Panduan Cara Menanam Hidroponik Yang Baik dan Benar Untuk Pemula!

Cara Menanam Hidroponik

Cara Menanam Hidroponikwelcome to SawonBudidaya the best and trusted blog, kali kami akan membahas salah satu teknik penanaman yang cukup popular yaitu Hidroponik. Teknik ini sering digunakan para petani modern karena lebih ramah lingkungan dan tidak memerlukan tanah sebagai media pertumbuhan baik sayuran serta buah-buahan.

 

Selain itu hidroponik juga menghasilkan tanaman dengan kualitas terbaik, hal ini dikarena kan pemberian nutrisi dapat dilakukan secara optimal sehingga proses fotosintesis atau pemasakan makanan pada setiap tanaman dapat berjalan secara maksimal.

 

Cara Menanam Hidroponik dapat dilakukan pada berbagai jenis tumbuhan, kali kami akan menjelaskan beberapa tumbuhan yang dapat ditanam menggunakan teknik hidroponik yaitu :

 

  1. Tanaman Sayuran Daun

 

Teknik hidroponik sangat cocok digunakan untuk budidaya tanaman sayuran daun, hal ini karena tanaman ini sangat mudah ditanam, perawatan tanaman mudah dan masa pertumbuhan cepat. Kenapa para petani lebih memilih sayuran daun untuk masuk dalam teknik hidroponik ? karena tanaman ini cukup popular dikalangan masyarakat, baik kalangan atas maupun kalangan bawah dan nilai jualnya cukup murah.

 

Berikut ini beberapa tanaman sayuran daun yang dapat ditanam menggunakan teknik hidroponik yaitu selada, kangkung, sawi, bayam, brokoli dan kalian. Semua jenis sayuran tadi sangat baik ditanam menggunakan teknik hidroponik, teknik ini dapat meningkatkan kualitas dari sayuran itu sendiri.

 

  1. Tanaman sayuran buah

 

Teknik hidroponik tenyata juga dapat digunakan pada tanaman sayuran berbuah, namun berbeda dengan sayuran daun sebelumnya. Tanaman sayuran buah lebih membutuhkan perawatan khusus dan masa pertumbuhan lebih lama, karena masa pertumbuhan yang lama mengakibatkan beberapa masalah. Kita ketahui tanaman yang berumur panjang akan sering menimbulkan masalah, baik secara internal maupun eksternal, masalah internalnya terletak pada kualitas bibit atau benih sayuran buah itu sendiri dan masalah eksternalnya adalah pemberian dosis nutrisi yang tepat serta penanggulangan hama penyakit.

 

Sebaiknya dalam melakukan budidaya sayuran buah hidroponik dilakukan secara hati-hati, untuk menjaga kualitas buah nantinya. Penggunaan bibit atau benih juga perlu perhatian khusus, hal ini karena bibit atau benih yang tidak memiliki kualitas unggulan tentu akan menghasilkan sayuran buah berkualitas unggulan pula begitu sebaliknya.

 

Selain itu pemberian nutrisi juga perlu dilakukan secara tepat, karena masa pertumbuhan dan masa pembentukan buah memerlukan dosis nutrisi yang berbeda, untuk masalah penanggulangan hama dan penyakit anda dapat melakukan perawatan secara manual contohnya tanam tidak tumbuh maksimal atau kerdil, hal ini disebabkan karena tanaman diserang oleh kutu dn cara mengatasinya dapat membuang kutu itu sendiri serta semprot menggunakanmalathion pada batang tanaman. Jenis-jenis tanaman sayuran buah yang dapat ditanam menggunakan teknik hidroponik yaitu cabai, tomat, paprika, terong, gambang dan pare.

 

  1. Tanaman buah semusim

 

Teknik hidroponik juga cocok digunakan pada tanaman buah semusim seperti semangka dan timun, namun tahukah anda apa perbedaan dari sayuran buah dan buah semusim. Hal itu dapat dilihat dari masa pertumbuhan tanaman itu, buah semusim memiliki masa pertumbuhan lebih cepat dibandingan sayuran berbuah tetapi perawatan tanamannya lebih ekstra.

 

Buah semusim membutuhkan perawatan lebih ekstra karena jenis dari tanaman ini merambat, oleh karena itu diperlukan pemasangan ajir atau tiang penyangga yang berguna untuk mengontrol pertumbuhan batang lebih efisien.

 

Dari segi pemberian nutrisi tidak jauh berbeda dengan sayuran buah, karena pada masa pertumbuhan tanaman memerlukan nutrisi lebih sedikit dibandingkan pada tanaman yang masuk masa pembentukan buah.

 

Setelah kami menjelaskan jenis-jenis tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik dan kendala yang akan anda hadapi, SawonBudidaya juga akan menjelaskan jenis-jenis teknik hidroponik.

 

Namun sebelum itu kami tekan kan kembali bahwa artikel ini menjelaskan cara menanam hidroponik, tapi ada baiknya sebelum masuk ketahap berikutnya anda perhatikan terlebih dahulu apa itu hidroponik, jenis-jenis tanaman yang dapat dibudidaya menggunakan teknik hidroponik dan jenis-jenis teknik hidroponik.

Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Buah Naga Bagi Pemula!

 

Jenis jenis teknik hidroponik

 

Meskipun hindroponik memiliki arti budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam, tetap saja terdapat beberapa jenis dari teknik hidroponik seperti hidroponik kultur agregat, hidroponik kultur air dan hidroponik nutrient film technique yang akan kami jelaskan dibawah ini.

 

  1. hidroponik kultur agregat

pada teknik hidroponik yang pertama adalah kultur agregat, teknik menggunakan krikil, pasir, sekam dan pecahan genteng sebagai penahan atau drainase di tempat budidaya hidroponik.

 

  1. hidroponik kultur air

 

untuk teknik hidroponik selanjutnya adalah kultur air, disini anda akan menyiap larutan nutrisi dan diletakkan pada bagian bawah sehingga akar dapat menyerap semuanya. Hal ini dapat meningkatkan kualitas dari tanaman itu sendiri serta semua kebutuhan untuk membuat makanan dapat tercukupi secara optimal.

 

  1. hidroponik nutrient film technique

 

selanjutnya adalah penggunaan teknik hidroponik nutrient film technique, pada teknik ini anda akan membuat sebuah lubang atau selokan. Pada teknik ini lubang tidak perlu memiliki lebar yang luas namun memiliki ukuran yang panjang, karena teknik ini akan menggunakan system pengaliran.

 

Selain itu buat alas pada tempat budidaya hidroponik menggunakan seng atau film yang tipis, dibagian bawah tersebut akan diberi larutan nutrisi guna memberi asupan pada tanaman agar menerima unsur hara yang cukup.

 

 

Nah hal-hal penting diatas anda pahami, kami disini akan menjelaskan kembali topik utama dari artikel ini yaitu cara menanam hidroponik. Pastikan dulu teknik mana yang akan anda gunakan dalam budidaya tanaman hidroponik, semua ditangan anda disini kami akan menjelaskan tahap tahap cara menanam hidroponik secara detail dari awal hingga akhir proses.

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Hidroponik

 

Namun tahukah anda cara menanam hidroponik tentu  memiliki keunggulan dan kekurangan dari teknik budidaya tanaman lainnya atau teknik budidaya tanpa hidroponik. Jika anda merasa keunggulan dan kekurang teknik hidroponik tidak diperlukan, anda dapat melewati tahap ini tapi saran dari lebih baik perhatikan sedikit agar lebih maksimal dalam mempraktekkan cara menanam hidroponik nantinya.

 

Kelebihan :

 

  1. Teknik hidroponik tidak memerlukan tanah sebagai media penanaman, oleh karena itu lingkungan atau kondisi tanah dapat lebih terjaga dan yang pasti lebih ramah lingkungan.
  2. Untuk masa pertumbuhan tanaman, teknik hidroponik memiliki keunggulan karena masa pertumbuhan tanam lebih cepat disbanding dengan teknik budidaya lainnya. Hal ini karena nutrisi yang diberi berbentuk cairan sehingga tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang anda beri.
  3. Jumlah air yang dibutuh lebih sedikit karena anda tidak perlu lagi melakukan penyiraman pada pagi dan sore hari, hal ini karena teknik hidroponik menggunakan air sebagai media tanam.
  4. Jumlah tenaga kerja yang dibutuh sedikit meskipun jumlah tanaman yang ditanam sangat banyak, karena teknik hidroponik sudah memiliki cara tersendiri dalam proses perawatan dan pemeliharaan tanaman.
  5. Dalam proses panen akan lebih mudah dan efesien, hal ini karena tanaman disusun secara sistematis dan luas tempat budidaya tidak terlalu lebar, sehingga waktu yang dibutuhkan lebih maksimal.
  6. Untuk jaminan kebersihan, tanaman yang menggunakan teknik hidroponik lebih terjamin kebersihannya dan lebih terjamin kualitasnya dibandingkan tanaman yang dihasilkan dari teknik non hidroponik.

 

Kekurangan :

 

  1. Dari segi modal teknik hidroponik memerlukan biaya yang cukup tinggi, namun jika planning budidaya yang akan anda lakukan dalam jumlah besar karena pembelian peralatan yang cukup menguras isi dompet.
  2. Dalam ketersediaan peralatan masih sulit ditemukan, bukan hanya karena harganya yang cukup mahal namun karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik satu ini mengakibatkan ketersediaan peralatan sulit didapat.
  3. Meskipun teknik hidroponik terlihat mudah namun tetap saja terdapat kendalan yang sering dihadapi oleh pemula, karena pada teknik ini perhatiaan ekstra akan anda lakukan dalam pemberian nutrisi pada masa pertumbuhan tanaman dan tingkat keasaman air atau PH.
  4. Karena ketersedia peralatan yang minim, mengakibatkan anda harus lebih kreatif dalam membuat peralatan yang dibutuhkan dalam budidaya hidroponik. Oleh karena bagi anda yang memiliki otak kreatif dan inovasi, teknik ini sangat cocok bagi anda.

 

 

Cara Menanam Hidroponik dengan Media Air

Cara Menanam Hidroponik

Setelah anda memahami penjelasan kami mengenai keunggulan dan kekurangan dari teknik hidroponik, disini SawonBudidaya akan menjelaskan kembali topik utama dari artikel ini yaitu Cara Menanam Hidroponik sebagai berikut.

  1. Teknik larutan statis

Teknik larutan statis artinya air/larutan nutrisi tidak perlu kita alirkan merupakan salah satu teknik yang sering digunakan para petani terdahulu. Teknik ini termasuk teknik paling kuno yang sudah dipraktekkan oleh nenek moyang kita. Dalam teknik menanam hiroponik larutan statis, tanaman disemai pada media tertentu seperti ember plastik, baskom, bak semen, atau tangki. Usahakan untuk memilih media yang berwarna gelap atau tidak tembus cahaya. Hal ini ditujukan untuk menghindari tumbuhnya lumut di dalam bak/wadah larutan. Kalaupun adanya wadah berwarna bening/transparan, silahkan anda bungkus terlebih dahulu menggunakan plastik hitam atau alumunium foil yang tidak tembus cahaya.

cara menanam hidroponik yang kami sampaikan ini perlu melakukan perhatian khusus terhadapa air atau larutan nutrisi, karena tidak dialirkan, maka ketinggian larutan diusahakan selalu serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di atas larutan, dan dengan demikian tanaman akan cukup memperoleh oksigen. Untuk menghasilkan gelembung oksigen dalam larutan, bisa menggunakan pompa akuarium. Larutan bisa diganti secara teratur, misalnya setiap minggu, atau apabila larutan turun di bawah ketinggian tertentu bisa diisi kembali dengan air atau larutan bernutrisi yang baru.

  1. Teknik Larutan Alir

cara menanam hidroponik selanjutnya adalah Teknik Larutan Alir adalah suatu cara bertanam hidroponik yang dilakukan dengan mengalirkan terus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman. Teknik ini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan nutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk tanaman hidroponik skala besar. Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara Teknik menanam hidroponik larutan Alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau sering disebut sebagai ‘teknik hidroponik NFT‘.

Teknik hidroponik NFT menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut. Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman. Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.

 

Itulah dua teknik cara menanam hidroponik dengan media air/larutan nutrisi.

Nah, seperti yang saya janjikan di atas, sekarang kita akan belajar cara menanam hidroponik sederhana di rumah menggunakan bahan dan alat seadanya.

 

Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah

Ada dua teknik sederhana yang akan saya bahas, yaitu cara menanam hidroponik sistem wick (mewakili teknik larutan statis) dan cara menanam hidroponik sistem NFT (mewakili teknik larutan alir)

  1. Cara Menanam Hidroponik sistem Wick.

Kata ‘wick‘ kalau tidak salah berarti sumbu. Maka sistem wick biasa disebut juga sistem sumbu. Sistem hidroponik ini menggunakan sumbu yang dipasangkan ke media/pot tanaman yang berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi dari bawah (penampung) ke atas (akar tanaman). Rockwool adalah media yang akan menyerap air nutrisi yang dibawa kain flanel, sehingga akar-akar muda tanaman akan menyerapnya dari rockwool. Semakin besar, akar tanaman akan keluar dari rockwool dan merayap melalui kain flanel menuju larutan nutrisi di bagian bawah dan mengisapnya sendiri.
Sistem ini merupakan sistem yang paling mudah, dan murah, dan sangat cocok untuk tahap belajar, terutama untuk para pemula atau hobiis tanaman indoor.

Bahan yang dibutuhkan :

  • Botol bekas ukuran 600 ml
  • Media tanam : disarankan Rockwool (bisa beli di toko pertanian atau online) Alternatif lain kalau repot bisa diganti sama dacron, busa bekas, gulungan kapas, atau kain flanel yang digulung.
  • Sumbu : Bisa menggunakan sumbu kompor / kain flanel / kain yang menyerap air rockwool, larutan AB MIX, dan bibit hidroponik

 

Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Sederhana

  1. Potong botol bekas air mineral bekas menjadi 2 bagian (lihat gambar di bawah)
  2. Lubangi sisi atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu serta aliran hawa
  3. Gunakan sumbu di bagian bawah botol.
  4. Masukkan sisi atas botol ke sisi bawah botol lewat cara di balik.
  5. Isi sisi atas botol dengan media tanam (dapat rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan batu bata). Pilih saja yang paling gampang didapat sebab fungsi media ini cuma untuk pijakan akar agar tanaman hidroponik nantinya tidak ambruk.
  6. Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit sayuran ke dalam media tanam.
  7. Siram dengan larutan nutrisi hidroponik.
  8. Taruh ditempat yg tidak terkena hujan namun tetap dapat memperoleh cahaya matahari.

 

Langkah berikutnya menyiapkan benih tanaman yang akan kita tanam. Untuk latihan saya sarankan tanaman sayuran hidroponik yang gampang tumbuh seperti sawi atau selada. Saat ini benih/bibit tanaman banyak sekali dijual secara online. Silahkan googling dengan kata kunci ‘bibit tanaman hidroponik‘. Sekalian kalau anda beli online, beli juga rockwool dan pupuk hidroponik.

 

 

Cara Menyemai Benih Hidroponik Menggunakan Rockwool

Potong Rockwool

Langkah pertama adalah memotong rockwool kecil-kecil dengan gergaji besi tanpa gagang. Besar kecilnya potongan dapat disesuaikan besarnya netpot dan jenis tanaman. Untuk sawi atau selada, biasa dipotong kecil-kecil sekitar 2 cm saja. Untuk tanaman kangkung, karena ditanam dalam jumlah banyak dalam satu netpot dapat dibuat lebih besar lagi. Atur rockwool dalam tray semai. Jika tidak ada tray semai khusus, cukup gunakan wadah dari nampan atau baki plastik.

Setelah rockwool terpotong rapi, buat lubang tanam dengan menggunakan tusuk gigi atau lidi yang diruncingkan. Kedalaman lubang baiknya minimal dua kali ukuran ketebalan biji. Dengan cara ini, jika akar tumbuh di bagian atas, biji tidak akan kesulitan menemukan bagian media semai.

 

Jaga Kelembaban
Basahi media dengan air, atau cukup dibuat lembab saja. Jika ingin membasahi langsung dengan larutan nutrisi, gunakan larutan yang agak encer saja. Penggunaan air biasa atau air nutrisi sama-sama dapat tumbuh.

 

Berikutnya masukkan biji-biji ke dalam lubang semai. Untuk biji berukuran kecil, dapat diambil dengan ujung lidi yang runcing tadi sebelumnya dicelup ke dalam air agar biji menempel dengan mudah. Selipkan ujung lidi ke dalam lubang, posisikan agar bagian yang mengandung biji berada di dekat dinding lubang. Tarik ke atas lidi sambil digesek ke dinding lubang agar biji tertinggal di dalam.

Tutup tempat persemaian dengan plastik agar media tetap lembab dan sinar matahari sementara tidak masuk ke dalam. Jika biji masih baru, dalam beberapa hari akan mulai berkecambah.

 

Saat proses ini, kelembaban media harus tetap dijaga dengan pengecekan rutin. Biji-biji seringkali berkecambah tidak dalam waktu yang sama. Sambil melakukan pengecekan, biji yang mulai berkecambah dapat disatukan di wadah lain dan mulai dilatih dengan penyinaran sinar matahari. Benih yang tidak mendapat sinar akan tumbuh kecil melengkung, tinggi dan lemah. Agar media tidak kekeringan, jangan tinggalkan dalam sinar matahari sepanjang hari.

Tidak Tumbuh, Apa yang Salah?

Seringkali dari proses semai yang dilakukan tidak tumbuh bijinya. Tentu saja ini sangat mengecewakan, apalagi biji-biji tersebut telah dibeli dengan harga mahal (sering kan,..). Padahal SOP telah dilakukan sesuai petunjuk yang kurang lebih begitu-begitu juga.

Penyebab utama biasanya adalah kualitas biji. Ada kemungkinan biji yang disemai sudah kadaluarsa atau terlalu lama disimpan. Biji-biji seperti ini kalau toh mau tumbuh seringkali hanya nongol sebentar untuk kemudian busuk atau layu. Solusinya gunakan biji yang masih bagus.

 

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik

Anda yang memiliki uang bisa saja langsung pergi ke toko pertanian untuk membeli hidroponik. Namun masalahnya, banyak orang terutama yang sedang belajar menanam tanaman hidroponik tidak punya uang yang cukup untuk selalu membelinya. Untuk membuat nutrisi hidroponik sendiri, tentu ini tidak semudah mencampur tanah seperti biasa. Anda harus mengetahui semua unsur yang ada dalam bahan nutrisi dan mengetahui takaran yang tepat. Unsur yang dibutuhkan adalah magnesium, nitrogen, sulfur, kalium, fosfor, kalsium, klor, mangan, zat besi, boron, seng dan molibdenum. Nah, pada tulisan ini saya ingin mengatasi masalah anda untuk dapat membuat nutrisi hidroponik sendiri dan alami.

 

Cara membuat nutrisi hidroponik secara alami :

  1. Tutup ember dengan diberi lubang sebesar selang.
  2. Potong-potong halus jerami, campurkan dengan kotoran ayam dan dedak.
  3. Masukkan campuran bahan organik tersebut ke dalam ember yang sudah kedap udara. Tambahkan air dengan perbandingan 2 : 1.
  4. Aduk campuran tersebut secara perlahan hingga semua larut.
  5. Di tempat lain, larutkan bioktivator dan gula merah ke dalam 5 liter air. Aduk hingga rata.
  6. Masukkan larutan bioktivator ke dalam ember plastik kedap udara. Tutup rapat ember.
  7. Masukkan selang aerator pada tutup ember. Pada tahap ini, pastikan tidak ada celah di ember. Anda bisa gunakan plester rekat.
  8. Isi 3/4 botol plastik dengan air. Masukkan selang aerator sisi lainnya ke dalam botol. Proses ini akan berlangsung secara anaerob.
  9. Diamkan selama 7-10 hari. Larutan dikatakan berhasil apabila sudah tercium aroma hasil fermentasi dari ember.
  10. Setelah tahapan fermentasi selesai, saring larutan tersebut dengan saringan kain. Ampas larutan yang telah di saring bisa anda gunakan untuk membuat pupuk organik padat.

 

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Buatan Sendiri

Bahan dan Alat:

  • 10 gr pupuk NPK 16-16-16
  • 10 gr pupuk KCL
  • 5 gr pupuk Gandasil D
  • 10 l air sumur / sungai (endapkan 10 hari jika menggunakan air ledeng)
  • 3 gelas plastik bekas air mineral
  • 1 ember berkapasitas 10 liter
  • timbangan
  • alat pengaduk

 

 

Cara memindah Benih ke Media Tanam Hidroponik

Tahap terpenting berikut dari cara menanam hidroponik adalah pemindahan benih atau bibit tanaman, meskipun terlihat mudah tetap saja terdapat beberapa step by step yang perlu anda lakukan seperti dibawah ini :

  • Siapkan botol bekas yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi.
  • Pindahkan rockwool yang berisi tanaman yang sudah berdaun empat ke bagian dalam botol bagian atas yang sudah diisi kain flanel.
  • Pasangkan kedua bagian botol.
  • Selesai.

Perawatan Tanaman Hidroponik

Ketika tanaman tumbuh semakin membesar, kebutuhan nutrisi juga semakin besar. Karena itu minimal seminggu sekali larutan nutrisi harus ditambah. Kalau di awal campuran nutrisi adalah ; 5ml + 5ml + 1 lt. Minggu kedua naikkan menjadi 6ml + 6ml + 1lt. begitu seterusnya sampai tanaman siap panen.

Cara Menanam Hidroponik

Jangan biarkan larutan nutrisi di botol bagian bawah kosong karena akan menyebabkan tanaman mati kekeringan. Botol yang berisi larutan nutrisi rentan terkena lumut karena paparan sinar matahari. Karena itu, kalau mau, lapisi botol bagian bawah dengan kertas warna gelap. Atau cat dengan warna hitam. Tapi, karena saya menggunakan botol-botol ini tanpa pelapis, biasanya pada saat pergantian nutrisi, saya bersihkan lumut-lumut yang menempel hingga bersih kembali.

Alternatif lain selain menggunakan botol bekas air mineral, sebenarnya kita bisa juga menggunakan baskom atau tempat plastik lainnya. Tempat/ media menempatkan rockwool berisi tanaman bisa menggunakan pot kecil atau bekas gelas air mineral yang dilubangi ujung bawahnya dan dipasangi sumbu/kain flanel. Untuk menutup baskom/wadah plastiknya dapat menggunakan styrofoam yang dilubangi sehingga pot-pot akan menggantung dan tidak menyentuh air. dengan cara seperti ini, kita bisa menempatkan beberapa pot tanaman sekaligus.

Sekian artikel dari kami mengenai Cara Menanam Hidroponik, meskipun kam tidak menjelas bagian cara menanam hidroponik NTF yang akan kami jelaskan dilain waktu. Semoga sedikit artikel ini dapat membantu anda dalam memahami teknik-teknik hidroponik terima kasih!!

 

Artikel Terkait

 

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*