 500 cm, namun hindari mengisian mencapai 150 jika bisa 1/3nya saja. kegiatan ini dilakukan agar biofik didasar tanah dapat berkembang biak secara maksimal teruma fitoplankton yang merupakan sumber makanan alami ikan lele.

Setelah proses pengisian air selesai, biarkan kolam selama kurang lebih seminggu. Untuk lebih pastinya biarkan kolam berubah warna kehijauan yang merupukan tanda bahwa pertumbuhan fitoplankton selesai. Sehingga persediaan pakan alami benih ikan lele ada dan dapat menunjang masa pertumbuhan benih secara maksimal.

 

5.Pemilihan benih ikan lele

Cara ternak lele yang baik dan benar selanjutnya adalah pemilihan benih atau bibit, dalam tahap kali kami sangat menyarankan kepada anda untuk menggunakan benih atau bibit ikan lele dengan kualitas terbaik. Anda dapat membeli benih atau bibit dari peternak ikan lele yang sudah memiliki kepercayaan atau terjamin kualitas benihnya.

Penggunaan benih atau bibit ikan lele berkualitas tinggi akan mempengaruh masa pertumbuhan lebih cepat dan proses perawatan lele cukup mudah. Benih atau bibit ikan lele yang berkualitas memiliki ciri-ciri masa pertumbuhan seragam, tidak terserang hama atau penyakit seperti bakteri. Selain itu penggunaan benih atau bibit lele berkualitas dapat menunjang harga jual lebih tinggi dan mampu bersainga dengan peternak ikan lele lainnya.

Selain ciri fisik anda memastikan bahwa benih ikan lele berkualitas atau tidaknya dengan memperhatikan cara berenang ikan tersebut, biasanya benih lele yang baik akan berenang dengam gesit atau cepat serta memiliki kulit yang licin. Jika anda berniat melakukan budidaya lele dalam jumlah besar sebaiknya hindari membeli bibit atau benih dengan ukuran kecil sebab akan sangat sulit membedakan mana benih yang berkualitas baik dengan benih berkualitas buruk. Sebaiknya anda membeli benih atau bibit lele dengan ukuran kurang lebih 5 sampai 7 cm karena ukuran tersebut anda hanya butuh waktu 3 bulan serta perawatan yang benar dapat menghasilkan ikan lele siap konsumsi.

Dalam cara ternak lele yang baik dan benar berikutnya adalah tahap adaptasi benih lele, anda dapat memasukkan benih atau bibit kedalam wadah selama kurang lebih 30 menit setelah itu miringkan wadah kearah kolam agar lele dapat keluar masuk kolam supaya benih dapat lebih mudah beradaptasi dengan kolam barunya. Selain itu anda juga dapat memberikan larutan KM5N04 kedalam air budidaya lele agar air lebih bersih dan terhindar dari penyakit serta hama yang beresiko mematikan benih lele nantinya.

cara ternak lele yang baik dan benar dari SawonBudidaya akan menjelaskan masalah jumlah atau seberapa banyak benih ikan lele dalam satu kolam, sebaiknya lele ditaburkan kedalam kolam sebanyak 200 sampai 400 meter persegi. Hal yang perlu anda perhatikan adalah tingkat kualitas air kolam karena semakin baik kualitas air kolam maka jumlah benih atau bibit lele akan semakin banyak ditampung. Masalah selanjutnya dalam cara ternak lele yang baik dan benar adalah tingkat atau volume air, sebaiknya volume air tidak mencapai 40 cm tujuannya agar benih atau bibit dapat lebih mudah menggapai permukaan kolam dan memudahkan mengkonsumsi makanan serta menghirup udara. Untuk masalah waktu penebaran benih atau bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, karena pada waktu tesebut kondisi suhu air masih sangat stabil sebab tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

6.Persiapan pakan lele

Cara ternak lele yang baik dan benar berikutnya adalah persiapan pakan, dalam tahap kali ini kami akan menjelaskn volume atau tingkat kebutuhan pakan lele tentunya dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan benih nantinya. Setiap benih atau ikan lele membutuhkan asupan pakan mencapai 3 sampai 6 % dari berat badannya, contonya seperti ini benih lele dengan berat badan mencapai 50 gram akan membutuhkan asupan pakan mencapai 2,5 gram atau lima persen dari berat badannya.

Cara Ternak Lele Yang Baik Dan Benar

Pemberian pakan ikan lele harus benar-benar diperhatikan serata terjadwal, karena ikan satu ini termaksud kanibal yang mampu memakan ikan lainnya jika lapar atau pemberian pakan terlambat. Sebaiknya pemberian pakan dilakukan sebanyak 4 sampai 5 kali sehari dan kita ketahui bahwa ikan lele termaksud hewan yang aktif pada malam hari sehingga pemberian makan waktu sore serta malam bisa diberikan dalam jumlah lebih banyak dari pagi ataupun siang harinya.

Hal penting lainnya dari cara ternak lele yang baik dan benar adalah tingkat nutrisi yang terkandung didalam pakan lele, karena sebaiknya lele diberi asupan makan dengan nutrisi seperti 30% protein hewani, 15% lemak, 20% karbohidrat dan mengandung vitamin serta mineral. Dalam pembelian pakan lele anda harus benar-benar pintar dalam memilih brand atau merk sebab tidak semua jenis pakan lele yang dijual dipasar masuk stadar baik maka dari itu lakukan pemilihan pakan dengan cermat dan teliti. Lalu hindari pembelian pakan lele yang sudah tidak layak dikonsumsi atau kadarluwarsa. Namun jika benih atau bibit lele masih sangat kecil dan belum siap diberikan pelet anda dapat menggunakan alternativ pakan lainnya seperti fioplanton, kutu air, cacing mini serta jentik-jentik nyamuk.

Selain itu kami Cuma menyarankan penggunaan pakan lain ini, jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan harga pakan pasar terlalu tinggi sehingga dapat menggunakan alternativ satu ini karena lebih menghemat biaya pengeluaran nantinya. Pakan alternativ yang dapat anda gunakan selain diatas adalah ampas tahu, keong mas dan limbah ayam. Meskipun terlihat tidak menarik dan biasa-biasanya pakan alternativ ini tidak kalah dalam memberikan nutrisi terhadap pertumbuhan ikan lele.

 

7.Perawatan dan pengolahan air kolam

Cara ternak lele yang baik dan benar selanjutnya adalah perawatan dan pengolahan air kolam, karena ditahap ini termaksud dalam pemeliharaan benih ikan lele agar tumbuh secara maksimal atau siap konsumsi. Cara perawatan dan pengolahan air kolam dalam dilakukan setiap hari dengan mudah, karena andahanya perlu melakukan pembersihan sisa-sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh lele sebelumnya. Selain itu lakukan pengurangan volume air dengan cara membuang sepertiga air dibagian bawah atau endapan karena bibit penyakit dapat lebih mudah berkembang dibagaian bawah air dibandingkan permukaan air dan lakukan pembersihan lumbur yang sudah berbau busuk karena dapat meningkatkan resiko kegagalan panen nantinya.

Cara Ternak lele yang baik dan benar dari SawonBudidaya akan membahas masalah pergantiaan air atau seberapa sering pergantian air sebaiknya dilakukan, sebaiknya pergantian air dipengaruhi seberapa banyak pemberian pakan yang anda berikan karena jika semakin sering pemberian pakan maka sebaiknya pergantian air akan lebih sering dilakukan.

 

8.Pengendalian Hama Penyakit Ikan Lele

Cara ternak lele yang baik dan benar adalah pengendalian hama penyakit, didalam dunia perternakan ikan lele terdapat 2 hama yang sering menyerang ternak lele nantinya yaitu predator dan Mikroorganisme. Hama yang masuk dalam kategori predator adalah hewan yang berawal dari luar kolam seperti Linsang, Ular Sawah, Musang air, Burung dan sero dan untuk hama yang masuk dalam kategori Mikroorganisme adalah Protozoa, Virus dan Bakteri.

Hama pengganggu diatas dapat ditangani dengan mudah namun dengan cara yang berbeda-beda, untuk hama penggaggu predator anda dapat memasanga jaring atau memasang pagar keliling full pada kolam sedangkan untuk hama Mikroorganisme dapat dicegah dengan merawat air kolam seperti diatas dengan teratur dan memperhatikan suhu air tetap ideal. Tingkat suhu yang ideal untuk budidaya lele mencapai 28 derajat celcius karena dapat mencegah pertumbuhan bakteri serta virus yang sering menyerang ikan lele karena jika dibiarkan dapat beresiko mematikan ikan lele nantinya.

9.Masa Panen Ikan Lele

Cara ternak lele yang baik dan benar terakhir adalah masa panen, tahap ini merupakan bagian terpenting dan bagian yang sangat dinanti-nantikan semua perternak karena anda dapat merasakan hasil jerih payah selama kurang lebih 3 bulan dari awal proses ternak hingga panen ini.

Ikan lele yang siap dipanen atau dijual biasanya berumur kurang lebih 3, semua tergantung pada pemberian pakan dan perawatan ikan lele yang sudah anda laukan. Sebelum melakukan panen sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan terlalu banyak, agar saat proses panen lele tidak terlalu banyak mengeluarkan kontoran dan dapat menurunkan berat badannya nanti begitu hendak dijual. Saran kami kurangi pemberian pakan begitu lele masuk 2 minggu mau panen, karena dengan begitu dapat mengurangi penyusutan berat badan. Bobot lele dapat menyusut sebanyak 3 sampai 5 persen dari berat badan aslinya. Anda dapat melakukan dengan cara menguras atau mengeringkan air sehingga lele dapat dengan mudah ditangkap dan dipindahkan kedalam ember panen.

Ukuran lele yang ideal dipanen jika masuk dalam jumlah 9 sampai 12 ekor perkilo itu termaksud dalam ikan lele siapk konsumsi namun bagi anda yang berniat melakukan budidaya lele dengan tujuan dikirim keluarga negeri biasanya memiliki berat badan mencapai 500 gram per ekornya. Dalam proses panen sebaiknya dilakukan dengan teleti dan penggabungkan ikan lele dengan ukuran serta berat badan yang sama didalam wadah. Hal itu dapat mempengaruhi harga jual nantinya, karena setiap konsumen memiliki kebutuhan ikan lele yang berbeda baik dari ukuran maupun berat badannya.

Sekian informasi dari kami mengenai Cara Ternak Lele Yang Baik Dan Benar, semoga artikel dapat benar-benar bermanfaat bagi anda yang membutuhkan terima kasih!

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*